KPK Bakal Perdalam Dugaan Aliran Dana Bansos ke Pedangdut Cita Citata dan Anggota BPK

Editor Pedangdut Cita Citata./instagram @cita_citata/via tribunnews.com/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Beberapa nama seperti biduanita Cita Citata hingga anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi diduga turut kebagian uang korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19.

Nama mereka muncul berdasarkan keterangan saksi Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono dalam persidangan kasus dugaan suap pengadaan bansos Covid-19 di Kementerian Sosial, Senin (8/3/2021).

Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan pihaknya bakal memperdalam keterangan para saksi di persidangan selanjutnya.

“Terkait keterangan saksi tersebut, tentu tim JPU (jaksa penuntut umum) akan mengkonfirmasi kepada saksi-saksi lain yang akan dihadirkan di persidangan,” kata Ali saat dikonfirmasi, Selasa (9/3/2021), seperti dilansir tribunnews.com.

Ali berujar bahwa keterangan para saksi nantinya akan dianalisis dalam surat tuntutan.

“Kami mengajak masyarakat dapat terus mengikuti dan mengawasi persidangan yang terbuka untuk umum ini,” ujarnya.

Ketika diperjelas mengenai pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pihak yang disebut, kata Ali, hal itu tergantung pada kebutuhan penyidikan dalam membuktikan perbuatan para terdakwa.

“Jika sekiranya sudah cukup dengan saksi dan alat bukti yang ada untuk membuktikan unsur-unsur pasal perbuatan para tersangka, kami kira tidak perlu (diperiksa). Begitu juga sebaliknya,” kata dia.

Sebelumnya dalam persidangan dengan terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja terungkap beberapa nama yang turut menerima uang hasil korupsi bansos.

Mereka adalah anggota BPK Achsanul sebesar Rp 1 miliar serta Cita Citata Rp150 juta.
Cita Citata memperoleh uang tersebut saat mengisi acara Kemensos di Labuan Bajo.

Akan tetapi, di persidangan tidak disebutkan maksud pemberian uang kepada Achsanul Qosasi.
Dalam kasus ini, Harry dan Ardian didakwa menyuap eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dan dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.

Baca Juga :  Peringati HUT Ke-75 RI, Polresta Bandung Bagikan 2.000 Paket Sembako dan 6.000 APD

Harry didakwa memberi suap sebesar Rp1,28 miliar. Sedangkan Ardian didakwa memberi uang sejumlah Rp1,95 miliar.

Menurut JPU, uang tersebut diberikan terkait penunjukkan kedua terdakwa sebagai penyedia bansos Covid-19 pada Kemensos tahun 2020. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

RS Al Ihsan Vaksinasi Puluhan Wartawan

Rab Mar 10 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pelaksanaan vaksinasi covid-19 saat ini tengah menyasar pelayan publik seperti TNI, Polri, ASN, dan Wartawan. Vaksinasi terhadap pelayan publik tersebut dilaksanakan di RS Al Ihsan Baleendah, Rabu (10/3/2021) Suntik vaksin ini dilakukan serentak di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM), rumah sakit dan klinik yang ada di Kabupaten […]