PBNU Tegaskan Tolak Perpres Miras

Editor Ilustrasi/via eramuslim.com/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Peraturan Presiden (Perpres) No 10 Tahun 2021 membuka kembali pintu bagi investasi miras di dalam negeri, khususnya di tiga provinsi. Menanggapi Perpres tersebut, Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) kembali sepakat menolak perpres miras ini.

Menurut Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud, bahwa aturan tentang miras ini sejak lama telah menjadi perhatian bagi banyak kalangan. Bukan hanya dari kiai-kiai yang bergabung di Majelis Ulama Indonesia MUI, tapi juga yang lebih dahulu menyatakan dan menyampaikan pendapatnya adalah ketua umum PBNU, Said Agil Siraj melalui media NU on-line pada 23 juli 2013.

“Bahwa PBNU tidak setuju investasi minuman keras dibebaskan,” kata Marsyudi dalam keterangan tertulis, Senin (1/3/2021), seperti dilansir republika.co.id.

Ketika itu, terang Marsyudi, pemerintah baru merencanakan akan menjadikan industri minuman keras yang sebenarnya masuk daftar negatif investasi, menjadi keluar dari daftar tersebut. Saat ini, barang tersebut telah dilegalkan, namun sikap PBNU tetap sama, menolak industri miras.

“Lalu apakah ada perbedaan sikap terdahulu dengan sekarang? Jawabnya, simpel NU tetap tidak setuju karena qoliiluhu au katsiruhu baik sedikit atau banyak hukumnya tetap haram. Betapa pun hal tersebut ada manfaatnya untuk ekonomi, namun mudaratnya sangat besar karena menyangkut ‘madhorot’ yang langsung terhadap kehidupan manusia,” tegas Marsyudi.

Pemerintah telah meneken Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 10 tahun 2021 Tentang Bidang usaha Penanaman Modal pada tanggal 2 Februari 2021.

Di dalamnya mencakup lengkap dengan lampiran – lampirannya, nomor 31 perihal bidang usaha industri minuman keras mengandung alkohol, dalam hal ini persyaratan untuk penanaman modal baru dapat dilakukan pada Provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat.

Baca Juga :  Hasil, Klasemen, dan Jadwal BRI Liga 1 2021/2022: Tira Persikabo dan Madura Pecundangi Persiraja dan Bali

Penanaman modal di luar Provinsi tersebut dapat ditetapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal berdasarkan usulan Gubernur. Begitu pula bidang usaha nomor urut 32, Industri Minuman mengandung Alkohol, Anggur dan bidang usaha nomor 33 tentang bidang usaha Industri Minuman Mengandung Malt, Persyaratannya sama dengan bidang usaha nomor 31. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Lagi, Satu Pemain Tolak Kontrak Baru dari Persib Bandung

Sen Mar 1 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Satu lagi pemain Persib Bandung menolak kontrak baru yang diberikan oleh manajemen untuk menatap musim 2021. Dialah Kim Kurniawan yang dipastikan tak akan memperkuat tim asal Kota Kembang tersebut untuk 2021. Persib memang tiba-tiba ditinggal banyak pemainnya. Kim Kurniawan menjadi pemain keenam yang angkat kaki dari kubu […]