Minta Naik Gaji, Buruh Geruduk Kantor Wali Kota Cimahi

Editor Massa buruh menggelar aksi di depan Kantor Wali Kota Cimahu untuk menuntut kenaikan UMK Kota CImahi 2022 minimal 10 persen dari tahun sebelumnya./suara.com/ferrye bangkit rizki/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | CIMAHI – Ratusan buruh di Kota Cimahi, Jawa Barat, menggeruduk kantor Wali Kota Cimahi, Jalan Rd. Djulaeha Karmita pada Rabu (10/11/2021). Mereka meminta kebijakan khusus perihal Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) tahun 2022.

Berdasarkan pantauan di lapangan, para buruh yang tergabung ke dalam berbagai serikat dan aliansi di Kota Cimahi itu mulai berdatangan sekitar pukul 10.00 WIB.

Kedatangan para buruh itu membuat arus lalu lintas di Jalan Rd. Demang Hardjakusumah tersendat.

Bahkan, ratusan buruh sempat melakukan blokade jalan tersebut sehingga memaksa pengendara yang telanjur lewat Jalan Rd. Hardjakusumah harus memutar balik.

“Kami meminta kebijakan khusus agar Plt Wali Kota Cimahi melaksanakan keinginan buruh,” tegas Ketua DPC SPSI Kota Cimahi, Edi Suherdi saat ditemui di sela-sela aksi.

Buruh di Kota Cimahi sendiri menginginkan upah tahun 2022 naik 10 persen dibandingkan tahun 2021. Besaran UMK di Kota Cimahi tahun 2021 sendiri mencapai Rp 3.241.929.

Namun, melihat skema penghitungan upah yang digunakan pemerintah tahun ini, para buru pesimistis UMK malah tidak mengalami kenaikan sama sekali jika mengacu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang merupakan amanat dari Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Kemungkinan kalau menggunakan parameter PP 36 malah upah tidak naik,” kata Edi.

Sebelumnya, penghitungan skema upah selalu menggunakan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Namun, sejak Undang-Undang Cipta Kerja, PP tersebut tidak berlaku lagi sebab kini sudah ada penggantinya yakni PP Nomor 36 Tahun 2021.

Dalam aturan tersebut, penghitungan UMK akan mengacu pada Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) atau laju inflasi. Kondisi itulah yang membuat buruh ragu upah tahun 2022 naik.

Baca Juga :  KIPRAH: Keterbatasan Bukan Halangan bagi 5 Bocah SD ini untuk Tetap Semangat Menuntut Ilmu

Untuk itu, para buruh meminta Plt. Wali Kota Cimahi untuk mengabaikan PP Nomor 36.

“Jadi kami minta Plt untuk mengedepankan kearifan lokal, tidak memakai PP 36. Kita minta upah naik sebesar 10 persen,” pungkasnya.

Hingga pukul 12.00 WIB, ratusan buruh masih melakukan aksi di depan Kantor Wali Kota Cimahi. @fen/sumber: suaraJabar.id

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Netizen Minta Siska Terus Asuh Anak Vanessa Angel

Kam Nov 11 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | CILILIN – Siska Lorensa (21) diminta tetap menjadi pengasuh Gala Sky Andriansyah meskipun kedua orang tuanya yakni artis Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah sudah meninggal dunia. Pasangan artis itu meninggal dalam kecelakaan maut di Tol Jombang arah Surabaya pada Kamis (4/11/2021). Sementara Siska, Gala Sky, dan sopirnya […]