Pengusaha Jasa Wisata Jateng “Terpukul” Tren Pariwisata Akhir Tahun

Editor Daryono, SE, pengurus Asita Jawa Tengah. /visi.news/tok suwarto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SOLO – Kalangan usaha jasa wisata memperkirakan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada masa liburan natal dan tahun baru mendatang tidak akan banyak berpengaruh terhadap kegiatan pemasaran wisata.

Alasannya, karena sebelum ada PPKM khusus akhir tahun menjelang natal dan tahun baru 2022, masyarakat dan para pelaku usaha pariwisata sudah memanfaatkan momentum pelonggaran kegiatan masyarakat untuk berwisata dan memasarkan paket wisata.

Pengurus Asosiasi Pengusaha Jasa Witata (Asita) Jawa Tengah, Daryono, SE, mengungkapkan perkiraan tersebut dalam silaturahmi dengan wartawan, Jumat (4/12/2021).

“Pengaruh itu bisa dilihat dari tren kunjungan wisatawan ke Yogyakarta selama akhir Oktober sampai November, yang belakangan banyak travel agent dan hotel penuh. Saya lihat, di Yogyakarta banyak travel dan hotel yang full,” ujarnya.

Menurut Daryono, di sektor goverment dan sektor corporate dalam penerapan anggaran banyak yang dilaksanakan pada minggu-minggu akhir November 2021 sampai medio Desember 2021 mendatang.

“Sehingga, saat diterapkannya PPKM selama libur natal dan tahun baru, semua urusan dinas dapat berjalan lancar karena pekerjaan sudah dioptimalkan di pekan pertama dan kedua Desember 2021,” jelasnya.
Namun dia mengamati, perubahan tren kepariwisataan tersebut pada sisi lain merupakan pukulan bagi banyak pelaku usaha wisata anggota Asita Jawa Tengah.

“Para pelaku usaha wisata, khususnya yang menggarap wisata leisure dan bukan wisata MICE atau meeting , incentive, convention and exhibition, terpukul. Mereka yang biasanya menjual paket wisata di akhir tahun, tren yang tidak diprediksi sebelumnya memengaruhi usaha mereka,” ungkapnya.

Akibat liburan akhir tahun 2021 yang tidak diprediksi setidaknya setengah tahun sebelumnya, katanya, ada paket wisata natal dan tahun baru yang terpaksa stop dan tidak ada aktivitas. Sedangkan pengusaha jasa wisata yang menjual paket wisata MICE, sudah banyak dilaksanakan pada Oktober dan November serta pekan pertama.kedua Desember 2021.

Baca Juga :  Kemendikbudristek Raih Penghargaan Pemberitaan Terpopuler di Media Cetak Tahun 2021

Meskipun demikian, pengurus Asita Jawa Tengah itu, mengamati, di masa PPKM masih ada peluang bagi pengusaha jasa wisata untuk memasarkan paket wisata, karena vaksinasi sudah dilaksanakan dan destinasi wisata juga sudah menerapkan health, security, and environment, termasuk penegasan prokes supaya diterapkan dengan baik.

Di sisi lain, Daryono menegaskan, Asita Jawa Tengah mendukung kebijakan PPKM dalam masa libur natal dan tahun baru.

Dia berharap, pada Januari sampai Februari 2022 yang merupakam low season pariwisata, dapat dimanfaatkan travel.biro, hotelier dan pelaku usaha wisata lainnya, untuk aktif lagi dan bahkan lebih meningkatkan ekspansi pemasaran wisata.

“Masa low season setelah PPKM yang berakhir pada 2 Januari 2022 nanti sampai masa lebaran, hendaknya dimanfaatkan dengan baik untuk bangkit memasarkan paket wisata. Ini akan berjalan dengan baik untuk menggantikan stop di masa PPKM,” jelasnya lagi.

Selain pemasaran wisata MICE dan leisure yang masih prihatin, lanjutnya, para pengusaha biro perjalanan umrah juga mengalami masalah akibat terkendala layanan penerbangan.

Dia melihat sisi lain dari PPKM,
secara tidak langsung PPKM berdampak terjadinya pemerataan waktu berwisata. Sebelum PPKM, orang berwisata hanya pada masa lebaran, libuan natal dan tahun baru atau saat liburan sekolah dan sebagainya.

“Momentum wisata hendaknya dapat dilaksanakan di luar kebiasaan itu. Keuntungannya, mencari hotel gampang, harga makanan lebih murah, guide lebih mudah dan lain-lain,” tuturnya.

Daryono menambahkan, situasi pandemi memang menjadikan para pelaku usaha wisata domestik terpukul. Tetapi Asita bekerjasama dengan berbagai pihak, mendorong pelaku usaha wisata dapat mengemas paket wisata yang mengutamakan keselamatan atau savety, khususnya dalam memasarkan wisata disaat low season maupun peak season di masa pendemi.
“Masalah keselamatan penting dan harus diutamakan, jangan sampai terjadi klaster wisata,” pungkasnya.@tok

Baca Juga :  Soal Pengganti Mendiang Mang Oded, Belum Ada Pembicaraan dengan Gerindra

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Membangun Masyarakat Rendah Karbon dan Cerdas dengan Inovasi Teknologi

Sab Des 4 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SHENZHEN – Di ajang TrustInTech Summit 2021 yang digelar Huawei secara virtual pada 2 Desember 2021, Hou Jinlong, Senior Vice President, Huawei, dan President, Huawei Digital Power, menyampaikan sebuah paparan berjudul “Membangun Masyarakat Rendah Karbon dan Cerdas dengan Inovasi Teknologi”. Hou mengatakan, “Dalam 30-40 tahun mendatang, kita […]