Dalam Upaya Revitalisasi Perdagangan Global, Kementerian Perdagangan RI Luncurkan Digital Expo

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA — Trade Expo Indonesia (TEI) edisi ke-36 hadir di tahap selanjutnya dari pandemi yang telah melumpuhkan ekonomi di lebih dari satu cara. Perdagangan global yang telah menjadi korban utama, telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dalam beberapa bulan terakhir, dan TEI berupaya memainkan peran dalam memajukan tanda-tanda tersebut.

Dalam upaya untuk mencapai jangkauan yang lebih baik dan menawarkan kenyamanan yang lebih besar, TEI tahun ini akan menawarkan layanannya secara online melalui platform digital, berbeda dengan acara berbasis tempat pada tahun-tahun sebelumnya.

“Pameran yang dikemas secara digital ini merupakan salah satu upaya dan bukti komitmen Kementerian Perdagangan untuk menghidupkan kembali perdagangan global. Selain itu, pameran ini juga menjadi terobosan bagi para pelaku usaha Indonesia untuk memanfaatkan peluang agar tidak kehilangan momentum percepatan pemulihan ekonomi yang terkena dampak pandemi Covid-19,” jelas Mendag Muhammad Lutfi.

Mendag menambahkan, TEI ke-36 juga diharapkan mampu mempercepat transformasi digital perdagangan.

TEI Digital Edition bertujuan untuk menciptakan wahana promosi dan transaksi perdagangan online yang efektif dan efisien, memperkuat kemitraan dan menjaga kelangsungan bisnis dengan pembeli, memperluas penetrasi ke pasar baru, membangun citra positif, dan meningkatkan daya saing berbagai produk dan layanan Indonesia. di pasar internasional.

TEI 2021 akan menghadirkan konsep katalog digital yang memberikan keleluasaan bagi peserta dan pengunjung untuk menampilkan dan menggali informasi berbagai produk unggulan Indonesia.

Produk dan layanan unggulan Indonesia yang akan ditampilkan terbagi dalam delapan kategori, yaitu produk manufaktur, gaya hidup & layanan digital, medis & kesehatan, energi terbarukan, produk makanan & minuman, kenyamanan & fasilitas hidup, produk fashion & kecantikan, dan produk halal. .

Baca Juga :  Huawei Petal Maps Perkenalkan Navigasi 'Head Up Display' ke Asia Pasifik

Penyelenggaraan TEI kali ini, jelas Mendag, diharapkan mampu mendatangkan sebanyak mungkin calon pembeli potensial untuk bertransaksi dengan eksportir Indonesia. TEI tahun ini ditargetkan mencapai nilai transaksi perdagangan sebesar $1,5 miliar dan dihadiri oleh 1.000 perusahaan dan 500.000 pengunjung.

Kementerian Perdagangan telah dan terus mempromosikan dan mensosialisasikan TEI 2021 ke negara-negara mitra melalui kerjasama dan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk kantor perwakilan Indonesia dan perwakilan perdagangan luar negeri.

Arab Saudi, misalnya, adalah peserta TEI yang sering dan konsisten selama bertahun-tahun. Kerajaan diharapkan untuk melanjutkan pertunjukannya yang kuat, yang diramalkan oleh infrastruktur dan budaya digital yang baik di negara itu. Bisnis Saudi telah lama menuai manfaat dari pameran, dan sebaliknya.

Eko Hartono, Konsul Jenderal RI untuk Jeddah, mengungkapkan bahwa Arab Saudi pada expo tahun lalu merupakan peserta terkuat kelima dalam hal transaksi; merekam $1,2 juta pada akhir acara. Konsul jenderal menambahkan bahwa dia berharap lebih banyak bisnis Saudi yang mendaftar tahun ini dan memanfaatkan platform dan semua yang ditawarkannya.

Direktur Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Muhammad Rivai Abbas, menyampaikan terima kasih kepada Saudi Chambers yang telah berperan penting dalam mendukung komunikasi dan penyebaran informasi kepada para pengusaha/perempuan dalam jaringannya. Dia menambahkan bahwa dia menghargai antusiasme dan dukungan mereka.

TEI Digital Edition akan berlangsung dari 21 Oktober hingga 4 November. Pameran produk akan berlanjut hingga 20 Desember.@mpa/saudigazette

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal Dunia

Ming Okt 24 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama dalam ekonomi syariah dan industri halal di dunia. Terlebih, perkembangan dalam sektor ekonomi syariah telah mengalami pertumbuhan yang berarti. Presiden Joko Widodo menyampaikan, dari tahun 2018 ekonomi syariah Indonesia terus […]