Pengelola PT Harus “Kawinkan” Kampus dengan Dunia Industri dan Dunia Usaha

Editor Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, ketika meluncurkan 36 produk hasil riset dosen UNS yang siap komersial dan dipamerkan secara virtual dalam rangkaian dies natalis ke-45 UNS yang jatuh pada 11 Maret 2021 lalu./visi.news/tok suwarto.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Pengelola pendidikan tinggi (PT) sekarang harus melakukan langkah “mengawinkan” kampus dengan dunia industri dan dunia usaha agar produk inovasi para akademisi yang siap komersial dapat dimanfaatkan secara maksimal. Caranya, yakni dengan mendesain kurikulum bersama kalangan industri dan dunia usaha.

Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, menyampaikan hal itu kepada VISI.NEWS, seusai peluncuran 36 produk hasil para dosen UNS siap komersial dari berbagai fasilitas, dan peresmian pameran produk tersebut secara virtual dalam rangkaian dies natalis ke-45 UNS di halaman Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS, kampus Kentingan, Jumat (19/3/2021).

Dia menanggapi sangat minimnya penyerapan produk hasil riset di perguruan tinggi yang siap dipasarkan, di kalangan industri dan dunia usaha selama ini.

“Saya mengapresiasi program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang mendorong kampus harus kawin dengan dunia industri dan dunia usaha. Karena, realitasnya banyak produk yang dihasilkan di kampus belum direspons positif oleh kalangan industri dan dunia usaha,” jelasnya.

Menurut Prof. Jamal yang pernah menjabat sebagai inspektur jenderal (Irjen) Kemenristek Dikti, dalam menyusun kurikulum pendidikan tinggi UNS akan mengundang kalangan industri dan dunia usaha. Sehingga, para akademisi di perguruan tinggi dapat menularkan ilmu dan teknologi yang berkembang pesat di kampus.

“Jadi, sekarang kampus jangan hanya bicara tentang teori-teori semata. Tetapi dengan melibatkan dunia industri dan dunia usaha teori akan lebih kaya manakala dilengkapi praktik. Sedangkan praktik akan lebih sempurna jika ada teori di dalamnya,” tandasnya.

Rektor UNS menambahkan, di antara dunia kampus, dunia industri dan dunia usaha, sekarang ini harus terjadi simbiose mutualistis demi suksesnya program “Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar”.

Baca Juga :  Pemkot Bandung Buka Layanan Vaksin Booster di 22 Puskesmas

Dia menyebut contoh, dalam penyusunan kurikulum fakultas teknik yang terkait dengan teknik sipil, perlu mengundang asosiasi insinyur teknik sipil. Atau dalam menyusun kurikulum fakultas hukum, dengan mengundang para praktisi lawyer, jaksa, hakim, pengacara, dan sebagainya.

“Dengan begitu, teori yang diberikan di bangku kuliah betul-betul pas dengan kebutuhan dunia kerja. Kurikulum tidak boleh terlambat terhadap perkembangan cepat dunia industri dan dunia usaha,” katanya.

Ketika meresmikan pameran produk siap komersial hasil riset para dosen, Prof. Jamal mengingatkan, inovasi adalah energi untuk menciptakan perubahan dan inovasi merupakan solusi untuk mengatasi permasalahan sekaligus modal untuk memenangkan persaingan.

“Jangan sampai riset dan inovasi pengabdian masyarakat hanya menggugurkan kewajiban sebagai dosen dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi. Saya mendorong para dosen agar riset-riset menjadi sebuah inovasi, kemudian dihilirisasi, dan dikomersialisasi. Saya mengapresiasi pameran yang menghadirkan 36 produk dalam peluncuran ini,” tutur Prof. Jamal lagi.

Sementara itu, Wakil Rektor bidang riset dan inovasi. Prof. Dr. Kuncoro  Diharjo, mengungkapkan, iklim riset dan inovasi sejauh ini masih dominan bergerak pada tahapan riset terapan yang maksimal capaiannya hanya berupa prototipe produk pada level Technology Redinnes Level (TRL) 6 atau Innovation Rediness Level (IRL) 3.

Menurut dia, seharusnya prototipe produk tersebut dilanjutkan risetnya hingga TRL 9 atau IRL 6 sehingga produk layak komersial.

“Indikator ini ditandai masih terbatasnya para peneliti yang mengajukan skema riset pengembangan atau riset fokus pada produk,” jelasnya. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bela para Petani, Bupati Karawang Tolak Impor Beras

Jum Mar 19 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menolak tegas rencana pemerintah melakukan impor beras . Pemerintah diminta mengkaji kembali rencana tersebut karena bisa berdampak terhadap petani. Di tengah situasi ekonomi yang sulit saat ini kebijakan tersebut merugikan petani. “Jika rencana tersebut direalisasikan akan menurunkan harga beras lokal. Apalagi saat ini […]