Di UNS Pusdi Potensial Dikembangkan Jadi PUI yang Tidak Bagus Ditutup

Editor Ketua LPPM UNS, Prof. Dr. Okid Parama Astirin, didampingi Sekretaris LPPM UNS, Prof. Dr. Syamsul Hadi, menjelaskan rencana pengembangan Pusdi menjadi PUI di UNS. /visi.news/tok suwarto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SOLO – Pusat studi (Pusdi) yang bernaung di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang memiliki keunggulan dan potensial akan dikembangkan menjadi Pusat Unggulan Iptek (PUI).

Ketua LPPM UNS, Prof. Dr. Okid Parama Astirin, menjelang roadshow 2 hasil penelitian dan pengembangan produk grup riset dosen UNS, Kamis (21/10/2021), mengungkapkan kepada wartawan, saat ini di LPPM terdapat 8 dari 32 Pusdi yang memiliki potensi berupa keunggulan dan peran untuk dikembangkan menjadi PUI.”Kalau di antara 8 Pusdi itu ada 1 atau 2 yang menjadi PUI, akan menambah 3 PUI di UNS, yaitu PUI Baterei Lithium, PUI Fintech dan PUI Javanologi,” katanya.

Menurut Prof. Okid, pengembangan Pusdi menjadi PUI akan sangat bermanfaat bagi pengembangan UNS di bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
“Pengembangan Pusdi menjadi PUI sangat penting dalam ikut menyelesaikan permasalahan-permasalahan sesuai dengan ruang lingkupnya. Itu akan menjadi tolok ukur kemajuan Pusdi di UNS. Selain Pusdi yang berpotensi dikembangkan menjadi PUI, ada 5 Pusdi rintisan yang dievaluasi. Kalau kurang bagus akan digabung dengan Pusdi lain atau kalau terpaksa ya ditutup,” jelasnya.

Sekretaris LPPM UNS, Prof. Dr. Syamsul Hadi, menambahkan, mulai tahun 2021 ini seluruh Pusdi di bawah LPPM akan diakreditasi dan ditata ulang yang arahnya ke pengembangan Pusdi menjadi PUI.
Dalam akreditasi tersebut, poin penilaian antara grup riset dengan Pusdi dan dengan PUI masing-masing berbeda. Penilaian terhadap PUI merupakan yang terberat karena disyaratkan publikasi minimal setahun 25 karya.
“Di LPPM UNS, persyaratan publikasi untuk grup riset, misalnya, akan kita potong diperkecil menjadi 5 publikasi. Sehingga setelah total publikasi grup riset mencapai 25 kemungkinan bisa mengarah ke PUI,” jelasnya.

Baca Juga :  Seusai Mengikuti Sidang Putusan MK, Ini yang Disampaikan Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan

Sebanyak 2 hasil penelitian grup riset dosen UNS yang siap diproduksi dan dikunjungi dalam roadshow tersebut, yakni “Inovasi Helmet Continuous Positive Airway Presure Berbasis Internet of Things”, karya Ubaidillah, MSc, PhD bersama grup risetnya, dan “Inovasi Produk Berbahan Baku Ekstrak Spirulina sebagai Natural Skin Care”, karya pasangan suami-isteri Anif Nur Artanti, MSc. Apt dan Fea Prihapsara, MSc. Apt.@tok

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dorong Inovasi Mahasiswa : FIFGROUP Umumkan 5 Kelompok Terbaik Pemenang FIFGROUP Youth Innovation 2021

Jum Okt 22 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – PT Federal International Finance (FIFGROUP) sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia, memiliki misi yang berfokus untuk membawa kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat. Dalam upayanya, FIFGROUP turut berkontribusi aktif pada pengembangan masyarakat Indonesia, salah satunya dengan pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di […]