Jelang Nataru, Satgas Ingatkan Mobilitas Tinggi Berpotensi Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Editor Sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Rabu (23/12/2020)./suara.com/angga budhiyanto/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kerap menjadi perhatian karena dapat menjadi momentum lonjakan kasus baru Covid-19. Seperti yang terjadi tahun lalu, di mana lonjakan kasus di Indonesia meningkat hingga belasan ribu kasus untuk pertama kalinya pada akhir Januari 2021.

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Ginting menegaskan, kepatuhan menjalankan protokol kesehatan harus tetap dijaga, termasuk dalam sarana transportasi.

“Seiring pelonggaran dan pemulihan perekonomian, social mixing (kerumunan) pasti meningkat sehingga harus ada yang mengerem. Yang mengerem adalah regulasi,” kata Alex dalam webinar Satgas Penanganan Covid-19, Rabu (3/11/2021), dilansir Suara.com.

Belajar dari lonjakan kasus yang terjadi pada libur Nataru tahun lalu, Alex menyampaikan bahwa pemerintah berupaya agar hal serupa tidak terjadi lagi.

Salah satu caranya dengan menyusun strategi lintas kementerian atau kelembagaan untuk mengantisipasi lonjakan kasus menjelang libur akhir tahun.

Sebagaimana periode Nataru tahun lalu, pada 1 Desember 2020, kasus konfirmasi Covid-19 harian tercatat sekitar 5.000 kasus. Sementara pada 30 Januari 2021 atau pasca libur Nataru, angkanya melonjak hingga lebih dari 14.500 kasus.

Diperkirakan, periode libur panjang seperti Nataru kembali bakal meningkatkan mobilitas masyarakat. Dan pergerakan manusia dalam jumlah besar sangat berisiko menimbulkan transmisi Covid-19 bila tidak disertai perlindungan kesehatan yang ketat.

Guna menekan potensi penularan yang disebabkan oleh peningkatan mobilitas masyarakat, khususnya periode Natru, pemerintah melakukan penyesuaian terkait aturan perjalanan.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati membenarkan bahwa aspek mobilitas memberikan peranan besar terhadap terjadinya kasus Covid-19.

Karena itu, pemerintah menetapkan kebijakan untuk mengatur mobilitas sesuai dengan perkembangan situasi pandemi terkini, melalui koordinasi dan kolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Baca Juga :  Pemeliharaan Sistem Elektronik Masjidilharam Rampung

“Meski sekarang suasananya berbeda, seperti vaksinasi sudah meluas, prokes sangat dipahami, dan kasus sudah melandai, tapi kewaspadaan harus tetap ditingkatkan,” kata Adita.

Penanganan pandemi pada akhir tahun ini, menurutnya, bisa jadi pijakan baik untuk pandemi tahun berikutnya. Kuncinya, Nataru harus bisa dikendalikan. Ia mengingatkan, meskipun mobilitas berjalan, harus tetap dilakukan upaya menekan timbulnya risiko penularan. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Syukuran Pensiun Kadisdik Kab. Bandung, Kang DS Berikan Apresiasi

Kam Nov 4 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SOREANG – Di akhir masa jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bandung, Juhana mendapatkan apresiasi yang setinggi-tingginya dari Bupati Bandung HM Dadang Supriatna. Apresiasi tersebut diberikan bupati, karena Juhana dianggap mampu menjalankan program-program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung khususnya di sektor pendidikan. “Mengurus dinas pendidikan itu […]