Darmawan: Upaya Bela Negara Harus Dilaksanakan oleh Seluruh Rakyat Indonesia

Editor Wakil Ketua DPW Forum Bela Negara RI Provinsi Jawa  Drs H Darmawan, M.Si. /visi.news/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Upaya bela negara merupakan sebuah keharusan di setiap negara di dunia, tak terkecuali di Indonesia, sebagaimana amanat konstitusi yang dijelaskan dalam pasal 27 dan pasal 30 UUD 1945. Upaya bela negara harus dilaksanakan oleh seluruh rakyat Indonesia, diantaranya mulai dari mempertahankan eksistensi ideologi Pancasila dan butir-butir Penghayatan dan Pengamalan Pancasila sebagai Dasar dan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), hingga mempertahankan kedaulatan negara yang mencakup kedaulatan wilayah NKRI, kedaulatan ekonomi, kedaulatan sosial budaya nasional Indonesia.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPW Forum Bela Negara (FBN) RI Provinsi Jawa  Drs H Darmawan, M.Si. dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) menjelang akhir tahun 2021.

Bicara tentang kedaulatan, kata Darmawan, akan berbanding lurus dengan ketahanan. Ketahanan ideologi, politik, sosial budaya, dan ketahanan semua aspek kehidupan manusia Indonesia.

FGD yang diselenggarakan di sebuah tempat di Jalan Ariajipang Bandung tersebut dihadiri oleh Pimpinan Forum Bela Negara RI Jawa Barat, Sekretaris Sarkonah, S.Pd, Santi Murniati, dan Kepala Divisi Riset FBN RI Jawa Barat Anan Suhendar.

Diskusi kecil tersebut merupakan bagian dari penyusunan program kerja FBN RI Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Barat yang digagas Darmawan.

Pada kesempatan itu, Darmawan mengungkapkan bahwa cakupan bela negara di Indonesia saat ini dan kedepannya semakin luas, seiring dengan kemajuan teknologi dan masalah nasional dan internasional yang mencuat selama satu dekade terakhir ini.

Darmawan menilai bahwa perkembangan kemajuan teknologi yang demikian pesat dengan berbagai macam model start up dan aplikasi-aplikasi media sosial, telah menjadi salah satu tantangan sekaligus ancaman yang harus diwaspadai. “Kita harus meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak aplikasi-aplikasi media sosial yang sewaktu-waktu berubah menjadi ancaman nyata pemecah belah bangsa, disamping kemungkinan sebagai alat intelejen asing”, ungkap Darmawan.

Baca Juga :  Bupati Bandung Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Sekolah di Rancaekek

Pada kesempatan yang sama, Darmawan mengutip pandangan Dewan Pakar DPW FBN RI Jawa Barat, bahwa negara kita saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Indikasinya antara lain adalah perang opini yang hebat di kalangan netizen, kesenjangan sosial dan kemiskinan, munculnya paham neo-komunisme, kejahatan korupsi yang semakin merajalela, serangan narkoba yang bertubi-tubi, seks bebasdan LGBT, Benturan antar tokoh agama, masalah pengangguran, berita hoax yang mengerucut pada kurang siapnya menerima derasnya arus informasi global, tenaga kerja indonesia di luar negeri yang diterlantarkan, trafficking, penyelundupan warga negara asing melalui berbagai macam modus perusahaan PMA, masalah papua, hingga perselisihan di wilayah perairan natuna yang tak kunjung usai.

Indikasi-indikasi, katanya, sebagian kecil dari banyak persoalan yang sedang dihadapi. Masalah-masalah inilah yang harus disikapi secara tepat antara FBN RI dengan institusi negara terkait, guna mendeteksi dini dan menangkal segala bentuk ancaman tantangan hambatan dan gangguan regional Jawa Barat khususnya, dan umumnya di seluruh wilayah NKRI.

“Oleh karenanya peran dan fungsi FBN sebagai wadah komunikasi para kader bela negara dan seluruh komponen bangsa Indonesia wajib dipahami dan ditingkatkan, disamping FBN RI ini merupakan alat kontrol sosial bagi para penentu kebijakan negara,” katanya.

Lebih lanjut, katanya, dibahas dalam rencana program kerja FBN RI Jawa Barat dibagi kedalam beberapa kelompok program, yakni program strategis, program prioritas, program reguler, dan program afiliasi dengan instansi pemerintah dan swasta serta afiliasi dengan sektor pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, yang akan diusung oleh pengurus FBN RI Jawa Barat.

Sesuai Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Forum Bela Negara Republik Indonesia Nomor : 109/KPTS FBN-RI/XII/2021 yang ditandatangani oleh Ketua Umum FBN RI Laksamana Muda (Purn) Prof.DR. Setyo Harnowo, FICD, FICCDE, tanggal 4 Desember 2021, tentang Susunan Kepengurusan Forum Bela Negara Republik Indonesia, Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Barat diketuai oleh Drs Sutarno Yono SR, M.Si.@nia

Baca Juga :  Hendak Disembelih, Sapi Kurban 'Ngamuk' dan Kabur Meneror Warga

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Meski Berhasil Menahan Thailand di Final AFF Cup, Indonesia Harus Puas Diposisi Runner Up

Ming Jan 2 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SINGAPURA – Thailand akhirnya berhasil menjadi jawara pada AFF Cup 2020 setelah pada leg kedua yang berlangsung di Stadion National, Sabtu (1/1) malam WIB berhasil menahan imbang Indonesia 2-2. Thailand menang dalam selisih gol setelah pada leg pertama menggasak Indonesia 4-0. Dalam pertandingan yang berlangsung cukup menarik […]