HIDAYAH: Kisah Seorang Mualaf Prancis yang Tersentuh Alquran (1)

Editor Ilustrasi/via republika.co.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Hidayah menyentuh hati seorang mualaf asal Prancis melalui merdunya lantunan ayat suci Alquran.

Dalam artikel yang diterbitkan di laman About Islam, dilansir Kamis (12/11/2020), penulis Claudia Azizah menceritakan tentang kisah dan perjalanan seorang mualaf di negara asalnya di Prancis.

Sebut saja namanya Maryam, dia dibesarkan sebagai seorang Katolik dalam keluarga tradisional Prancis yang tinggal di Prancis Selatan.

Ketika duduk di bangku sekolah menengah, Maryam memiliki teman satu kelas yang merupakan seorang gadis muslimah. Tidak ada yang ingin berteman dengannya. Karena itulah, Maryam merasa kasihan padanya.

Namun, orang tua Maryam mengajarinya untuk bersikap baik kepada semua orang, terlepas dari warna rambut atau kulit mereka, atau dari mana mereka berasal.

Karena itulah, Maryam memutuskan untuk menjadi temannya. Teman muslimahnya itu pintar dan kerap membantunya ketika ia kesulitan dengan matematika.

Dua kali sepekan Maryam dan teman muslimahnya itu belajar di rumahnya.

Suatu hari, ketika ia berumur 15 tahun, mereka tidak bisa belajar di rumahnya. Karena itu, Maryam diundang ke rumah teman muslimahnya tersebut. Ia belum pernah ke sana sebelumnya. Namun, Maryam ingat bahwa ia sangat senang bertemu dengan ibu temannya itu.

Teman muslimahnya tinggal di sebuah apartemen kecil dan kebetulan ia tidak memiliki kamar tidur sendiri sehingga mereka belajar di ruang tamu.

Maryam mengingat bahwa ibu temannya itu begitu ramah dan menyiapkan sesuatu untuk mereka makan. Saat mereka belajar, Maryam melihat ibu temannya membaca dari sebuah buku di sudut lain ruangan. Meskipun sang ibu mencoba membaca dengan pelan, namun ia mendengar melodi yang indah.

Kala itu, Maryam bertanya kepada temannya apa yang sedang dilakukan ibunya. Dia menjawab bahwa ibunya tengah membaca Alquran, kitab suci umat Islam.

Baca Juga :  Saudi Buka Haji Terbatas, Ini Pernyataan Menag Yaqut

Maryam terkejut lantaran ia tidak pernah mendengar orang membaca Alkitab dengan cara yang sama. Maryam kemudian meminta ibu temannya itu untuk duduk dekat mereka dan membacakan Alquran untuknya.

“Meskipun saya tidak mengerti sepatah kata pun, saya sangat menikmati bacaannya. Anehnya, itu menyentuh hati saya,” ujar Maryam.

Sama halnya ketika ditanya bagaimana merasa mendengarkan bacaan Alquran begitu menawan ketika dibuat dalam bahasa Arab, seorang Profesor Madya Matematika di Universitas Kansas, Dr. Jeffrey Lang, yang menghabiskan 18 tahun pertama hidupnya di sekolah Katolik menjawab, “Mengapa seorang bayi terhibur oleh suara ibunya?”

Mulai saat itu, Maryam mencoba mengunjungi teman muslimahnya itu lebih sering, dan ibunya akan membacakan Alquran untuknya. Semakin ia mendengarkan ibu temannya membaca Alquran, semakin ia ingin mengetahui tentang agamanya. (bersambung)/@fen/sumber: republika.co.id

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

31 Lab. Mobil PCR Disiapkan untuk Layani Vaksinasi Warga di 270 Desa di Kab. Bandung

Sel Feb 2 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PKS yang juga Ketua Komisi D, Maulana Fahmi mengapresiasi lounching mobil Polymerase Chain Reaction (PCR) yang diinisiasi Pemerintahan Desa Cipagalo bekerja sama dengan pihak swasta, Vaksinku, di Jalan Terusan Buahbatu No 161 halaman Kantor Desa Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Senin […]