Penjual Masker di Pinggir Jalan Kab. Bandung Keluhkan Pembeli Makin Sepi

Editor Ade, penjual masker tengah membereskan dagangannya di Jalan Gadingtutuka, Desa Cingcin, Kecamatan Soreang, Minggu (30/8)./visi.news/apih igun.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Para penjual masker di pinggir jalan Kabupaten Bandung mengeluh karena akhir-akhir ini dagangannya sepi pembeli sehingga stok barang yang dijajakannya masih menumpuk. Padahal masker berbabagai jenis itu diborong dari produsen dalam jumlah banyak.

Salah seorang di antara pedagang itu adalah Ade (50), penjual masker di Jalan Gadingtutuka, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang dihubungi VISI.NEWS, Minggu (30/8).

Dia mengatakan penjualan masker akhir-akhir ini merosot tajam.

“Pembeli masker minggu-minggu ini jauh berbeda dengan minggu sebelumnya. Entah apa alasannya,” keluh warga Cibolang, Desa Cingcin, ini.

Meski begitu dia sempat mendengar kabar bahwa pemerintah desa membagikan masker secara gratis kepada masyarakat. Dia menduga pembagian masker gratis itulah yang menyebabkan penjualan maskernya menurun drastis.

“Saya duga dari pemberian masker gratis itu kayaknya sehinga dari hari ke hari, saya jualan maskernya sepi banget,” akunya.

Hal senda juga diungkapkan Jajang (34). Warga Pangalengan ini mengaku sepinya pembeli masker di lapak dagangannya lantaran ada bantuan masker gratis yang jumlahnya mencapai ribuan.

“Bisa saja gara-gara pemberian masker gratis sehingga kami penjual masker di pinggir jalan kena imbas. Infonya sih begitu, masker dibagikan ke warga se-Kabupaten Bandung,” aku Jajang.

Sementara itu Kepala Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Alo Sobirin membenarkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Desa telah memerintahkan kepala desa untuk memberikan masker gratis buat warganya.

“Saya saja menyediakan masker sebanyak 3.000 buah. Ini buat warga kami di Desa Cilame. Belum lagi warga desa lainnya yang juga sama wajib menyediakan masker gratis bagi warganya,” katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Waringin ini menjelaskan jumlah pembelian masker di desa jumlahnya beragam. Ada yang 2.000-3.000 masker gratis yang disediakan pemerintah desa.

Baca Juga :  Geledah Syam Organizer, Densus Sita Satu Truk Kotak Donasi

“Soal jumlah yang disediakan desa tidak sama. demikian juga dengan harganya. Namun Kementerian Desa sudah mematok harga mulai Rp 5.000 per harga satuannya sampai Rp 7.000,” ujar Alo.

Dari sejumlah pedagang, harga masker berkisar antara Rp 3.000 – Rp 5.000 untuk masker kain. Masker scuba antara Rp7.500-Rp 10.000 ( ukuran anak dan dewasa). Sedangkan untuk faceshild dijual dengan harga mulai Rp 8.000-Rp 15.000. (berbagai ukuran). @pih

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bermuatan Puluhan Dus Miras, Mobil Boks dan Sopirnya Diamankan Polsek Indihiang

Ming Agu 30 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Sebuah mobil boks yang dikemudikan A (55) asal Ciamis diamankan Polsek Indihiang, Polresta Tasikmalaya, Minggu (30/8) dini hari. Mobil itu bermuatan berbagai jenis dan merek minuman keras (miras) untuk diedarkan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Sejumlah petugas dari Polsek Indihiang yang sedang melakukan patroli rutin mencurigai terhadap […]