Demi Pertumbuhan Ekonomi, Wali Kota Tarakan Hapus Pajak Restoran & Hotel

Editor Warung Teras di Kota Tarakan. /visi.news /busines site
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Pemkot Tarakan membuat kebijakan membebaskan pajak hotel dan restoran sebesar 10 persen kepada pelaku usaha hotel dan restoran. Kebijakan diambil sebagai dampak menurunnya tingkat ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang mengakibatkan tingkat okupansi dan transaksi jual beli menurun drastis.

Dilansir dari merdeka.com, Jumat (26/3/2021),  dr. Khairul, M. Kes. yang kala itu menjabat sebagai Wali Kota Tarakan, mengatakan, pembebasan pajak ini berlaku sejak Maret lalu dengan rencana pembebasan sampai bulan Juli 2020. Namun kondisi selanjutnya akan dilihat kembali, jika belum memungkinkan untuk dilakukan pemungutan pajak 10 persen, akan kembali dibebaskan hingga ekonomi masyarakat membaik.

“Masa berlakunya mulai tanggal darurat hingga bulan pemulihan, jadi kebijakan itu sudah dijalankan sejak Maret,” ujar Wali Kota Khairul kala itu.

Dengan adanya kebijakan ini diharapkan hotel dan restoran dapat menggeliat karena dapat memberikan promo kepada pelanggan. Dengan kebijakan ini, tentu saja potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tarakan hilang cukup besar, bahkan orang nomor satu di Tarakan ini menyebutkan hingga miliaran rupiah.

“Potensi yang hilang cukup besar, PAD kita yang ditargetkan 40 persen dari target awal tidak akan tercapai. Salah satu sumber PAD yang hilang ya pajak hotel dan restoran termasuk parkir yang sudah kita target sekian miliar tidak akan tercapai,” ungkapnya.

Selain pajak yang menjadi penyumbang PAD juga ada beberapa pajak yang aktivitasnya berkurang. Oleh karena itu Pemkot Tarakan harus melakukan beberapa revisi.@mpa/mdk

Baca Juga :  H. Erwin: PKL Sektor Paling Terpukul Akibat Pandemi, Tapi Kurang Perhatian Pemerintah

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Hotel di Arab Saudi Dilarang Sediakan Prasmanan Sahur

Jum Mar 26 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Arab Saudi melarang restoran dan hotel menyajikan makanan prasmanan buka puasa maupun sahur selama Ramadan. Tak hanya itu, buka puasa bersama di masjid juga dilarang. Keputusan itu diambil berdasarkan rekomendasi yang dibuat oleh pihak berwenang terkait sebagai bagian dari tindakan pencegahan dan protokol, guna mengekang penyebaran Covid-19 […]