Meski Berhasil Menahan Thailand di Final AFF Cup, Indonesia Harus Puas Diposisi Runner Up

Editor Gawang Siwarak Tedsungnoen yang berhasil dijebol Ricky Kambuaya pada Final Leg kedua AFF Cup, Sabtu (1/1/2021). /visi.news/tangkapan layar
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SINGAPURA – Thailand akhirnya berhasil menjadi jawara pada AFF Cup 2020 setelah pada leg kedua yang berlangsung di Stadion National, Sabtu (1/1) malam WIB berhasil menahan imbang Indonesia 2-2. Thailand menang dalam selisih gol setelah pada leg pertama menggasak Indonesia 4-0.

Dalam pertandingan yang berlangsung cukup menarik itu, Indonesia sebetulnya sempat unggul lebih dulu sebelum akhirnya disamakan skornya oleh tim dari negeri gajah putih tersebut

Hasil tersebut juga membuat Indonesia kembali mengalami kegagalan mengatasi Thailand untuk kali keempat di laga final sejak turnamen ini diperkenalkan sejak tahun 1996 itu. Empat laga final dengan Thailand tersebut adalah 2000, 2002, 2016, dan 2020.

Kegagalan ini membuat Indonesia harus puas menjadi runner-up di enam penyelenggaran. Sebagai runner-up, Indonesia mendapatkan hadiah uang sebesar 100 ribu dolar AS, atau sekitar Rp1,4 miliar. Sedangkan Thailand yang tampil sebagai kampiun menggondol 300 ribu dolar AS, atau berkisar Rp4,2 miliar.

Dalam laga final leg kedua itu Indonesia juga harus kehilangan Elkan Baggott dan Rizky Ridho yang kerap mengisi posisi starter, serta Victor Igbonefo dan Rizky Dwi Febrianto. Mereka dilarang tampil karena melanggar aturan yang diterapkan federasi sepakbola Asia Tenggara (AFF) dan pemerintah Singapura setelah terbukti meninggalkan hotel pada malam hari selama dua jam.

Meski demikian, larangan itu tidak menyurutkan motivasi penggawa Garuda. Mereka memperlihatkan performa agresif sejak peluit kick-off ditiupkan wasit. Thailand juga memeragakan permainan terbuka, sehingga laga berlangsung menarik.

Indonesia sempat memberikan harapan setelah mengejar defisit empat gol ketika laga baru berjalan tujuh menit. Ramai Rumakiek menusuk dari sisi kiri serangan, dan mengirim bola ke Witan Sulaeman. Witan selanjutnya memberikan umpan kepada Ricky Kambuaya yang sukses menjebol gawang Siwarak Tedsungnoen.

Baca Juga :  Respon Protes Pelevelan PPKM, Ganjar, Ajak Kebut Vaksinasi

Mendapat “gebrakan” timnas kita, Thailand langsung meningkatkan intensitas serangan, dan mendapatkan peluang untuk menyamakan kedudukan selang dua menit kemudian. Teerasil Dangda melepaskan tendangan keras dari jarak dekat, tapi dapat diblok kiper Nadeo Argawinata.

Pertandingan pun akhirnya berlangsung ketat. Thailand dan Indonesia berusaha memberikan tekanan ke pertahanan lawan masing-masing, tapi mengalami kesulitan menembus tembok kukuh yang dibangun kedua tim. Skor 1-0 untuk keunggulan Indonesia bertahan hingga babak pertama usai.

Thailand yang berusaha mengejar ketertinggalan, langsung menggebrak pertahanan Indonesia. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-54. Tendangan Bordin Phala berhasil diblok Nadeo, tapi bola muntah disambar pemain pengganti Adisak Kraisorn untuk mengubah papan skor menjadi 1-1.

Gol ini memberikan pengaruh terhadap psikologi pemain Indonesia. Akibatnya, Thailand sukses membalikkan keadaan selang dua menit kemudian. Sarach Yooyen menyambar bola liar dengan melepas tendangan ke arah gawang. Upaya Asnawi Mangkualam Bahar menghalau bola justru membuat Nadeo terkecoh, sehingga si kulit bundar bersarang di gawang Indonesia.

Sepuluh menit menjelang laga berakhir, Indonesia mampu menyamakan kedudukan setelah Egy Maulana Vikri menuntaskan umpan Witan untuk menjebol gawang Thailand. Kendati demikian, skor 2-2 itu tidak membendung Thailand untuk tampil sebagai juara keenam kalinya.

Berikut susunan pemain kedua tim

Thailand: Siwarak Tedsungnoen; Theerathon Bunmathan, Narubadin Weerawatnodom, Pawee Tanthatemee, Kritsada Kaman, Sarach Yooyen, Supachok Sarachat, Bordin Phala, Thanawat Suengchitthawon, Chanathip Songkrasin, Teerasil Dangnda.

Indonesia: Nadeo Argawinata; Pratama Arhan, Alfeandra Dewangga, Fachrudin Aryanto, Asnawi Mangkualam, Rachmat Irianto, Witan Sulaeman, Ricky Kambuaya, Egy Maulana Vikri, Ramai Rumakiek, Dedik Setiawan.

@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gus Yahya Ajak Masyarakat Bangun Gerakan Menghidupkan Gus Dur

Ming Jan 2 , 2022
Silahkan bagikan  VISI.NEWS | JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Terpilih KH Yahya Cholil Staquf menghadiri agenda Haul Ke-12 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Kamis (30/12/2021). Pada kesempatan itu, kiai yang akrab disapa Gus Yahya itu mengajak masyarakat dan seluruh umat manusia […]