Kasatpol PP : Di Kawasan Alun-Alun – Dalem Kaum Disiagakan 30 Petugas Jaga

Editor Kasat Pol PP Kota Bandung, Rasdian. /visi.news/eko aripyanto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Alun-alun Kota Bandung merupakan salah satu lokasi yang banyak dikunjungi warga, baik dalam kota ataupun luar kota, namun dibalik ramainya kunjungan warga tersebut, banyak beberapa hal negatif yang membuat risih dan tidak nyaman.

Aksi dugaan oknum pengamen dan penjual kopi yang kerap maksa, pembuat tato temporary dengan harga tak wajar misalnya, banyak dikeluhkan warga hingga dianggap tidak nyaman lagi ketika berkunjung ke alun-alun.

“Perlakuan negatif tersebut sering terdengar dan terjadi, sehingga kondisi tersebut membuat warga menjadi tidak nyaman untuk berkunjung saat ini ke Alun-alun,” kata Santi, salah seorang warga.

Beberapa waktu lalu, lanjut Santi, terdengar peristiwa pengeroyokan menimpa pengunjung yang diduga dilakukan oleh oknum pembuat tato temporary, dugaan pemerasan oknum penjual kopi botol dan banyak oknum pengamen yang maksa.

“Hal ini tidak terjadi di alun-alun, seharusnya ada penjagaan atau pengawasan yang ketat, sehingga hal tersebut tidak kemudian menimpa pada pengunjung yang tengah bermain di alun-alun,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, Kasat Pol PP Kota Bandung, Rasdian menjelaskan, sebenarnya sudah disiagakan petugas jaga di kawasan Alun-alun, Asia Afrika, dan Kapatihan sampai Dalem Kaum.

“Sudah ada tiga regu yang berjaga di Alun-alun, Asia Afrika, dan Kapatihan sampai Dalem Kaum. secara bergantian, jumlahnya sekitar 30 petugas,” jelasnya.

Disinggung terkait peristiwa pengeroyokan seorang bapak oleh pembuat tato temporary disekitar kawasan alun-alun beberapa waktu lalu, menurutnya hal tersebut sudah menjadi ranah hukum yang ditangani oleh pihak kepolisian.

“Pengeroyokan itu menjadi ranah hukum kepolisian, namun pada prinsifnya, Pol PP Kota Bandung telah beberapa kali menertibkan usaha tato, karena dianggap melanggar zona yang dilarang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polres Sukabumi Gagalkan Ribuan Wisatawan Hendak Masuk ke Objek Wisata Geopark

Terakhir, kepada VISI.NEWS, Jumat (7/1/22), Dadang menambahkan, masyarakat diminta untuk melapor ke petugas jaga jika menemukan peristiwa atau kejadian yang meresahkan pengunjung baik di Alun-alun, Asia Afrika, dan Kapatihan sampai Dalem Kaum.

“Kami mengimbau kepada warga agar melapor ke aparat setempat atau anggota yang bertugas di lokasi, jika terjadi hal yang meresahkan,” pungkasnya.@eko

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Maraknya Kekerasan dan Pelecehan Seks, RUU TPKS Dibutuhkan

Jum Jan 7 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS |BANDUNG – Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat (Jabar) Abdul Hadi mengapresiasi Panitia Kerja (Panja) DPR RI yang sudah merespon arahan Presiden Jokowi agar segera mengesahkan RUU TPKS menjadi UU. Menurut Abdul Hadi, RUU TPKS saat ini menjadi kebutuhan kepastian hukum atas maraknya kasus keerasan dan pelecehan […]