Monumen Perjuangan Melawan Covid-19 di Bandung, Ingatkan Pengorbanan Tenaga Kesehatan

Editor Monument perjuangan melawan pandemi Civid-19 di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jabar di Kota Bandung. /visi.news/eko aripyanto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Monumen perjuangan melawan pandemi Covid – 19, merupakan bukti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) berkomitmen untuk tidak melupakan jasa dan pengorbanan Tenaga Kesehatan (Nakes) khususnya di daerah Jabar.

Demikian dikatakan salah seorang dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Hendrayana. Menurutnya, gagasan pemprov tersebut secara tidak langsung mengingatkan dan menghimbau warga Jabar untuk tidak melupakan perjuangan nakes yang meninggal dunia guna melawan penyebaran Covid – 19 khususnya di Jabar.

“Monumen tersebut bukti perjuangan nakes dan kita semua untuk tidak melupakan pengorbanan nakes yang meninggal dunia,” katanya.

Tidak hanya nakes, juga terdapat banyak nama – nama korban Covid – 19 tersebut, tidak lain adalah warga Jabar yang meninggal dunia akibat terpapar atau dinyatakan positif corona, sehingga dianggap perlu oleh pemprov untuk diabadikan dalam pahatan dinding monumen yang dibangun disekitar kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jabar, Kota Bandung.

“Saya melihat hal ini dilakukan tidak lain karena cara penghormatan Pemprov Jabar terhadap mereka yang meninggal dunia akibat Covid – 19, dan saya sangat menghargai apresiasi Pemprov Jabar,” ungkap Hendrayana.

Apa yang dilakukan oleh Pemprov Jabar tersebut, lanjut Hendrayana kepada VISI.NEWS Rabu (10/11/21) menjelaskan, hal ini merupakan bentuk edukasi terhadap warga Jabar, agar senantiasa selalu menghormati perjuangan yang dilakukan oleh para pejuang dalam konteks ini adalah nakes.

“Sering terjadi dalam kehidupan kita bahwa kita kerap melupakan jejak, kita terlalu terperangah ke arah masa depan, padahal masa depan berawal dari masa lalu, yang tidak terlepas dari proses dan perjuangan yang susah payah dilakukan di masa lampau sering kali terabaikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Diduga Korupsi Ekspor Benur, KPK RI Tangkap Menteri KKP Edhy Prabowo

Terakhir, monumen ini akan selalu terpaut pada saudara kita yang mati syahid dalam peperangan melawan Covid-19, dan monumen ini menjadi saksi bisu, bahwa masyarakat di Jabar pernah dihadapkan pada suasana dan situasi sulit yang telah memakan banyak nyawa.

“Tenaga kesehatan yang tiap tetes peluhnya bertukar dengan degup kematian, sikap sosial yang memunculkan peradaban baru meskipun bersifat temporal, atau belajar disiplin dalam menghadapi dan menghindari kematian,” pungkasnya.@eko

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Hj. Siti Muntamah: DPRD Jabar Dorong Disparbud Segera Realisasikan Pembangunan Gedung Pencak Silat

Rab Nov 10 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Selain menjadi salah satu identitas warga Sunda di Jawa Barat (Jabar), Pencak Silat juga merupakan pemersatu bangsa Indonesia. Untuk itu, baik pemerintah pusat, provinsi hingga daerah, diminta untuk melestarikan warisan budaya leluhur tersebut. Demikian dikatakan Anggota Komisi V DPRD Jabar, Hajah Siti Muntamah, kepada VISI.NEWS […]