KHUTBAH JUMAT: Menyiapkan Bekal untuk Kehidupan di Akhirat

Editor Ilustrasi masjid./net/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG –

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَجَعَلَ لِلْوُصُوْلِ إِلَيْهِ طَرَائِقَ وَاضِحَةً وَسُبُلاً. أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً نَرْجُوْ بِهَا عَالِيَ الْجَنَانِ نُزُلاً، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَقْوَمُ الْخَلْقِ دِيْنًا وَأَهْدَاهُمْ سُبُلاً، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً. أمَّا بَعْدُ:‎

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Taala yang menjadikan hidup dan mati, untuk menguji hamba-hamba-Nya sehingga terbedakan siapa yang paling baik amalannya di antara mereka.

Selawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi yang mulia, Muhammad ibn Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang senantiasa mengikuti jalannya.

Kehidupan dunia ini ibarat tempat penyeberangan yang sedang dilalui oleh orang-orang yang hidup di dalamnya. Setiap orang akan melewati dan meninggalkannya, lalu menuju kehidupan yang sesungguhnya.

Dunia ini tempat beramal dan akhirat sebagai tempat pembalasan amalan. Maka setiap orang yang beramal, dia akan melihat balasannya. Dan orang yang lalai akan menyesali perbuatannya.

Hari pembalasan pasti akan datang. Maka, janganlah kita tertipu dengan gemerlapnya kehidupan dunia yang sementara ini sehingga melalaikan kehidupan yang sesungguhnya di akhirat nanti.

Ingatlah bahwa kematian adalah suatu kepastian yang akan menimpa seseorang. Kematian akan memisahkan dirinya dari keluarga, harta, serta tempat tinggalnya.

Allah Subhanahu wa Taala berfirman:

تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلاَئِكَةُ أَلآتَخَافُوا وَلاَتَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ . نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي اْلأَخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَاتَشْتَهِي أَنفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَاتَدَّعُونَ‎

“Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, ‘Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih dan berbahagialah dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepada kalian.’ Kami adalah penolong-penolong kalian dalam kehidupan dunia dan akhirat, di dalam (surga) kalian akan memperoleh apa yang kalian inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kalian minta.” (Fushshilat: 30-31)

Baca Juga :  Pengacara Trump Digugat Rp18 T karena Bohong Pilpres Curang

Sungguh, kita semua tentu mengharapkan kabar gembira di saat malaikat maut hendak mencabut nyawa kita. Karena dengan itu seseorang akan mengawali kehidupan bahagia di alam akhiratnya. Dimulai dengan kenikmatan di alam kuburnya dan kemudahan-kemudahan yang akan terus dialami pada kehidupan akhiratnya.

Keutamaan yang Allah Subhanahu wa Taala karuniakan ini akan dirasakan oleh orang-orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah Subhanahu wa Taala sehingga menerima dan menjalankan syariat-Nya. Yaitu orang-orang yang senantiasa ikhlas dalam beribadah kepada-Nya dan mengikuti jalan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para ulama yang mengikuti jejaknya.

Adapun orang-orang yang menyerahkan dirinya kepada selain Allah Subhanahu wa Taala sehingga beribadah kepada selain-Nya dan menyelisihi jalannya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, serta jalan para ulama yang mengikutinya, maka dia akan merasakan siksa yang sangat pedih. Dimulai dari saat kematiannya dan begitu pula ketika berada di alam kuburnya serta kejadian-kejadian berikutnya.

Marilah kita berlomba-lomba dalam beramal saleh dalam kehidupan yang singkat ini. Janganlah kita menjadi orang yang memiliki sifat sombong sehingga menolak kebenaran yang datang kepada kita.

Begitu pula, janganlah kita menjadi orang-orang yang mendahulukan dunia dan mengikuti hawa nafsunya sehingga berani berbicara dan mengamalkan agama tanpa bimbingan para ulama.

Sungguh Allah Subhanahu wa Taala telah berfirman:

فَأَمَّا مَن طَغَى . وَءَاثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا . فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى . وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى . فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى‎

“Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabb-nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).” (An-Nazi’at: 37-41)

Baca Juga :  Hasil Copa America : Argentina Atasi Uruguay, Lionel Messi Terbaik

Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Taala menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang beruntung sehingga mendapatkan surga-Nya dan diselamatkan dari siksa api neraka. Baarakallaahu lii walakum. @fen/sumber: islampos

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemprov Akan Hibah 5 Ha, Kemenag Jabar Siapkan Taman Edukasi Kerukunan 

Jum Okt 29 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SOREANG – Pemerintah Provinsi dan Kanwil Kemenag Jawa Barat akan bersinergi membangun bumi parahyangan sebagai rumah bersama umat beragama. Sinergi ini akan ditandai dengan pembangunan Taman Edukasi Kerukunan Umat Beragama (KUB). Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat  Adib menyampaikan bahwa Pemprov Jawa Barat akan menghibahkan lahan seluas 5 hektare […]