Bencana Tanah Longsor di Cimanggung Menjadi Pelajaran bagi Semua Pihak

Editor H.Dudi Supardi Ketua Fraksi Partai PAN/Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Sumedang usai menyerahkan bantuan untuk korban bencana longsor dan banjir di Posko Korban Bencana Banjir dan Longsor Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang, Selasa 12 Januari 2021/visi.news/budimantara.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Sumedang H. Dudi Supardi menyatakan, bencana longsor yang terjadi di Dusun Bojongkondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menjadi pelajaran bagi semua pihak, termasuk pemerintah setempat dalam mengeluarkan perizinan perumahan.

“Bencana ini menjadi pelajaran buat kita semua. Termasuk kebijakan perizinan perumahan yang dikeluarkan pemerintah,” ujar Dudi Supardi kepada VISI.NEWS usai menyerahkan bantuan untuk korban bencana longsor dan banjir di Posko Korban Bencana Banjir dan Longsor Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Selasa (12/1/2021).

Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Sumedang ini berharap kepada Pemkab Sumedang untuk mengevaluasi mana saja kawasan perumahan yang ada izinnya maupun sebaliknya. Kawasan pembangunan perumahan walaupun ada izin yang sudah dikeluarkan pemerintah, izinnya untuk dievaluasi. Jika dalam pengerjaannya tak sesuai dengan aturan untuk dihentikan,” tandas Dudi Supardi.

Ia juga menyatakan setelah mendapat informasi di lapangan, kabarnya Bupati Sumedang yang saat ini menjabat tak mengeluarkan izin perumahan di kawasan bencana longsor itu. Proses perizinan perumahan yang ada di sekitar lokasi tanah longsor itu masih didalami oleh sejumlah pihak.

“Yang jelas dengan kejadian ini, menjadi pelajaran bagi kita semua. Dan berharap perumahan mana saja yang tak berizin maupun yang berizin, untuk dilakukan evaluasi. Kalaupun ada perumahan yang sudah berizin dalam proses pembangunannya, kemudian dalam proses pengerjaannya tanahnya tak sesuai dengan aturan untuk dihentikan pembangunannya supaya tak menimbulkan kejadian serupa di kemudian hari,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, H. Dudi Supardi turut menyerahkan bantuan yang menjadi kebutuhan para korban longsor maupun banjir di Kecamatan Cimanggung. Di antaranya memberikan bantuan berupa sarung, dan mukena. Namun berdasarkan informasi di lapangan, katanya, para korban tanah longsor dan banjir tersebut membutuhkan pamper dewasa, dan obat-obatan untuk anak-anak, selain vitamin.

Baca Juga :  Laporan Baru: Sejak Perjanjian Paris, 60 Bank Terbesar di Dunia Kucurkan USD 3,8 Triliun ke Bahan Bakar Fosil

“Soalnya ada anak-anak yang mengalami demam sehingga membutuhkan obat-obatan untuk menurunkan panas badan. Insyaallah kita akan mengirimkan lagi bantuan yang dibutuhkan,” ungkap Dudi Supardi.

Ia mengatakan untuk bantuan para korban tanah longsor dan banjir, disalurkan melalui satu pintu yang ada di Kantor Kecamatan Cimanggung. Bantuan ini kemudian disalurkan ke semua posko yang ada di setiap desa.

“Dalam menyalurkan bantuan pun harus ada koordinasi, supaya dalam penyalurannya benar-benar bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat yang menjadi korban longsor maupun banjir,” ujarnya.
Dudi Supardi juga berharap kepada masyarakat yang akan memberikan bantuan untuk disalurkan ke Posko Korban Banjir dan Longsor di Kecamatan Cimanggung.

“Supaya bantuan yang tersalurkan dan dalam penyalurannya kepada para korban tanah longsor dan banjir tepat sasaran,” ucapnya.

Ia juga berharap dalam penyaluran bantuan sesuai dengan kebutuhan warga korban banjir maupun longsor.

“Warga yang belum menerima bantuan, silahkan datang ke posko atau koordinasi dengan pemerintahan setempat. Supaya bantuan yang sudah diterima di posko bisa termanfaatkan dengan baik,” ujarnya. @bud

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Polisi Ungkap Penyebab Geng ABG Tasikmalaya Jadi "Wanian" dan Hilang Rasa Empati

Sel Jan 12 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Mayoritas anggota geng motor di Kota Tasikmalaya memang masih anak baru gede (ABG). Meski begitu, kelompok ini seolah tak memiliki rasa takut untuk berbuat onar yang selama ini meresahkan warga. Adapun penyebab para ABG menjadi “pemberani”, salah satunya adalah pengaruh obat-obatan terlarang. Hal tersebut dikatakan Kapolresta Tasikmalaya, […]