DUNIA ISLAM: Islam Pernah Berkuasa di India, Mengapa Tetap Hindu?

Editor Ilustrasi/republika.co.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Islam di India telah dimulai lewat jaringan perniagaan para saudagar Arab sejak masa Rasulullah saw. Sementara, ekspedisi resmi dilakukan Muhammad Ibn Qasim dari Bani Umayyah, lalu mencapai puncaknya pada masa Sultan Mahmud Ghaznawi. Ghaznawi dianggap sebagai milestone bagi sejarah Islam di anak benua India.

Saat ini diperkirakan lebih dari 180 juta penduduk India adalah Muslim. Angka ini menempatkan India sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar ketiga di dunia, setelah Indonesia dan Pakistan.

Pew Research Center bahkan memperkirakan, jumlah penganut Islam di India pada 2050 hingga 2070 akan menjadi yang paling besar di dunia.

Prof M Abdul Karim dalam Sejarah Islam di India mengatakan, jejak-jejak islamisasi itu masih terlihat jelas, baik berupa bangunan fisik maupun khazanah keilmuan.

Sejak penaklukan India oleh Ibn Qasim sampai berdirinya Dinasti Mughal, para sultan selalu berupaya mendapatkan pengakuan khalifah di pusat. Kecuali, Sultan Mubarak Khalji yang memutuskan hubungan dengan menyatakan diri sebagai “I am the sovereign king”. Hubungan dengan khalifah baru diputuskan secara resmi pada masa Mughal.

Sejarawan asal UIN Yogyakarta ini menambahkan, kontak antara Islam dan Hindu menghasilkan asimilasi yang kadang disebut Indo-Muslim. Dalam seni arsitektur, rancang bangunan merupakan campuran gaya Siria, Bizantium, Mesir dan Iran, sedangkan detilnya Hindu, Jaina, dan Budha.

Dari segi bahasa, asimilasi kultural melahirkan bahasa Urdu dan Bangla sebagai pengaruh Islam terhadap bahasa Sansekerta.
Namun, sekalipun Islam pernah berkuasa di India selama beberapa abad, mayoritas penduduk anak benua India tetap beragama Hindu.

Hal ini menimbulkan sejumlah pertanyaan di benak para sejarawan. Ira M Lapidus dalam Sejarah Sosial Ummat Islam Bagian 1-2 , berpendapat, hal itu disebabkan sejumlah faktor.

Baca Juga :  Giliran Pesantren Sukamanah Dikunjungi Wabup Tasik Antar Waktu

Pertama, sedikitnya penopang penaklukan Muslim di India. Komunitas Muslim merupakan sekelompok kecil tentara yang tidak didukung sebagian besar penduduk. umat Islam membentuk sebuah elite politik, tetapi tidak mampu menguasai seluruh negeri.

Kedua, struktur politik India pra-Islam tetap bertahan secara utuh. Beberapa penguasa lokal dan elite keagamaan Brahmana tetap mempertahankan kekuasaan politik lokal mereka di bawah pemerintahan Islam.

Pengukuhan terhadap para penguasa lokal dan perlindungan terhadap warga non-Muslim juga berperan menjaga kelangsungan identitas non-Muslim. @fen/sumber: republika.co.id

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

TAUSIAH: Allah SWT akan Perlihatkan Surga dan Neraka di Alam Kubur

Sab Des 5 , 2020
Silahkan bagikan– Ini yang dimaksud dengan orang yang masih hidup harus mendoakan mereka yang telah meninggal. VISI.NEWS – Di alam barzakh, orang belum masuk surga. Namun, di sana, orang sudah ditunjukkan tempatnya sehingga mereka ada yang bisa melihat surga. Ada pula yang ditunjukkan tempatnya sehingga mereka melihat neraka,” kata Prof […]