Pelaku UMKM dan Pedagang Pasar Tradisional di Solo Didorong Go Digital

Editor Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa memberikan pengarahan di depan para pelaku UMKM peserta seminar Go Digital/visi.news/tok suwarto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SOLO – Seluruh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Solo didorong go digital, agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas memanfaatkan teknologi digital.

Para pelaku UMKM di pusat perdagangan tekstil dan batik Pasar Klewer dan di Beteng Trade Center (BTC), mendapatkan pembekalan pemanfaatan teknologi digital untuk perdagangan online, dipandu salah satu operator marketplace ( online shopping ) Shopee dalam Seminar Go Digital untuk UMKM.

Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, mengungkapkan kepada wartawan, Jumat (8/10/2021), belakangan ini banyak operator marketplace Indonesia yang turun ke Kota Solo mengajak para pelaku UMKM go digital.

“Banyak kota lain yang tidak mendapatkan tawaran seperti itu. Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan UMKM sebaik-baiknya.

Pemkot Solo sangat menyadari, kehadiran para operator marketplace tersebut untuk mendongkrak ekonomi, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi warga Kota Solo,” kata Teguh.

Menurut Teguh, seluruh pelaku UMKM termasuk para pedagang pasar tradisional yang memungkinkan dagangannya dijual secara online agar mengikuti go digital. Pada seminar di Gedung Djoeang 45, pada Kamis (7/10/2021), baru 35 pedagang tekstil dan batik di BTC dan Pasar Klewer yang dilibatkan.

“UMKM harus go digital beralih ke cara pemasaran secara online. Kalau tidak, kita akan ketinggalan. Tidak perlu ada kekhawatiran yang dijual tidak laku, karena dengan menggunakan aplikasi para pedagang bisa menjual secara online dan berdagang secara fisik,” ujar wakil wali kota Solo lagi, sambil menambahkan, pemanfaatan aplikasi marketplace akan memudahkan jual beli dengan risiko rendah.

Menanggapi pernyataan wakil wali kota Solo, manajemen BTC, Hendri, menyatakan, kehadiran banyak operator marketplace ke Kota Solo merupakan kesempatan langka yang harus dimanfaatkan para pelaku UMKM dengan baik.

Baca Juga :  Bupati Bandung Silaturahmi dengan Keluarga Besar BPR Kereta Raharja

“Ini momentum yang tidak bisa dilewatkan. Banyak marketplace yang merapat ke Kota Solo harus dimanfaatkan dengan baik. Para pelaku UMKM di Kota Solo harus mau go digital supaya tidak ketinggalan,” ucapnya.

Hendri mengemukakan, lambat laun semua bentuk usaha akan mengarah ke cara yang lebih cepat memanfaatkan bisnis online. Semua bentuk usaha ekonomi dan perdagangan tidak akan bisa lepas dari digitalisasi, karena semua digiring ke arah kemudahan dengan pemanfaatan aplikasi di smartphone.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Pemkot Solo, Heru Sunardi, menjelaskan, digitalisasi perdagangan diharapkan mampu mengangkat UMKM Kota Solo dalam persaingan global dengan teknologi digital.

“Tidak ada kata terlambat bagi UMKM untuk mengenal dan menjadi pelaku perdagangan online agar mampu terus bertahan dan meningkatkan penjualannya,” tandasnya.@tok

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dispangtan Purwakarta Gelar Bazar Panen P2L

Jum Okt 8 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | PURWAKARTA – Di tengah Pandemi Covid-19 Dinas Pangan Dan Pertanian Kabupaten Purwakarta melalui Bidang Ketahanan Pangan memberikan inovasi bagi masyarakat tentang memanfaatkan pekarangan atau lahan kosong di rumah. Baca Juga :  KPU: Sangat Berat Jika Pilkada Digelar pada 2024