Pemkot Solo Siapkan Sanksi Berat bagi Pelanggar “Gerakan Jateng di Rumah Saja”

Editor Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, memimpin Rakor Forkompinda membahas SE Gubernur Jateng, tentang "Gerakan Jateng di Rumah Saja" yang dilaksanakan Sabtu-Minggu (6-7/2/2021)./visi.news/tok suwarto.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahap II yang disebut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, “Gerakan Jateng di Rumah Saja“, dalam 2 hari Sabtu dan Minggu (6-7/2/2021) akan lebih memperketat protokol kesehatan.

Seusai rapat koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) di Bale Mangantipraja, kompleks Balai Kota Solo, Kamis (4/2/2021) siang, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menjelaskan kepada wartawan, pelaksanaan PPKM tahap II di Kota Solo tetap mengacu pada surat edaran (SE) wali kota Nomor 067/136, tentang perpanjangan PPKM.

“Kita tinggal menyesuaikan PPKM dengan ‘Gerakan Jateng di Rumah Saja’ pada tanggal 6-7 Februari 2021. Dalam SE wali kota, kita menajamkan seperti penutupan kegiatan car free day, larangan penyelenggaraan even seni dan budaya, baik offline dan online atau live streaming, penutupan destinasi wisata, tempat bermain, fasilitas bermain, arena ketangkasan, diskotik, pub, karaoke, game online, warnet, perpustakaan dan taman cerdas,” ujar wali kota yang akrab disapa Rudy.

Waktu operasional toko modern, toko retail dan toko kelontong, katanya, dilakukan penyesuaian yaitu pasa pukul 10.00 sampai pukul 20.00 WIB.
Para pelaku usaha, baik mal, pasar tradisional dan pusat perbelanjaan, diwajibkan mendirikan Posko

Penegakan Protokol Kesehatan untuk
pengendalian penyebaran Covid-19.

“Ketentuan di rumah saja selama 2 hari, Sabtu dan Minggu tanggal 6-7 Februari 2021, diberlakukan bagi warga yang tidak ada kepentingan di luar rumah. Aparat gabungan Polri, TNI dan Satpol PP Pemkot Solo ditugaskan menggelar operasi Cipta Kondisi. Bagi setiap orang yang melanggar protokol kesehatan, dikenakan sanksi berupa kerja sosial paling lama 8 jam,” jelasnya.

Baca Juga :  Forkopimcam Wonotunggal Menggelar Apel Kesiapan Penanggulangan Bencana

Dalam SE wali kota Solo yang di antaranya dialamatkan ke pelaku usaha, disebutkan sanksi penutupan usaha selama 7 hari bagi pedagang pasar tradisional yang melanggar protokol kesehatan, penutupan sementara selama satu bulan bagi pelaku usaha, pengelola atau penanggung jawab fasilitas umum yang melanggar protokol kesehatan, termasuk ancaman pencabutan izin usaha bagi pelaku usaha yang melanggar ketentuan protokol kesehatan.

Dalam melakukan pengawasan terhadap ketentuan dalam SE wali kota Solo, Rudy memerintahkan aparat Satpol PP dan petugas Linmas di setiap kelurahan agar membentuk Posko Penegakan Protokol Kesehatan. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KHOTBAH JUMAT: Menggapai Keberhasilan Hidup Melalui Keteguhan Pendirian

Jum Feb 5 , 2021
Silahkan bagikanJEMAAH jumat rahimakumullah, suatu kehidupan merupakan keniscayaan yang harus dilalui seluruh makhluk ciptaan Allah, apalagi bagi manusia yang memiliki kekhususan tugas sesuai dengan taklif yang dibebankan kepada manusia. Jalan menuju kehidupan normal tidaklah terlalu sulit dilalui bagi seluruh makhluk. Sepanjang setiap makhluk dengan kemampuanya dan tabi’atnya siap dengan keikhlasan […]