Inohong Jabar Ajak Warga Tak Ragu Divaksin Covid-19

Editor Ahmad Heryawan merasa sehat setelah suntikan kedua. /visi.news/humas jabar
Silahkan bagikan

VISI.NEWS –  Gubernur Jawa Barat periode (2008- 2018) Ahmad Heryawan jadi salah satu tokoh atau inohong Jabar yang mendapat vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (24/3/2021).

Ahmad Heryawan menuturkan bahwa setelah disuntik dosis pertama dan kedua dirinya merasa sehat dan baik- baik saja. Menurut dia, tidak terjadi dampak fisik yang berarti terhadap dirinya.

“Alhamdulillah saya bisa mendapatkan vaksin dosis kedua setelah dua minggu yang lalu saya mendapatkan vaksin yang sama di Pemprov Jabar ini. Alhamdullah, dosis yang pertama tidak ada gejala pascaimunisasi, sekarang juga tidak ada,” ungkapnya.

Ahmad Heryawan berharap vaksinasi menjadi langkah penyelesaian memutus mata rantai Covid-19. Apalagi dengan upaya vaksinasi yang makin hari makin merata ke hampir seluruh masyarakat Indonesia.

“Maka ‘herd immunity,’ atau imunitas massal yang ada pada masyarakat bisa terbentuk, sehingga lambat laun kita bisa selesai terbebas dari bahaya Covid-19 ini,” katanya.

“Sekali lagi kita mendukung program pemerintah untuk menghadirkan vaksin bagi seluruh warga di negeri ini. Mudah- mudahan ini bagian terpenting untuk penanggulangan Covid-19. Sehingga pada hari- hari ke depan Indonesia dan dunia bisa terbebas dari Covid-19,” ucapnya.

Tak lupa, Heryawan mengajak warga Jabar tidak ragu divaksin. Sebab sudah terjamin kehalalan dan keamanannya.

“Saya mengajak kepada masyarakat untuk tidak ragu untuk divaksin. Secara kehalalan sudah dapat label halal dari MUI, pada saat yang sama vaksin sudah mendapat izin kedaruratan dari Badan POM. Sehingga insyaallah vaksin ini aman untuk diberikan kepada masyarakat Indonesia,” katanya.

Dalam vaksinasi dosis kedua, Heryawan didampingi Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja. Sekda menanggapi perubahan jeda waktu vaksin dosis pertama dengan kedua dari 14 menjadi 28 hari. Dirinya mengimbau supaya warga Jabar tak perlu bingung atas perubahan jeda waktu tersebut.

Baca Juga :  Susah Payah Chelsea Taklukkan West Ham 1-0

Sebab, hal itu merupakan kebijakan Kementerian Kesehatan yang dibahas bersama BPOM dan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional. Perubahan interval vaksin pun diatur dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/1/653/2021 terkait Optimalisasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.

“Secara medis semuanya aman. Protap kesehatan berubah – ubah ketika wabah sesuatu yang wajar, yang pasti, pemerintah mengambil langkah dengan menomorsatukan keselamatan rakyat,” tambahnya.@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tekan Angka Pengangguran, Pemkot Bandung Gelar Ekrutes Job Fair

Kam Mar 25 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Dampak dari pandemi Covid-19 begitu terasa, terutama bagi sektor ekonomi. Hal ini menyebabkan angka pengangguran semakin bertambah, tak terkecuali di Kota Bandung. Guna menekan angka pengangguran, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Satgas Pemulihan Ekonomi bekerja sama dengan Ekrutes […]