DUNIA ISLAM: ‘Menengok’ Islam di Seychelles

Editor Ilustrasi pemandangan Seychelles./via ihram.co.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia, nama Seychelles hanya terdengar asing.

Pasalnya, negara kecil yang terletak di sisi timur Benua Afrika ini memang sangat jarang diliput media di Tanah Air.

Seychelles, secara resmi Republik Seychelles, adalah sebuah negara kepulauan di Samudera Hindia, sekitar 1.500 kilometer sebelah timur Afrika. Negara bagian 115 pulau kecil adalah ibu kota Victoria.

Seychelles memproklamasikan kemerdekaannya dari Inggris pada tahun 1976.

Sejak saat itu, negara tersebut terus tumbuh dan berkembang, menjadikannya salah satu negara dengan indeks pembangunan manusia (IPM) tertinggi di Afrika (mencapai 0,772 pada tahun 2014).

Sayangnya, tingkat ketimpangan ekonomi di Seychelles juga tergolong tinggi. Ini karena distribusi pendapatan yang tidak merata di antara masyarakat.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Badan Intelijen AS (CIA), populasi Seychelles saat ini diperkirakan lebih dari 93.000. Itu juga menjadikannya negara berdaulat dengan populasi terkecil di Afrika. Jumlah umat Islam di Seychelles saat ini sekitar 1.490 jiwa atau hanya 1, 6 persen dari total penduduk negara tersebut.

Sejarah keberadaan Islam di Seychelles cukup menarik untuk diteliti. Beberapa sumber menyebutkan bahwa para pelaut dan pedagang muslim mengunjungi Seychelles jauh sebelum orang Eropa menginjakkan kaki di nusantara pada awal abad ke-16.

Namun, Islam tidak pernah diakui secara resmi di sana hingga masjid pertama didirikan pada tahun 1982.

Menurut catatan sejarah, tidak ada penduduk yang tinggal secara permanen di Seychelles hingga akhirnya penjajah Prancis mendirikan pemukiman pertama mereka di wilayah tersebut pada tahun 1770.

Selama dua abad berikutnya, wajah demografis Seychelles terus mengalami dinamika akibat semangat kolonialisme dan imperialisme negara-negara Eropa, seperti Prancis dan Inggris, di pulau-pulau.

Baca Juga :  Dugaan Pungli di MKKS Kab. Bandung, GNPK RI Jabar Siap Mengadvokasi Para Kepsek SMK

Setelah merdeka dari Inggris, Islam mulai menunjukkan ketangkasannya di Seychelles. Saat ini, muslim di sana bisa hidup berdampingan dengan non-muslim – yang mayoritas memeluk Katolik Roma.

Negeri kecil ini telah berhasil menerapkan prinsip toleransi dengan cukup baik dalam kehidupan masyarakatnya. Buktinya, Pemerintah Seychelles mengizinkan umat Islam untuk menyiarkan pesan-pesan keagamaan setiap hari Jumat, meski durasinya sangat terbatas, hanya 15 menit.
@fen/sumber: ihram.co.id

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

TAUSIAH: Manajemen Waktu Menurut Islam (1)

Sab Jan 2 , 2021
Silahkan bagikanOleh Wardani VISI.NEWS – Yang dimaksud dengan “manejemen waktu” dalam pengertian sederhana adalah “mengatur waktu”. Manajemen pada prinsipnya adalah mengatur, mengorganisasikan, atau memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk aktivitas dan tujuan yang bermanfaat. Memang, jika kita mengacu kepada istilah “menajemen” dalam pengertian sesungguhnya, tentu ada yang disebut: perencanaan, pelaksanaan, kontrol, […]