Benny Rhamdani, ‘Anak Ciparay’ yang Malang Melintang di Jagat Pekerja Migran

Editor Kepala BP2MI Benny Rhamdani. /visi.news/aep sa
Silahkan bagikan

BAGI warga Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, nama Benny Rhamdani di tahun 80-an, sudah sangat dikenal karena urakannya. Ulahnya, kerap membuat acara resepsi yang sudah tertata rapi jadi berantakan. Karena ulahnya pula, preman Terminal Ciparay saat itu tidak berkutik ditantang duel dengan samurai di tangan.

“Alhamdulillah, saya itu nakalnya dulu waktu remaja, bukan seperti si itu (menyebut salah satu anggota dewan), nakalnya sudah tua,” ujarnya sambil tersenyum saat berbincang dengan VISI.NEWS di sela-sela acara sosialisasi ‘Meraih Peluang Kerja ke Luar Negeri’ di Graha Wirakarya, Ciparay, Kab. Bandung, Kamis (30/9/2021) siang.

Baca juga 

Benny Rhamdani : Pasca Pandemi, Peluang Pekerja Migran Indonesia Terbuka Luas

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) bercerita, “rumasa” pada saat remajanya nakal. “Sampai saat sekolah di SMA KP Ciparay saya ‘dibuang’, karena kenakalan saya saat itu. Setelah dikeluarkan kepala sekolah, saya datangi sambil bawa golok ke sekolah, mencari kepala sekolah,” ungkapnya mengenang masa lalunya.

Benny saat remaja mengaku ‘inovator’ kanakalan. Ia bisa tiba-tiba terinspirasi untuk membuat acara-acara resepsi jadi kalang kabut. Bila ada yang kenduri, dan di depan gangnya dipasangi janur kuning, Benny dkk, berulah malam-malam memindahkan janur kuning itu ke gang yang lain. Sehingga besoknya, para undangan pada datang ke gang yang lain dan membuat kalang kabut penyelenggara acara. Ia sendiri dan kawan-kawannya tertawa-tawa melihat pemandangan itu.

Namun penyelenggara acara sendiri begitu tahu pelakunya Benny Cs, tidak ada warga yang berani menegurnya. Ia dikenal biangnya keonaran.

Bukan hanya itu, Benny juga pernah malak para pemalak. Begitu ia tahu preman di Terminal Ciparay yang biasa malak pengemudi angkutan, ia datang ke terminal sambil menenteng samurai. Dicarinya para pelaku pemalakan. Begitu berhadapan, tangan kirinya langsung disodorkan meminta uang hasil palakan dan tangan kanannya dengan samurai yang siap menebas para pelaku. Para pemalak pun ‘ngeper’ menyerahkan uangnya dan tidak ada yang berani melawan.

Baca Juga :  Kini Giliran Tambang Emas Milik Bumi Suksesindo Sambung 260 MVA dari Listrik PLN

Jadi Aktivis

Soal keberanian, pria yang lahir di Kp. Bojong pada 3 Maret 1968 ini dikenal sejak kecil. Ia sering menjadi leader diantara teman-temannya.

Sehingga, ketika Benny ‘dibuang’ dari Ciparay masih bisa beradaptasi di tempat barunya, dan disegani oleh teman-temannya. Bahkan di tempat barunya itu, ia biasa dipanggil ‘Brani’, singkatan dari namanya Beni Rhamdani.

“Setelah saya tidak sekolah, ibu saya membawa ke saudara yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud. Talaud itu pemekaran dari Kabupaten Kepulauan Sangihe dan berbatasan dengan Davao del Sur di Filipina,” ungkapnya.

Di rumah saudara ibunya ini, ia tinggal kemudian menyelesaikan pendidikan SMA-nya. “Di Talaud juga saya mulai jadi aktivis yang banyak membantu masyarakat dan mengkritisi ketimpangan yang terjadi di sana,” ungkap Benny.

Aktivitasnya itu berlanjut saat ia pindah ke Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut). Terlebih di sana juga ia meneruskan pendidikannya ke Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Mengawali sebagai aktivis mahasiswa, tokoh Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara ini pernah menjadi Wakil Sekretaris Cabang DPC GMNI Cabang Manado (1993-1994), Ketua Cabang PMII Cabang Manado selama 2 periode (1994-1997 dan 1997-1999). Selain itu, Benny Rhamdani pernah menjadi Direktur Eksekutif Komite Perjuangan Pembaruan Agraria (KPPA) Sulawesi Utara (2003-sekarang), serta menjadi PW. Gerakan Pemuda Ansor, Sulawesi Utara selama 2 periode (2004-2009 dan 2009-2014), dan Wakil Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (2015-2020).

Bahkan kiprahnya sebagai aktivis membuat ia dipercaya partai besutan Megawati Soekarnoputri PDI Perjuangan untuk menjadi ‘pejuang rakyat’ dari partai tersebut. Sebagai aktivis di partai tersebut, Benny pernah berada dalam posisi strategis ketika terjadi gejolak ’98, saat terjadi transformasi pemerintahan dari Orde Baru ke Orde Reformasi.

Baca Juga :  KHUTBAH JUMAT: Menghindari Kesalahan dan Kekhilafan

“Aktivitas saya membela masyarakat di sana membuat masyarakat mendorong saya untuk duduk di DPRD selama tiga periode. Kemudian saya juga di dorong untuk jadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) selama satu periode,” ungkapnya.

Benny Rhamdani melenggang jadi legislator setelah meraup suara banyak dari daerah pemilihan Sulawesi Utara.

Benny pernah menjadi Anggota DPRD Provinsi Sulawesi dari Partai PDI Perjuangan selama 3 periode (1999-2004, 2004-2009, dan 2009-2014) dan duduk sebagai Wakil Ketua Komisi. Terakhir sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura (2021-2024), dimana sebelumnya pernah menjadi Ketua Bidang Organisasi DPP Partai Hanura (2016-2020).
termasuk saat menjadi anggota DPD RI (2014-2019).

Selama menjadi anggota DPD RI, beberapa jabatan pernah diamanahkan, yakni sebagai Wakil Ketua Komite I DPD RI (2014-2017 dan 2017-2017), serta menjadi Anggota Badan Sosialisasi MPR (2017-2018).

Berbagai posisi di kepartaian juga sudah pernah dijalaninya.
Bukan hanya bergerak dalam bidang sosial-kemasyarakatan, Benny Rhamdani juga memiliki hobi olahraga, terutama sepak bola, dan pernah menjadi Ketua Asosiasi Kota PSSI Kotamobagu (2015-2019).

Terakhir, Benny Rhamdani ditunjuk sebagai Direktur Kampanye, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – KH Ma’ruf Amin. Keringat basahnya itu diganjar Presiden Joko Widodo dengan jabatan setingkat menteri yakni Kepala BP2MI sampai sekarang ini.

BP2MI Rasa ‘Brani’

Sebagai Kepala BP2MI, dulu dikenal dengan BNP2TKI, Benny Rhamdani melakukan langkah yang belum pernah dilakukan oleh pimpinan lembaga tersebut sebelumnya. Ia membuat tagline ‘Sikat Sindikat’. Hal ini menunjukkan pihaknya serius dan ‘brani’ dalam memberantas sindikat penempatan TKI ilegal.

“Selama saya menjabat sebagai Kepala BP2MI, satu dari sembilan program prioritas memberantas sindikat calo penempatan tenaga kerja migran,” ungkapnya.

Tentu ini menjadi prioritas, kata Benny, karena begitu maraknya praktek penempatan TKI ilegal. “Begitu merajalelanya praktek kejahatan kemanusiaan yang seolah-olah selama ini tidak bisa disentuh, the untouchable, ” ungkapnya.

Baca Juga :  Luncurkan Publikasi ke-8: Fintech di Afrika akan Booming pada Tahun 2022

Kalau praktek mereka ini terus tidak ditangani, kalau praktek ilegal ini terus terjadi di lapangan, dimana anak-anak bangsa diperjualbelikan dan para sindikat berpesta pora mengambil keuntungan, maka itu artinya kata Benny negara kalah, negara tidak berdaya.

“Kita ingin menunjukkan bahwa negara tidak akan pernah kalah menghadapi mereka,” tandasnya.

Hal ini ia buktikan, selama memimpin BP2MI sudah 24 kali mengadakan penggerebegan terhadap sindikat ilegal ini di seluruh pelosok negeri. “Dan, sebanyak 1.240 calon pekerja migran yang hampir menjadi korban berhasil kita selamatkan. Itu artinya, negara hadir memberikan perlindungan,” ungkapnya.

Benny mengatakan, Presiden Jokowi sudah jelas pesannya, melindungi pekerja migran Indonesia dari ujung rambut sampai ujung kaki. “Tinggal.bagaimana menerjemahkan itu melalui kebijakan melindungi para TKI baik secara hukum, ekonomi dan sosial kepada pekerja migran dan keluarganya,” ungkap Benny.

Mandat UU No. 18 tahun 2017, kata Benny, sudah empat tahun membagi kewenangan pemerintah pusat dan daerah untuk perlindungan pekerja migran. “Nah sekarang tinggal bagaimana daerah memahami perintah undang-undang dan melaksanakannya sebagai bentuk ketaatan terhadap undang-undang,” pungkasnya.@aep s abdullah

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bupati Bandung Siap Tanggulangi Kemiskinan Ekstrim

Kam Sep 30 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Bupati Bandung Dadang Supriatna beserta jajarannya, siap mendukung semua program pemerintah pusat, termasuk upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Bandung. “Kemarin saat Pak Wapres berkunjung ke Jawa Barat, beliau mengatakan bahwa Kabupaten Bandung menjadi salah satu dari 5 daerah di Jawa Barat yang berkategori miskin ekstrim,” ungkap Bupati […]