Tom Golisano Memberikan Hibah Senilai $30 Juta kepada Special Olympics untuk Memperluas Layanan Kesehatan Penting bagi Kalangan Tunagrahita di Seluruh Dunia

Editor Tom Golisano, pendiri Paychex, dermawan, dan ayah dari seorang putra penyandang disabilitas intelektual, menghadiahkan $30 juta kepada Special Olympics untuk Memperluas Layanan Kesehatan Kritis Secara Global bagi Penyandang Disabilitas Intelektual. Tom Golisano dan Direktur Eksekutif Yayasan Golisano Ann Costello melakukan pemeriksaan mata di sebuah acara sebelum pandemi./visi.news/prnewswire
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Hari ini, Special Olympics mengumumkan hibah perorangan terbesar sepanjang sejarah organisasi ini, yakni 53 tahun. Tom Golisano, pendiri Paychex, pegiat filantropi, dan seorang ayah dari anak tunagrahita, akan menyerahkan hibah senilai $30 juta sebagai hibah ketiga yang telah diberikannya kepada Special Olympics. Hibah ini akan digunakan untuk memperluas program Special Olympics Healthy Communities. Lewat program tersebut, Special Olympics menyediakan layanan kesehatan bagi kalangan tunagrahita sebagai golongan yang kurang terjangkau oleh layanan kesehatan, khususnya pada masa pandemi.

Lewat program Healthy Communities yang telah berjalan selama lima tahun terakhir, Special Olympics telah melakukan pemeriksaan kesehatan bagi 700.000 atlet—angka ini meningkat dua kali lipat dari lima tahun sebelumnya—dan menawarkan layanan kesehatan lanjutan di berbagai komunitas. Aksi ini mengurangi setengah penggunaan surat rujukan (urgent referral). Healthy Communities juga melibatkan 150.000 atlet dalam program kebugaran dan kesehatan, menurunkan tekanan darah mereka, meningkatkan hasil perawatan kesehatan, serta berpotensi memperpanjang usia mereka. Lebih dari 150.000 tenaga kesehatan telah dilatih di 60 negara, sementara, 130 lembaga pendidikan tenaga kesehatan profesional kini telah memasukkan pelatihan tentang merawat tunagrahita dalam kurikulum kesehatan mereka. Special Olympics juga telah bermitra dengan banyak organisasi, termasuk berbagai yayasan, pemerintah, universitas, dan pegiat filantropi, yang turut berkontribusi dalam program Healthy Communities.

“Lewat investasi pada Healthy Communities, Golisano akan membantu kami menjangkau ribuan wilayah baru di dalam dan luar negeri,” ujar Dr. Alicia Bazzano, Chief Health Officer, Special Olympics. “Hibah ini diperoleh pada momen penting bagi komunitas global kami, sebab sangat sedikit kalangan tunagrahita yang mendapat prioritas layanan kesehatan pada masa pandemi.”

Baca Juga :  Besok, 150 Tokoh Sepuh Jabar Divaksinasi di Rumah Dinas Gubernur

Kalangan tunagrahita rata-rata meninggal dunia 16-20 tahun lebih dini dari masyarakat umum. Kasus kematian ini sebenarnya dapat dicegah, dan banyak kasus kematian disebabkan gangguan kesehatan yang masih bisa diobati, seperti konstipasi, kejang, dan penyakit jantung. Di tengah pandemi, banyak tunagrahita yang tidak memiliki akses terhadap layanan Covid-19, serta sumber daya medis vital seperti ventilator dan vaksin.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan New England Journal of Medicine (NEJM) Catalyst tahun ini, risiko kematian kalangan tunagrahita akibat Covid hampir enam kali lipat lebih besar dibandingkan masyarakat umum. Pandemi ini semakin memperkuat fakta historis bahwa tunagrahita tidak mendapat prioritas layanan kesehatan yang setara.

Dalam lima tahun ke depan, Special Olympics akan mewujudkan inklusi layanan kesehatan bagi tunagrahita melalui berbagai aksi strategis berikut:

  • Melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap tiga juta orang, baik secara langsung di lokasi dan metode virtual, di lebih dari 100 negara, dan memastikan mereka mendapatkan layanan lanjutan.
  • Meningkatkan kondisi kesehatan dan kebugaran 600.000 atlet.
  • Menjangkau 650.000 anak-anak tunagrahita dan keluarga mereka—menyediakan layanan intervensi dini agar anak-anak ini dapat berjalan, berlari, melompat, dan bermain secara lebih dini.
  • Mendirikan Golisano Virtual University yang akan melatih lebih dari 100.000 tenaga kesehatan profesional, membantu mereka untuk merawat tunagrahita.
  • Menyusun publikasi perdana, yakni Laporan Global tentang Kesehatan Kalangan Tunagrahita — laporan ini akan mengevaluasi kesenjangan di berbagai sistem layanan kesehatan, tujuannya adalah merumuskan berbagai kebijakan dan praktik inklusif di negara-negara sasaran.
  • Sebagai lembaga terdepan yang memperjuangkan kesehatan kalangan tunagrahita, Special Olympics ingin memperluas akses layanan kesehatan penting bagi populasi ini.

Sejak 2012, Tom Golisano dan yayasannya telah memprioritaskan kesehatan kalangan tunagrahita, menyalurkan hibah-hibah dengan nilai total $37 juta demi mewujudkan kesetaraan layanan kesehatan bagi tunagrahita di seluruh dunia, dan hal ini diawali dengan peluncuran Special Olympics Healthy Communities.

Baca Juga :  Miliki Pengalaman, Umuh Muchtar Dukung NU Pasti

“Saya gembira menyediakan dukungan finansial bagi program kesehatan luar biasa yang digagas Special Olympics. Program ini memberikan akses layanan kesehatan yang lebih baik bagi kalangan tunagrahita, serta kesempatan menjalani kehidupan yang lebih bahagia dan lebih produktif,” ujar Golisano. “Saya sangat mengagumi dampak positif Special Olympics pada kesehatan tunagrahita—begitu pula dengan strateginya untuk melanjutkan kesuksesan ini dalam beberapa tahun ke depan. Special Olympics berfokus pada pengukuran kinerja, standardisasi praktik, diagnosis dini, tenaga kerja terlatih, dan sistem kesehatan dengan kebijakan inklusif. Hal-hal ini akan menempatkan Special Olympics sebagai pihak yang mencapai target bersama kita, yakni kesetaraan layanan kesehatan”.

“Dalam dekade terakhir, komitmen Tom dalam bentuk hibah senilai $67 juta telah membantu kami memperluas program kesehatan Special Olympics, dari tingkat lokal hingga regional, dan kini mencakup lebih dari 120 Healthy Communities,” kata Dr. Timothy Shriver, Chairman, Special Olympics. “Tom dan Executive Director, Golisano Foundation, Ann Costello, merupakan dua sosok visioner yang ingin mengatasi kesenjangan layanan kesehatan, dan meningkatkan taraf hidup kalangan difabel. Mereka adalah sosok yang konsisten dan vokal dalam komitmennya terhadap kondisi fisik dan kesehatan sosial-emosional tunagrahita. Kami mengapresiasi kepemimpinan, kemitraan, dan semangat kedua sosok ini dalam mewujudkan layanan kesehatan yang lebih setara bagi masyarakat.”

Special Olympics Health, terwujud berkat Golisano Foundation, dan bekerja sama dengan U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat, ingin menciptakan dunia yang menjadi tempat bagi tunagrahita memiliki setiap peluang menjalani kehidupan yang sehat, serta memanfaatkan program dan layanan kesehatan serupa, seperti yang tersedia bagi golongan masyarakat yang bukan termasuk tunagrahita. Special Olympics telah melakukan 2,5 juta pemeriksaan kesehatan gratis di 146 negara, dan melatih hampir 350.000 tenaga kesehatan profesional. Lembaga ini berinvestasi dalam pendekatan seumur hidup, serta bertindak sebagai mitra kesehatan bagi setiap tunagrahita sepanjang usia mereka. @mpa

Baca Juga :  SKETSA | Facebook

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jawa Barat Masuk 5 Besar IKIP Terbaik di Indonesia

Sab Sep 18 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Hasil survey Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) Provinsi Jawa Barat tahun 2021 melampaui skore 7,26 point dari Indeks Keterbukaan Informasi Publik secara nasional yang hanya mendapatkan skore 71,3 point, sedangkan Provinsi Jawa Barat mendapatkan skore 78,56 point, bahkan hasil survey IKIP Jawa Barat tahun 2021 ini lebih […]