Kang DS: Pendidikan Kab. Bandung Harus Bersih, Akuntabel, Transparan dan Bebas Pungli

Editor Bupati Bandung HM Dadang Supriatna. /VISI.news/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SOREANG – Bupati Bandung HM Dadang Supriatna menegaskan, dunia pendidikan di Kabupaten Bandung harus bersih, akuntabel, transparan dan bebas dari pungutan liar (pungli).

“Jika aparatur pendidikannya jauh dari agama, bagaimana mental anak-anak didiknya nanti. Lebih baik kita fokus pada program-program yang nyata, jangan ada manipulasi,” ungkap Bupati Bandung di sela acara Festival Panen Hasil Belajar Program Guru Penggerak Angkatan 2 tahun 2021 di Sunshine Hotel, Soreang, Sabtu (13/11/2021).

Ia juga menginstruksikan para pendidik untuk mendukung program prioritas Kabupaten Bandung. Salah satunya adalah menyukseskan tiga program muatan lokal (mulok).

“Saya minta para guru bisa sukseskan program mulok yang terdiri dari tiga muatan. Yaitu pertama P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila), kedua belajar berbahasa Sunda dan budaya Sunda, dan yang ketiga pendidikan keagamaan,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Pria yang akrab disapa Kang DS itu menjelaskan program-program pendidikan yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung dalam rangka mensejahterakan para tenaga pendidik. Salah satunya pemberian insentif kepada guru ngaji.

“Saya juga ingin mensejahterakan semua tenaga pendidik, termasuk usulan perbaikan nasib guru honorer akan saya perjuangkan. Itu semua sebagai bentuk perhatian Pemkab Bandung terhadap kesejahteraan dunia pendidikan,” tandasnya.

Terkait Guru Penggerak sebagai program unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dinilai Kang DS sebagai upaya menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, baik dari sisi intelektual, sosial maupun spiritual, yang dibutuhkan dalam pembangunan.

“Guru dapat meningkatkan kompetensinya, sebagai pemimpin proses pembelajaran yang berpusat pada siswa. Selama pelaksanaan program, guru akan dibimbing oleh instruktur, fasilitator dan pengajar praktek yang profesional,” imbuhnya.

Baca Juga :  Regu Putri Indonesia Tembus ke Perempatfinal Piala Uber 2022

Ia berpesan, guru penggerak harus melaksanakan tugasnya dengan diiringi keimanan dan ketaqwaan, serta pikiran yang positif. Dengan ilmu agama yang kuat, tuturnya, guru dapat membentuk karakter murid tanpa melanggar norma-norma agama.

“Ciptakan sugesti, bahwa murid kita adalah calon pemimpin yang sukses di masa depan. Saya yakin dengan ilmu agama yang dimiliki para guru, mereka dapat mencetak murid-murid menjadi pemimpin yang hebat,” pungkasnya.@alfa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Hendak Curanmor Kedua Pelaku Nyaris Tewas Dihakimi Massa di Purwakarta

Ming Nov 14 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | PURWAKARTA – Kepergok hendak merampas sepeda motor, dua orang warga Bogor, nyaris tewas dihakimi massa di Kampung Conggeang RT 014/005 Desa Cilangkap, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta. Sabtu (13/11/2021). Diketahui kedua pelaku mengalami luka serius sehingga harus dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih untuk menjalani […]