Ketua Jamparing Institute: LPSE Memerlukan SDM yang Handal dan Bertanggung Jawab

Editor Ketua Jamparing Institute yang juga Sekretaris DPD AMPI Kab. Bandung, H. Dadang Risdal Aziz./visi.news/ki agus.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) merupakan layanan pengelolaan teknologi informasi untuk memfasilitasi pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik. Termasuk LPSE di Kabupaten Bandung, untuk itu pasti diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan memahami tanggung jawabnya sebagai penyelenggara kegiatan.

Selain itu, dikatakan Ketua Jamparing Institute yang juga Sekretaris DPD AMPI Kab. Bandung, H. Dadang Risdal Aziz, LPSE memfasilitasi registrasi penyedia barang dan jasa yang berdomisili di wilayahnya. “Pada prinsipnya dengan adanya LPSE ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat, memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan,” katanya di Pemkab Bandung, Rabu (17/3/2021).

Termasuk mendukung proses monitoring, lanjut dia, dan memenuhi kebutuhan akses informasi yg real time guna mewujudkan clean and good government dalam pemgadaan barang/jasa pemerintah. Sebab LPSE ini sendiri Juklak Juknisnya sebelum ada revisi pada tahun 2021 memakai Perpres no 16 tahun 2018 dan sekarang memakai perpres no 12 tahun 2021.

Dadang menambahkan, dalam pelaksanaan lelang tentu panitia lelang, akan melihat semua aspek persyaratan para peserta lelang, tujuanya adalah untuk mendapatkan pihak ketiga yg kompeten dan tepat agar pekerjaan pengadaan barang/jasa sesuai dengan ukuran dan standar yang telah ditentukan baik secara kualitas maupun kuantitasnya.

Sebab dalam prosesnya kegiatan tersebut akan ada tim pengawas yang akan memeriksa di setiap tahapan pekerjaan pengadaan barang/jasa. Tentu sedikitnya, menurut Dadang, akan meminimalisir deviasi atau penyimpangan pekerjaan.

“Karena untuk dapat menang lelang panitia lelang tidak saja melihat dari penawaran paling rendah, faktor lain pun akan ikut menentukan, kualifikasi perusahaan apakah sudah sesuai dengan perundang-undangan untuk bisa menjalankan usaha, pengalaman pekerjaan baik secara teknis maupun manajerial, dan perusahaan tidak masuk dalam daftar hitam, dan persyaratan-persyaratan lainnya sebagai penunjang,” ujar dia.

Baca Juga :  Rumah Enung dan Enah di Cicalengka Ludes Diamuk "Si Jago Merah"

Sementara penyesuaian dalam pekerjaan ini, dia mengemukakan, akan terlihat dan terperiksa saat upload dokumen persyaratan mengikuti lelang secara elektronik. Disana akan terlihat apakah perusahaan tersebut memiliki kualifikasi pekerjaan yang dilelangkan atau tidak, ketika pun ada pemenang lelang yang justru tidak memiliki kualifikasi yang sesuai dengan jenis dan teknis pekerjaan ini, jelas hal terindikasikan ada kelalaian dari operator LPSEnya.

Dan biasanya pemenang lelang akan dibatalkan, jelas dia, selanjutnya akan dilakukan lelang ulang. Secara garis besar LPSE adalah sebuah upaya sistimatis untuk meminimalisir penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa. Meski dalam prakteknya belum sempurna karena operatornya juga tetap manusia yang dimungkinkan akan ada human error.

“Jadi dibutuhkan SDM yang handal dan mumpuni serta tersertifikasi yang memahami betul baik sisi regulasi, teknis dan non teknis dari setiap tahapan perencanaan pengadaan barang/jasa tersebut,” pungkas dia.

Ketika hal itu hendak dikonfirmasikan ke Kabag LPSE Setda Kab. Bandung, beberapa pegawainya mengatakan kalau Kabagnya sudah pulang sejak siang tadi dengan alasan ada keperluan mendadak.

Tapi setelah diluar ruangan kantor bertemu dengan Kabag LPSE bersangkutan, dan ketika mau dimintai pendapatnya, dia langsung masuk keruangannya kembali. Dan pintu masuk langsung ditutup pegawainya. @qia.

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

RK Setuju Mudik Tak Dilarang: Beda Kondisi dengan Tahun Lalu

Kam Mar 18 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sepakat dengan pemerintah pusat terkait kebijakan mudik Lebaran yang tak dilarang tahun ini. Menurut Emil, sapaannya, kondisi penanganan Covid-19 tahun ini berbeda dengan tahun 2020. Salah satunya, tahun ini pemerintah telah memiliki teknologi pengetesan antigen untuk mendeteksi Covid-19 yang belum ada di […]