Bea Cukai Surakarta Bongkar Jaringan Pengedar Rokok Ilegal di Sukoharjo

Editor Petugas Kantor Bea Cukai Surakarta sedang memeriksa barang bukti lebih dari sejuta batang rokok ilegal siap edar, yang disimpan di sebuah rumah elit kawasan Gentan, Kabupaten Sukoharjo, yang difungsikan sebagai gudang/visi.news/istimewa
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SOLO – Kantor Bea Cukai (BC) Surakarta kembali membongkar jaringan pengedar rokok ilegal berbagai merk, dengan barang bukti 1.122.800 batang rokok ilegal tanpa pita cukai maupun tanpa pita cukai palsu yang siap edar.

Dalam operasi penggerebegan ke salah satu rumah di kawasan elit di Gentan, Kabupaten Sukoharjo, yang dijadikan gudang penyimpanan rokok ilegal, pada Senin (4/10/2021) petang, petugas BC Surakarta mencokok seorang tersangka berinisial So.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Surakarta, Hari Prijandono, menjelaskan kepada wartawan, Kamis (7/10/2021), penggerebegan tersebut merupakan tindak lanjut dari operasi pasar terhadap semua jenis produk kena cukai termasuk rokok.
Dalam beberapa hari operasi pasar, petugas BC menemukan rokok ilegal beredar di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya. Petugas juga mendapat informasi tentang pengiriman rokok ilegal yang masuk ke wilayah Surakarta atau Solo Raya, yang biasanya dibongkar di wilayah Sukoharjo.

Mengutip hasil pemeriksaan sementara, Hari Prijandono mengungkapkan, tersangka So mengaku sebagai pemilik barang ilegal tersebut.

“Berdasarkan informasi tersebut, tim Bea Cukai Surakarta melakukan pengawasan dan pemetaan terhadap peredaran rokok di seluruh wilayah Solo Raya, terutama wilayah Sukoharjo. Kegiatan ini kita lakukan selama kurang lebih sebulan hingga akhirnya mendapatkan informasi yang akurat.”, ujar Hari Prijandono.

Dalam operasi pengawasan, sambungnya, tim penindakan BC Surakarta mendapat informasi awal yang sangat minim berupa pengiriman rokok menggunakan truk bak terbuka dan dibongkar di suatu kompleks perumahan daerah Sukoharjo.

Melalui pengembangan informasi tersebut, petugas tim BC Surakarta akhirnya berhasil menelusuri jejak lokasi pembongkaran rokok di perumahan elite, kawasan Gentan Sukoharjo.

“Kita menggerakkan 2 tim ke perumahan tersebut. Petugas BC yang didampingi pengurus RT dan petugas keamanan setempat, menggerebeg sebuah rumah yang dialihfungsikan sebagai gudang tempat penyimpanan rokok ilegal.

Baca Juga :  Persib Sukses Kandaskan Madura Berkat Gol Bruno dan Zalnando

Melalui serangkaian pemeriksaan di bangunan rumah mewah yang berstatus rumah sewa, petugas BC menemukan rokok ilegal jenis SKM (sigaret kretek mesin) berbagai merk yang siap dipasarkan.

Petugas BC yang melakukan pemeriksaan singkat terhadap 2 orang yang mengaku sebagai karyawan, menunjuk tersangka So yang mengaku sebagai pemilik rokok ilegal tersebut. Ketiga orang yang tertangkap dalam penggerebegan beserta barang bukti kini diamankan di Kantor Bea Cukai Surakarta.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Surakarta, menambahkan, dari hasil pemeriksaan diketahui, tersangka So menimbun dan menjual rokok ilegal dengan jaringan peredaran di wilayah Solo Raya dan ke luar Jawa. Potensi kerugian negara akibat peredaran rokok ilegal tersebut sebesar Rp. 752.635.000,-.

Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta, Budi Santoso, menyatakan, penindakan yang dilancarkan Bea Cukai Surakarta terhadap peredaran produk rokok ilegal merupakan bagian dari ” Operasi Gempur 2021″ yang dicanangkan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).

Sepanjang tahun 2021, Bea Cukai Surakarta telah melakukan penindakan sebanyak 68 kali, yang berasal dari hasil operasi pasar, informasi dari masyarakat, dan sinergi dengan aparat hukum lainnya.

Total hasil penindakan rokok ilegal sebanyak 5,2 juta batang, dengan total perkiraan kerugian negara senilai Rp 3 milyar lebih.

“Kita harapkan dengan penegakan hukum yang konsisten, serta penerapan kebijakan yang tepat, produksi dan peredaran rokok ilegal dapat ditekan dan penerimaan negara dari sektor cukai bisa ditingkatkan,” jelasnya.@tok

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Presiden Jokowi Resmikan 3.103 Orang Komponen Cadangan di Batujajar

Kam Okt 7 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Pembentukan komponen cadangan merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Presiden Joko Widodo memimpin Upacara Penetapan Komponen Cadangan Tahun 2021 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan […]