Minimalisasi Dampak Banjir Rutin, Pemdes Rancaekekkulon dan Warga Berswadaya Bangun Tanggul

Editor Pemerintah Desa Rancaekekkulon bersama masyarakat berswadaya membangun tanggul di Sungai Cikeruh yang sebelumnya Jebol diterjang banjir./visi.news/budimantara.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Pemerintah Desa Rancaekekkulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, bersama masyarakat, Rabu (27/1/2021), bahu-membahu berswadaya membangun tanggul di dua titik yang sebelumnya jebol akibat terjangan derasnya aliran Sungai Cikeruh di Kampung Babakanrawa RT 08/RW 07.

Akibat jebolnya tanggul Sungai Cikeruh itu sedikitnya 30 rumah kepala keluarga yang dihuni lebih dari 100 jiwa terdampak.

Wawan Kusnawan Plt Kepala Desa Rancaekekkulon mengatakan, pengerjaan tanggul Sungai Cikeruh yang melibatkan swadaya masyarakat beserta Pemerintah Desa Rancaekekkulon itu dimulai Senin 25 Januari 2021 lalu, setelah bantuan karung geobeg dan beronjong tiba di lokasi tanggul jebol.

“Pengerjaan tanggul Sungai Cikeruh yang sebelumnya jebol akibat luapan Sungai Cikeruh pada Sabtu 9 Januari lalu itu, setelah mendapatkan bantuan 20 lembar beronjong dan 160 karung geobeg dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC). BBWSC merupakan pihak yang berwenang dalam pengelolaan dan penataan Sungai Cikeruh,” ujar Wawan Kusnawan kepada wartawan VISI NEWS saat diwawancara di Kantor Kecamatan Rancaekek, Rabu (27/1/2021) siang.

Ia juga atas nama pemerintahan Desa Rancaekekkulon dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada BBWSC yang sudah menyalurkan beronjong maupun karung geobeg tersebut untuk penanggulangan tanggul Sungai Cikeruh yang jebol.

“Hari ini Rabu, pemasangan 160 karung geobeg di dua titik bekas tanggul yang jebol sudah tuntas. Pemasangan karung geobeg itu dengan cara diisi pasir. Pemerintah desa bersama masyarakat, saat ini sedang melangsungkan pemasangan beronjong dengan menggunakan batu belah,” terang Wawan Kusnawan.

Menurutnya, pemasangan karung geobeg dan beronjong itu melibatkan langsung tim teknisi dari BBWS berikut pekerjaannya juga, supaya tahan dari terjangan luapan Sungai Cikeruh disaat turun hujan deras.

Baca Juga :  Pulang Ziarah, Bus Rombongan Siswa SMP di Subang Terjun ke Jurang

“Pada tahap awal pemasangan karung geobeg, yaitu dipasang pada bagian bekas tanggul yang jebol. Setelah selesai pemasangan geobeg, kemudian pada bagian belakangnya dipasang beronjong untuk menahan karung geobeg yang sudah terpasang supaya tak mudah jebol di saat aliran air Sungai Cikeruh meluap,” ujarnya menjelaskan.

Ia memperkirakan dengan teknis pemasangan karung geobag dan beronjong itu akan meminimalisasi ancaman luapan Sungai Cikeruh. @bud

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Vaksinasi Kedua Tampil Santai, Jokowi: Sama, Tidak Terasa

Rab Jan 27 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Presiden Joko Widodo kembali menjalani vaksinasi Covid-19 di Istana Merdeka Jakarta, Rabu 27 Januari 2021. Setelah pada suntikan vaksin dosis pertama sudah dilakukan pada 13 Januari. Ada sedikit perbedaan pada vaksinasi kedua ini. Terlihat, Kepala Negara penampilannya lebih sporty dibanding vaksinasi pertama. Presiden Jokowi terlihat menggunakan jaket […]