3 Kategori Pelaku Kejahatan yang Bisa Dijatuhi Hukuman Kebiri

Editor Ilustrasi./shutterstock.com/via dream.co.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Hukuman kebiri kimia untuk pelaku kekerasan seksual pada anak resmi berlaku setelah presiden menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020.

Beleid baru tersebut mengatur tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak oleh Presiden Joko Widodo.

Penerbitan PP ini dimaksudkan untuk memberikan efek jera kepada pelaku sekaligus mencegah tindak kekerasan seksual terhadap anak. PP baru itu telah ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 7 Desember 2020.

“Bahwa untuk mengatasi kekerasan seksual terhadap anak, memberi efek jera terhadap pelaku, dan mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap anak, serta untuk melaksanakan ketentuan Pasal 81A ayat (4) dan Pasal 82A ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang,” demikian pertimbangan dalam PP tersebut.

PP ini menetapkan tiga kategori pelaku kekerasan seksual terhadap anak yang bisa dijatuhi hukuman kebiri kimia. Kategori pertama yaitu pelaku pidana persetubuhan kepada anak.

Kategori kedua, pelaku pidana persetubuhan terhadap anak dengan kekerasan atau ancaman yang memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain yang juga pelaku persetubuhan.

Kategori ketiga, pelaku perbuatan cabul terhadap anak dengan kekerasan atau ancaman, memaksa melakukan tipu muslihat, dengan serangkaian kebohongan atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

Sedangkan pada Pasal 4 PP tersebut diatur ketentuan pengecualian. Hukuman kebiri kimia tidak bisa dijatuhkan jika pelaku kekerasan seksual dalam tiga kategori tersebut juga masih tergolong anak-anak. Sementara, PP tersebut juga menetapkan batas usia seseorang dinyatakan masih anak-anak adalah di bawah 18 tahun.

Baca Juga :  Luviana Adam : Kader Pemuda Muhammadiyah Didorong Turut Menjadi Pelaku UMKM Di Jabar

Sebagai catatan, kebiri kimia tidak bisa dijalankan secara langsung dan dilaksanakan dalam waktu 2 tahun sejak jatuh putusan. Selain itu, kebiri juga mempertimbangkan aspek klinis serta kesimpulan dalam pelaksanaannya. @fen/sumber: dream.co.id/liputan6.com

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dewan Pers: Dualitas Media Massa Harus Beriringan

Sel Jan 5 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo mengatakan, dualitas pers atau media massa, yakni sebagai institusi sosial dan institusi ekonomi, harus berjalan beriringan. Tidak mungkin salah satu berjalan dengan mengabaikan yang lain.  Agus mengatakan, sebagai institusi sosial, media massa memiliki kewajiban menghadirkan  jurnalisme yang bermartabat untuk menopang ruang publik […]