Kunker ke Akper St. Elisabeth Lela, AHP Sosialisasikan Program Kampus Merdeka

Editor Anggota Komisi X DPR RI, Dr. Andreas Hugo Pareira. /visi.news/eryck s
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | MAUMERE, RNC – Anggota Komisi X DPR RI, Dr. Andreas Hugo Pareira yang akrab disapa AHP, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kampus Akademi Keperawatan (Akper) St. Elisabeth Lela, Maumere, Kabupaten Sikka, pada Rabu (27/10/2021). Dalam kunjunganya itu, AHP memberikan sosialisasi Program Kampus Merdeka kepada ratusan mahasiswa Akper St. Elisabeth Lela.

Kampus Merdeka merupakan wujud pembelajaran di Perguruan Tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

Yang mana, kegiatan Kampus Merdeka terdiri dari, Pertukaran Pelajar, Magang/Praktik Kerja, Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan, Penelitian/Riset, Proyek Kemanusiaan, Kegiatan Wirausaha, Studi/Proyek Independen dan Membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik.

“Sekarang mahasiswa punya kesempatan bukan hanya studi di tempat ini saja, misalnya program pertukaran pelajar. Tapi saya sampaikan ke anak-anak mahasiswa disini bahwa, mereka juga suatu saat mau pergi studi 1 semester di Unika Atma Jaya misalnya, itu bisa saja,” kata Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini.

“Jadi tidak harus Program Studi Keperawatan, kalau mereka minat program studi yang lain silahkan saja. Yang terpenting bagaimana kampus yang bersangkutan bisa kerja sama dengan kampus-kampus yang lainnya,” jelasnya.

Menurut AHP, saat ini banyak program yang bisa diikuti oleh para mahasiswa dan bisa dilihat melalui website Kemendikbud-Ristek RI. Namun yang terpenting baginya yaitu, pihak kampus tersebut bisa membantu memfasilitasikan program itu kepada para mahasiswanya.

“Misalnya ada usulan-usulan proposal, mau buat penelitian mandiri atau penelitian kelompok, mereka bisa buka dan lihat itu di website Kementerian. Jadi sekarang ini kesempatan sangat terbuka, cuma bagaimana niat mereka saja untuk meningkatkan kompetensi,” terangnya.

Baca Juga :  Prof. Dadi: Pengurus Komite Sekolah Harus Pahami Fungsi dan Perannya

Untuk itu, AHP juga menyarankan kepada pihak Kampus Akper St. Elisabeth Lela agar bekerja sama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK), sebab Kabupaten Sikka mempunyai Keuskupan Maumere. Tetapi menurut Ketua Yayasan St. Lukas Keuskupan Maumere, RD. Fidelis Dua, pihaknya juga sudah bekerja sama dengan APTIK Bidang Pendidikan Vokasi.

“Tadi Ketua Yayasan bilang kalau mereka sudah punya APTIK untuk Bidang Pendidikan Vokasi karena inikan vokasi, jadi sangat bagus. Sehingga mereka saling kontrak kerja sama untuk pertukaran mahasiswa,” ungkapnya, usai melakukan kegiatan Dengar Pendapat Masyarakat bersama ratusan mahasiswa Akper St. Elisabeth Lela.

Melalui jalur aspirasinya sebagai Anggota DPR RI, AHP pun memberikan bantuan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada 58 mahasiswa Akper St. Elisabeth Lela yang telah lolos seleksi di tahun 2021.

Sementara 40 orang lainnya mendapatkan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Dimana UKT itu nilainya sesuai dengan akreditasi Program Studi yang mereka peroleh.

“Kalau Akreditasi C dapat Rp 2.500.000, B dapat Rp 4.500.000, sedangkan A dapat Rp 8.000.000 sampai Rp 12.000.000. Jadi KIP Kuliah itu mereka dapat satu semester sesuai dengan akreditasi, serta tiap bulan mereka juga dapat Rp 800.000 untuk biaya studi dan akomodasi,” pungkasnya.@ryc

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pimpinan UNS Marah: Tak Ada Toleransi Kekerasan di Kampus

Kam Okt 28 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SOLO – Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk tindak kekerasan di kampus. Lingkungan kampus seharusnya menjadi tempat yang aman bagi mahasiswa, bukan malah menjadi tempat kegiatan yang membahayakan. Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Dr. Sutanto, menyampaikan penegasan tersebut kepada wartawan di […]