Heboh Varian Omicron, Luhut Tegaskan Indonesia Tak Akan Lockdown

Editor Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau hutan Mangrove di Denpasar, Bali, Kamis (25/11/2021)./via suara.com/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menegaskan pemerintah tetap tidak akan menerapkan karantina wilayah atau lockdown untuk mencegah masuknya varian baru Covid-19 B.1.1.529 atau Varian Omicron.

Luhut mengatakan lockdown bukan pilihan yang tepat, banyak negara yang melakukan lockdown tetap kebobolan dan berdampak juga terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Lockdown itu juga tidak menyelesaikan masalah. Kita lihat banyak negara yang melakukan lockdown itu malah mendapat serangan (Covid-19) lebih banyak,” kata Luhut dalam jumpa pers, Minggu (28/11/2021), seperti dilansir Suara.com.

Luhut menyebut pemerintah masih mengandalkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level dan akan disamaratakan secara nasional menjadi level 3 pada 24 Desember 2021 – 2 Januari 2022.

“Kalau dari pengalaman kita karena seperti juga kita sepakat, kita sudah jauh lebih canggih daripada kejadian yang lalu, kita mengawasi dengan cermat saya kira sudah cukup bagus. Jadi kita mencari keseimbangan sekali lagi, ekuilibriumnya,” tegasnya.

Pemerintah juga telah menutup pintu masuk bagi Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki riwayat perjalanan dalam 14 hari terakhir dari 11 negara yang telah terjadi transmisi lokal varian Omicron.

Sebanyak 11 negara yang diblokade itu, adalah Afrika Selatan, Botswana, Lesotho, Eswatini, Mozambique, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Angola, Namibia, dan Hongkong.

Peraturan ini dikecualikan kepada pemegang visa diplomatik dan dinas, pejabat asing setingkat menteri ke atas beserta rombongan yang melakukan kunjungan resmi/kenegaraan, masuk dengan skema Travel Corridor Arrangement, dan delegasi negara anggota G20.

Warga Negara Indonesia (WNI) dengan riwayat perjalanan dari negara-negara itu tetap diperbolehkan pulang, tapi akan dikarantina selama 14 hari setibanya di tanah air.

Baca Juga :  Final Piala FA, Tuchel Perdana Dampingi Chelsea di Depan Suporter

Sedangkan untuk WNA dan WNI dari negara lain yang tidak disebutkan di atas wajib melakukan penyesuaian durasi karantina menjadi 7×24 jam.

Para pelaku perjalanan internasional yang dikarantina tetap wajib divaksin dan melakukan tes Covid-19 pada awal (entry test) dan akhir (exit test) masa karantina untuk memastikan mereka tidak membawa virus Covid-19 dari luar negeri.

Entry test akan dilakukan saat tiba di pintu masuk Indonesia, dan exit tes akan dilakukan pada hari ke-6 karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang melakukan karantina dengan durasi 7 hari, dan pada hari ke-13 karantina bagi yang karantina dengan durasi 14 hari. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Maraknya Peredaran Rokok Ilegal, Pemkab Sleman Adakan Sosialisasi Cukai Rokok Lewat Budaya dan Olahraga

Sen Nov 29 , 2021
Silahkan bagikanRokok menjadi penyumbang pajak terbesar di Indonesia, maraknya peredaran rokok dan tembakau tanpa bea cukai membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman membuat sosialisasi pada Sabtu (27/11/2021). Fokus sosialisasi ini menyasar ke komunitas senam, komunitas sepeda ontel dan komunitas jemparingan di Kalurahan Purwomartani, Kapenewon Kalasan Kabupaten Sleman. Danang Maharsa selaku Wakil […]