Budaya Sunda Harus “Nanjeur” dan Dilestarikan, Masyarakatnya bisa Tagen tur Tigin

Editor Ketua Umum DPP Paguron Silat dan Debus Sinar Banten, H. Dani M. Rakatau./visi.news/ki agus.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS — Untuk melestarikan budaya Sunda supaya bisa kembali Nanjeur (berdiri) dan menjadi bagian dari masyarakat, Ketua Umum DPP Paguron Silat dan Debus Sinar Banten, H. Dani M. Rakatau, membuka Satuan Latihan Cabang (Satlatcab) di setiap desa dengan dibantu Ketua Satlat Kecamatan dan Ketua Korwil se-tingkat Kota/Kabupaten.

Dani merencanakan, di tahun 2021 ini, di 270 desa dan 8 Kelurahan Satlatcab bisa terbentuk Satlatcab desa sebagai langkah prioritas dalam pengembangannya serta pelestariannya. Dan itu harus terpenuhi agar kinerja Paguron bisa signifikan.

“Budaya Kasundaan itu sangat luhung yang secara psikologis bisa menjadikan masyarakatnya sangat berbudi pekerti yang luhur. Karena budaya Sunda adalah kriteria dari perilaku masyarakat sehari-hari yang ramah, sopan dan santun,” katanya di Paguron, Minggu (31/1/2021).

Solusi dari masalah tersebut, lanjut dia, melalui pembukaan Satlatcab diharapkan kepada masyarakat bisa turut andil dalam upaya melestarikan seni kebudayaan. Tujuannya agar kebudayaan sunda bisa tetap Manjing (lestari) dan Nanjeur (berdiri) serta Tagen (bertahan) juga Tigin (kuat pendiriannya).

Dia optimis masyarakat Kabupaten Bandung akan peduli dengan upaya yang dilakukan Paguron. Karena siapa lagi pelaku untuk melestarikannya, kalau bukan masyarakatnya sendiri, yang jelas secara tak langsung mempunyai tanggung jawab terhadap budayanya itu.

“Mari kita bersatu dan bersama-sama untuk memahami budaya kita dan berusaha terus melestarikannya agar budaya kita bisa tetap ada dan dicintai generasi muda,” ujar dia.

Tidak ada yang tidak mungkin, Dani menambahkan, kalau ada kehendak maka akan terlaksana dengan baik. Selama orientasinya untuk menumbuh kembangkan kebudayaan. Mengingat budaya secara tak langsung telah mempengaruhi dari berbagai aspek termasuk masalah sosialnya.

Baca Juga :  Resmi Deklarasi, Partai Masyumi Aktif Kembali

Dengan menjaga juga melestarikannya, ungkap dia, harus dilakukan pertahanan sikap dengan melakukan sterilisasi setiap budaya asing yang masuk agar tidak merusak tatanan budaya yang ada. @qia.

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dandim 0624 Kab. Bandung Gelar Pasukan Implementasikan PPKM Tahap II

Ming Jan 31 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS — Dandim 0624/Kabupaten Bandung, Letkol Inf. Donny Ismuali Bainuri, melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka mengimplementasikan operasi Penyelenggaraan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap 2, yang dimulai sejak 26 Januari hingga 8 Pebruari nanti. Kegiatan Gelar Pasukan Operasional Penegakan Disipilin (Opsgaklin) tersebut, dikatakan Donny, diikuti 159 orang personil dari […]