Blanko Lancar, Masyarakat Tak Perlu Waktu Lama Membuat KTP

Editor ilustrasi blanko ktp./visi.news/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Dengan terjaminnya ketersediaan blanko Kartu Tanda Penduduk (KTP), masyarakat diminta tak perlu khawatir menghabiskan banyak waktu saat mengurus salah satu bentuk administrasi kependudukan tersebut.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung, H. Salimin, mengatakan bahwa apabila ada petugas pelayanan KTP di Kecamatan yang berkata jika blanko KTP tidak ada, maka tentunya itu merupakan hal yang tidak masuk akal.

“Jadi, kita kan di Kecamatan penyelesaiannya. Alhamdulillah dengan lancarnya blanko KTP, pemohon tidak berbondong-bondong ke Kabupaten lagi. Kalau sekarang misalnya hari ini direkam, besok sudah siap cetak,” ujar Salimin saat wawancara di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (3/1/2021) siang.

Salimin mengungkapkan, berdasarkan data di Kabupaten Bandung, ada sebanyak 99,6 persen wajib KTP yang sudah melakukan perekaman. Dan jika ditambahkan dengan warga Belum Cukup Umur (BCU) tapi sudah melakukan perekaman KTP, maka menjadi 100,6 persen.

“Kita sudah merekam bagi warga yang usianya belum genap 17 tahun tapi menjelang itu. Artinya, mereka walaupun sudah direkam, tapi tidak dicetak. Namun, bukan berarti bahwa yang wajib KTP di atas 17 tahun sudah semua rekam. Belum, masih ada satu dua,” tuturnya.

Tambah Salimin, ada banyak kemudahan dalam pelayanan pembuatan KTP. Salah satu contohnya pada saat menjelang Pilkada, petugas memberikan pelayanan hingga ke tingkat Desa.

Namun sayangnya, pada saat petugas sudah ada di Desa, papar Salimin, masih ada masyarakat yang tidak mau mengurus KTPnya. Dengan alasan ada yang sedang sekolah, ada yang ke pesantren, ada yang sedang berusaha, dan ada yang bekerja di lain tempat.

“Jadi bukannya kami yang tidak peduli dengan mereka, tapi mereka sendiri yang sepertinya butuh dan tidak. Jadi butuh KTPnya itu, kalau mereka mendapatkan alokasi untuk BLT atau Bansos, atau mau ke Rumah Sakit yang wajib memiliki KTP, baru butuh KTP,” sesalnya.

Baca Juga :  Pendukung Rizieq dan Polisi Bentrok di Luar Arena Sidang

Terkait dengan pelayanan KTP melalui aplikasi Whatsapp yang responnya lambat, Salimin beralasan bahwa hal tersebut dikarenakan pesan yang masuk terlalu menumpuk.

“Pendaftaran melalui Whatsapp itu kan saya batasi daftarnya dari jam 08.00 WIB sampai 11.00 WIB. Tapi, banyak warga yang mencoba daftar ke Whatsapp di luar jam itu. Saya tidak bisa layani. Oleh karena itu, pendaftaran via Whatsapp tidak terlalu fokus, sudah aja melalui Kecamatan,” pungkasnya. @yus

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Iuran Peserta BPJS PBI Mandiri Kelas III Naik, Beban Pemerintah Bertambah

Sen Jan 4 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Iuran BPJS untuk peserta Mandiri Kelas lll naik per 1 Januari 2021, dari Rp. 25.500 menjadi Rp. 35.000. Salah satu jenis kepesertaan BPJS Mandiri Kelas lll adalah peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayar oleh Pemerintah. Sehingga, dengan kenaikan jumlah iuran tersebut, beban Pemerintah pun akan […]