Kerja Keras Menjadi Kunci Kemenangan Timnas U-18

Editor Tim Garuda Nusantara melakoni pertandingan uji coba kontra Antalyaspor U-18 pada Minggu (21/11) sore hari waktu setempat di Limak Football Complex, Antalya, Turki. Skor 3-1 menutup pertandingan pada laga uji coba tersebut./via pssi.org/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | TURKI – Kemenangan perdana Timnas Indonesia U-18 menjadi awal yang baik bagi Garuda Nusantara seusai melakoni pertandingan kontra Antalyaspor U-18 pada Minggu (21/11) sore hari waktu setempat di Limak Football Complex, Antalya, Turki. Skor 3-1 menutup pertandingan pada laga uji coba tersebut.

Pelatih kepala, Shin Tae-yong mengungkapkan bahwa para pemain telah melewati latihan tiga kali sehari dan telah bekerja keras dalam pertandingan.

Meski baru melakukan pemusatan latihan (TC) beberapa hari yang lalu, namun Garuda Nusantara berhasil menunjukkan semangatnya pada laga uji coba perdananya. Shin Tae-yong juga mengucapkan terima kasih kepada para pemain atas usaha dan kerja kerasnya.

“Memang para pemain baru memulai TC beberapa hari yang lalu, jadi tidak lama, dan latihan juga sehari tiga kali, tetapi mereka sangat bekerja keras dalam pertandingan dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pemain,” kata Shin Tae-yong, melansir laman pssi.org.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut menambahkan bahwa ia telah menemukan beberapa pemain yang ia anggap penting untuk skuad Garuda Nusantara. Namun ia menegaskan tidak dapat menyebutkan nama-nama tersebut dalam upaya menjaga motivasi para pemain.

“Jujur untuk U-18 ada beberapa pemain yang sangat penting untuk skuad Garuda, tetapi tidak bisa disebut namanya karena tidak bisa menjadi motivasi untuk pemain-pemain,” ungkapnya.

Pada menit-menit terakhir, terjadi komunikasi yang kurang baik di antara kedua tim. Salah satu pemain Antalyaspor U-18 memecah konsentrasi Garuda Nusantara bahkan hingga memukul salah satu pemain Timnas U-18, Rusadi. Shin Tae-yong menyoroti hal tersebut sebagai hal yang bukan masalah karena lawan dalam keadaan kalah.

“Tidak masalah, karena memang lawan juga dalam keadaan kalah dan juga memang di dalam pertandingan bisa terjadi,” ujar pelatih berusia 52 tahun.

Baca Juga :  Soal Surat Rekomendasi PPDB, Dadang Supriatna Mohon Maaf

Dalam pertandingan perdana ini, tentunya terdapat evaluasi untuk Garuda Nusantara. Passing yang lemah dan tidak percaya diri ketika membawa bola masih menjadi bahan evaluasi. Kondisi yang dihadapi saat ini memang berat, namun Shin Tae-yong yakin apabila hal tersebut diperbaiki satu demi satu, maka Garuda Nusantara akan menjadi tim yang baik.

“Jadi passingnya sangat lemah dan juga tidak percaya diri ketika dribble dan kondisinya pun memang sedang berat. Jadi kalau diperbaiki satu demi satu pasti akan menjadi tim yang baik.”

Ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir di babak pertama, terjadi kemelut di lini belakang Garuda Nusantara. Tendangan pemain lawan menyentuh tangan salah satu pemain Timnas U-18 dan mengakibatkan hadiah penalti bagi Antalyaspor yang berbuah gol untuk tim lawan.

Shin Tae-yong menyoroti gol tersebut, sebagai hal yang tidak masalah. Ia mengungkapkan cukup bisa terjadi hal seperti itu. Evaluasi yang didapat adalah bagaimana Garuda Nusantara tidak kemasukan gol seperti itu lagi dan terus memperbaikinya.

“Tidak ada masalah waktu kemasukan gol. Cukup bisa terjadi kemasukan di permainan bola. Jadi pastinya nanti akan ada meeting untuk tidak kemasukan gol seperti itu lagi, pasti (kita) akan memperbaikinya.” tutup Shin Tae-yong.

Pada pertandingan tersebut berlangsung seru, sejak menit-menit awal Indonesia terus menekan lawan. Beberapa kali percobaan untuk menembus pertahanan, dilakukan oleh Kakang Rudianto, dkk. Kakang yang tampil sebagai kapten tim memotivasi rekan-rekannya untuk terus menekan lawan.

Dari menit ketiga, umpan Ronaldo sudah memanjakan Subhan di depan gawang lawan, namun gagal dimanfaatkan oleh Subhan.

Jual beli serangan terus dilakukan oleh kedua belah pihak, namun penguasaan bola leboh banyak kepada Garuda Nusantara, berkali-kali serangan yang dibangun oleh Kakang dan kawan-kawan belum bisa menembus gawang lawan.

Baca Juga :  M. Soleh Kelola Panti Yatim, Tanpa Mengandalkan Donatur

Akhirnya, baru pada menit ke-33’ Ronaldo dapat merobek gawang lawan, berawal dari tendangan sudut Subhan yang berhasil mengecoh lawan, dan dimanfaatkan Ronaldo dengan tendangan kerasnya. 1-0 untuk Indonesia.

Gol tersebut malah membuat kepercayaan diri pemain Indonesia bertambah, mereka makin gencar membongkar pertahanan lawan. Menit ke-37′ lagi-lagi umpan Subhan berhasil diterima Ronaldo, namun sayangnya gol belum memihak Garuda Nusantara kali ini.

Saat laga memasuki menit ke-39′, Ronaldo dilanggar oleh lawan, Indonesia mendapatkan hadiah tendangan penalti. Alfriyanto Nico Saputro berhasil menunaikan tugasnya sebagai algojo di menit ke-40’. 2-0 untuk Indonesia bertahan hingga turun minum.

Mulai babak kedua, di menit ke-45 Indonesia kemasukan gol dari Denir. Namun dengan tekad dan semangat pantang menyerah Indonesia berhasil membalasnya, sekaligus memenangkan laga.

Gol ketiga Garuda Nusantara berasal dari aksi Ronaldo di menit ke-81′. Skor 3-1 menjadi penutup pada laga itu. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PBSI Percepat Pelatihan Agar Pelatih Cabor Bulu Tangkis Bersertifikat BWF

Sel Nov 23 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SOLO – Induk organisasi olahraga bulu tangkis Indonesia, PBSI berupaya terus mempertahankan supremasi cabang olahraga tersebut di kancah dunia melalui percepatan pelatihan untuk menghasilkan pelatih dengan sertifikasi federasi bulu tangkis dunia BWF. Pengurus Cabang (Pengca) PBSI Jawa Tengah (Jateng) bekerjasama dengan Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret […]