Lantik PD GNPK RI Batang, Basri, “Tugas Kita Seperti Kiai, Tapi Agak Perlente Sedikit”

Editor Ketua Umum GNPK RI M. Basri Budi Utomo memberikan keterangan pers ke awak media sebelum acara Pelantikan PD GNPK RI Kab. Batang di Pendopo, Rabu (15/12/2021). /visi.news/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BATANG – Ketua Umum Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI), M. Basri Budi Utomo mengungkapkan bahwa masyarakat punya hak dan tanggung jawab untuk turut serta mendorong penyelenggara negara yang bersih dan berwibawa.

Baca juga

Erlangga Pimpin PD GNPK RI Kab. Batang 2021-2026, Ini Struktur Lengkapnya

“Sampaikan peran serta masyarakat melalui kepala daerahnya. Tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dan pemberian penghargaan itu sudah ada  aturannya,” ungkap Basri saat memberikan sambutan pada Pelantikan Pimpinan Daerah (PD) GNPK RI Kabupaten Batang periode 2021-2026, di Pendopo Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (15/12/2021).

Hadir dalam pelantikan tersebut Bupati Batang Dr. H. Wihaji, S. Pd. M.Pd., Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GNPK RI Jawa Tengah Dr. Drs. Hono Sejati, S.H. , M.Hum., Pembina GNPK RI Pusat Prof. Dr. Machmud Syafei, S.Ag., M.Pd., Ketua PW GNPK RI Jawa Barat Nana S. HAdiwinata, Muspida Kab. Batang, dll.

Pencegahan korupsi, kata Basri lebih lanjut, harus dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh masyarakat untuk mendorong pemerintahan yang bersih. Manakala diketahui ada dugaan korupsi yang ada di institusi segera laporkan ke penegak hukum. Tidak langsung dilakukan oleh GNPK RI, karena tidak punya tupoksi untuk eksekusi. Rakyat sebagai pemilik kadaulatan sudah memberikan kewenangan ke legislatif, eksekutif dan yudikatif. Undang-undang sudah mengatur untuk mengayomi dan melindungi masyarakat. Bupati, kapolres, bupati, tugas utamanya untuk melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat,” ungkap Basri.

Keberadaan PD GNPK Kabupaten Batang, katanya, sangat penting untuk menjadi mitra pemerintah dalam melaksanakan tugas kepemerintahannya. “Sangat naif kalau ada rakyat Batang, yang lahir dan besar di Batang tidak punya rumah. Ada rakyat Batang yang lahir dan besar di batang sampai tiga hari misalnya tidak makan. Kita dorong pemerintah menggunakan anggarannya secara efektip dan efisien. Dan mulailah untuk tidak korupsi dari diri sendiri,” tandasnya.

Baca Juga :  Cucu Sugyati : Miliki Dua Terowongan, Ruas Tol Cisumdawu Pertama Di Indonesia

Ia berpesan agar seluruh jajaran PD GNPK RI Kab. Batang melaksanakan tugas dengan sebaik mungkin. “Insya Allah menjadi amal ibadah kita. Tugas kita seperti kiai, tapi agak perlente sedikit. Jangan sampai kita mendahulukan hal-hal yang merugikan masyarakat,” ungkapnya.

Indonesia, kata Basri, sekarang ini menghadapi tiga bahaya besar yakni korupsi, radikalisme dan narkoba. “Kita fokus pada pencegahan korupsinya. Harus punya mental dan sikap yang memberikan kontribusi pada pencegahan. Harus membekali diri dengan bimtek, membedah kasus, dan gelar perkara. Karena koruptor itu orang pinter, punya pengaruh, materi dan jabatan,” ingatnya.

Bupati Batang Dr. H. Wihaji, S. Pd. M.Pd., sangat menyambut baik kehadiran PD GNPK RI di daerahnya. Ia merasa butuh mitra yang bisa selalu mengingatkannya agar tidak tergelincir kepada tindakan yang merugikan pemerintahannya juga masyarakat. “Sempalan dalil Lord Acton, power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely.  Kekuasaan cenderung korupsi dan pencegahan korupsi itu mudah diucapkan dan sangat sulit dalam pelaksanaannya. Maknanya, untuk melakukan pencegahan harus ulet. Tentu dengan berbagai cara,” ungkapnya.

Keberadaan GNPK RI di Kabupaten Batang, katanya, membuat ia merasa ada teman, ada mitra yang akan selalu mengawal jalannya pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Dari tingkat pusat sampai tingkat desa. Mari kita sama-sama mengingatkan dalam kebenaran. Wattawwa saubil hak. Mari kita sama-sama mengurai jalan keluar dari persoalan yang dihadapi bangsa ini. Mari kita ber sama-sama untuk menuju budaya anti korupsi. Seperti tadi yang dikatakan ketua umum, mulailah untuk tidak korupsi dari diri sendiri,” ungkapnya.

Bupati juga merasa struktur PD GNPK RI Kab. Batang cukup lengkap. Ada staf ahli bupati, inspektorat, pendidik, aktifis kemasyarakatan, sampai ada juga kepala desa. “Negara sampai saat ini terus melakukan perubahan untuk menjadi pemerintahan yang lebih baik. Butuh waktu, keyakinan, dan optimisme. Pasti Indonesia ada perubahan. Secara perlahan-lahan. Bagian dari semangat kebersamaan kita untuk pencegahan korupsi. Dimanapun punya kewenangan pasti ada potensi. Insya Allah Indonesia suatu saat jadi negara hebat. Akan tambah baik, semakin baik, mari kita kontrol bersama sama. Saya juga perlu dikritik, karena konsekuensi demokrasi yang sudah kita sepakati bersama,” ujarnya.

Baca Juga :  SKETSA | Kartini

Ketua PW GNPK RI Jawa Tengah Dr. Drs. Hono Sejati, S.H. , M.Hum. mengatakan bahwa pihaknya sangat berterima kasih atas kesediaan berbagai unsur untuk menjadi bagian dari PD GNPK RI Kab. Batang, Jawa Tengah. “Kita menghadapi tiga jenis ordinary crime, salah satunya masalah korupsi. Untuk itu kepada PD GNPK RI Batang, kami ucapkan terima kasih atas kesediaannya untuk menjadi bagian dari pencegahan korupsi di Indonesia ini,” ujar Hono yang juga Rektor Undaris, Unggaran ini.

Untuk itu, katanya, mengingat korupsi ini kejahatan yang luar biasa, maka kepada seluruh jajaran PD GNPK RI Kabupaten Batang agar segera menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) agar memahami betul cara menangani sebuah kasus korupsi, dan memprosesnya melalui jalur hukum.

Dalam kegiatan tersebut, dilantik sebagai Ketua PD GNPK RI Kabupaten Batang Radita Erlangga
didampingi oleh Sekretaris Mustofa, S.Pd  dan Bendahara Casmudin serta 33 pengurus lainnya.@asa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Erlangga Pimpin PD GNPK RI Kab. Batang 2021-2026, Ini Struktur Lengkapnya

Kam Des 16 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS |  BATANG –  Ketua Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (PD GNPK RI) Kabupaten Batang, Jawa Timur, masa bakti 2021-2026 Radita Erlangga mengatakan bahwa yang mendorongnya menjadi pimpinan lembaga tersebut karena keinginan untuk  merubah paradigma dan memberikan contoh berorganisasi apalagi ini organisasi anti rasuah. Baca juga […]