Pemerintah Hapus Syarat Wajib Tes PCR Penumpang Pesawat Jawa-Bali

Editor Menko PMK Muhadjir Effendy./suarajogja.id/muhammad ilham baktora/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Pemerintah kembali mengubah aturan syarat bagi penumpang pesawat domestik di Jawa-Bali tidak perlu lagi pakai hasil negatif tes PCR tapi cukup tes Antigen.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam jumpa pers evaluasi mingguan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Untuk perjalanan ada perubahan yaitu untuk wilayah Jawa dan Bali, perjalanan udara tidak lagi mengharuskan tes PCR tetapi cukup tes Antigen,” kata Muhadjir dalam jumpa pers virtual, Senin (1/11/2021), dilansir Suara.com.

Dengan demikian, seluruh penerbangan domestik di Indonesia tidak lagi mewajibkan tes PCR sebagai syarat terbang, bisa dengan hanya menggunakan tes Antigen.

“Sama dengan yang sudah diberlakukan wilayah luar Jawa dan Bali, sesuai dengan usulan bapak Mendagri,” ucapnya.

Namun hingga saat ini belum ada dasar hukum yang diterbitkan oleh pemerintah mengenai perubahan yang disampaikan oleh Muhadjir.

Sebelumnya, aturan wajib PCR bagi penumpang pesawat penerbangan domestik di wilayah Jawa-Bali (PPKM Level 1-4) dan luar Jawa-Bali (PPKM Level 4-3) sudah berlaku sejak 24 Oktober 2021

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas No. 21 tahun 2021, Instruksi Menteri Dalam Negeri (InMendagri) No. 53 dan No. 54 Tahun 2021 dan 4 SE dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) No. 86, 87, 88 dan 89 Tahun 2021. @fen

Baca Juga :  Ridwan Kamil Ajak Bobotoh Lawan Covid-19, Persib Bandung Sumbang Ventilator,

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mantan Pelatih Perserang Tempuh Jalur Hukum soal Pengaturan Skor

Sel Nov 2 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SERANG – Mantan pelatih Perserang, Putut Widjanarko melalui kuasa hukumnya Pitra Romadoni Nasution akan menempuh jalur hukum soal pencemaran nama baiknya yang dituding melakukan pengaturan skor. “Iya, klien (Putut Widjanarko) keberatan dituding dalam pengaturan sko sehingga hal tersebut berpotensi mencemarkan nama baiknya,” ujar Pitra ketika dihubungi melalui […]