Booming Tanaman Hias di Pasaran akan Berlangsung Sepanjang Tahun

Editor Dosen FP-UNS pakar tanaman hortikultura, Dr. Edi Triharyanto di tengah lahan yang merupakan laboratorium lapangan, di Desa Ngringo, Kabupaten Karanganyar./visi.news/tok suwarto.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Tren booming tanaman hias di pasaran dengan variasi harga relatif baik belakangan ini, bukan disebabkan pandemi Covid 19 berkepanjangan sehingga banyak orang mencari alternatif kesibukan dengan berkebun tanaman hias. Tetapi tanaman hias akan terus laku sepanjang tahun karena permintaan pasar yang cenderung mengalami kenaikan.

Prediksi tersebut disampaikan dosen Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (FP-UNS), Dr. Edi Triharyanto, kepada wartawan di kebun lokasi penelitian tanaman hortikultura miliknya, di Desa Ngringo, Kabupaten Karanganyar, Jumat (7/5/2021).

Dia menanggapi perkembangan pasar tanaman hias, khususnya jenis daun-daunan dengan harga tinggi yang terkadang tidak masuk akal.

“Memang tanaman hias akan tetap laku sepanjang tahun. Karena, setelah perekonomian semakin meningkat dan kebutuhan utama sudah cukup, masyarakat beralih ke tanaman hias yang merupakan kebutuhan sekunder. Pilihan ke tanaman hias karena harga bisa terjangkau untuk kesenangan,” ujar Dr Edi yang merupakan pakar tanaman hortikultura dan sampai saat ini masih tercatat sebagai tim penilai benih tanaman hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan).

Menurut pandangan Dr. Edi Triharyanto, menghadapi pandemi berkepanjangan ini semakin banyak orang dari yang bermukim rumah tipe RSS sampai penghuni apartemen yang membutuhkan sentuhan tanaman hias.

“Soal tren tanaman apa yang diminati, itu bisa dimainkan. Contohnya, tanaman Janda Bolong yang disebut orang Jawa sebagai Ron Do Bolong atau daun yang pada bolong, menjadi tren karena dimainkan. Di tahun 2000-an, tren tanaman hias anturium juga dimainkan sehingga harganya tidak masuk akal,” jelasnya.

Pakar tanaman hortikultura itu, mengungkapkan, pasar tanaman hias yang akan berlanjut sepanjang tahun didukung kekayaan varian tanaman hias di Bumi Nusantara.

Baca Juga :  Hendak Disembelih, Sapi Kurban 'Ngamuk' dan Kabur Meneror Warga

Dosen Fakultas Pertanian UNS itu, menyebutkan, alam Indonesia merupakan sumber plasma nutfah tanaman hias yang luar biasa banyak. Dia melihat, kekayaan sumber daya alam yang mencapai 15,5 persen dari total kekayaan dunia, saat ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Di antara tren tanaman hias dengan harga berfluktuasi, salah satu tanaman hias yang paling stabil pasarannya adalah Anggrek yang sangat banyak ragamnya.
Selain itu, tanaman Aglonema yang disebut “tanaman induk dunia” dan konon harganya ada yang mencapai Rp 100 juta, juga dia sebut sebagai tanaman hias yang tidak lekang.

Sedangkan tanaman hias Sansivera, Pillow, Familia Arase dengan banyak spesies dan bisa saling dikawinkan, termasuk Monsera yang sudah diekspor dan bintang tanaman hias Janda Bolong dengan varian Daun Kuping Gajah, juga akan stabil di pasaran.
@tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tentang Cinta

Jum Mei 7 , 2021
Silahkan bagikanOleh Idat Mustari CINTA manusia tak akan abadi. Cinta yang tak lengkang oleh waktu, hanya ada di lagu Kerispatih. Ketika seseorang berkuasa, banyak orang mengerumuninya. Orang berebut mencium tangannya, mencintainya. Setelah kekuasaannya¬† habis, tak bersisa, dilupakannya. “Jabatan anda, harta benda anda, atau kekuasaan atau kecerdasaan anda . Semua itu […]