Plh Bupati: Ada Beberapa Poin untuk Merubah Zona Oranye Menjadi Kuning

Editor Plh Bupati Bandung, A. Tisna Umaran, berpoto bersama saat kunjungan ke Kecamatan Katapang./visi.news/ki agus.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Untuk merubah zona oranye ke zona kuning, dikatakan Plh Bupati Bandung, A. Tisna Umaran, ada beberapa poin yang harus ditempuh. Diantaranya dengan melihat tingkat keterpaparan, tingkat kematian, dan tingkat isolasi yang dilakukan.

Tisna yang mengaku selain sebagai Plh Bupati, juga merangkap sebagai Wakil Bupati, Plt Sekda, dan Kepala Dinas Pertanian, merasa optimis bisa menanggulangi masalah penyebaran covid 19 di Kabupaten Bandung.

“Dengan memaksimalkan penerapan Protokoler Kesehatan dan saling mengingatkan satu sama lain, bisa menjadi kunci pemutus mata rantai penyebaran pandemi,” katanya saat berkunjung ke Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Sosial Kecamatan Katapang, Jum’at (19/2/2021).

Dua hari belakangan ini, dia menerima laporan ada 50 orang warga terkonfirmasi covid. Dan itu jelas memerlukan perhatian lebih dalam upaya agar tidak menyebar kepada yang lain.

Sebagai Ketua dari Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid 19, dia menuturkan, “Teu Gugur Teu Angin” menerima Keputusan dari Kementerian Dalam Negeri, bahwa Plh Bupati diserahkan kepada Sekda. Meski dia menyatakan kalau bersifat sementara, tapi ada ketegasan kalau harus Sekda yang menjadi Plh Bupati.

Karena amanat yang disandangnya itu, dia melakukan pemantauan ke setiap kecamatan mengenai perkembangan pandemi di masing-masing wilayah. Saat ini dia melakukan kunjungan di tiga kecamatan, diantaranya, Kecamatan Kutawaringin, Margahayu, dan terakhir di Katapang.

Saat mengunjungi kecamatan, dia mengharapkan Kecamatan bisa menginstruksikan kepada RT/RW, Kampung, dan Desa, agarmembantu penekanan penyebaran covid dengan selalu memberikan informasi dan sosialisasi agar masyarakat bisa tahu mengenai bahayanya ancaman covid tersebut.

Camat Katapang, Yani Suhardi menambahkan, jumlah terkonfirmasi covid diwilayahnya beberapa waktu lalu mencapai 142 orang, sekarang menjadi 65 orang. Jadi sudah 60% masalah covid sudah tertanggulangi di wilayah ini.

Baca Juga :  Pemangku Kepentingan Optimistis Dana Indonesiana Ciptakan Stabilitas Pemajuan Kebudayaan

“Perlu juga diketahui, bebarapa bulan lalu warga meninggal karena covid ada sekitar 20 orang. Kemarin hanya 2 orang saja,” ujar Yani.

Dan sesuai instruksi, dia beserta aparatur lainnya sudah mensosialisasikan dan menginformasikan secara maksimal. Efektivitas lainnya sebagai upaya penanggulangan pandemi bagi warga pelanggar protokol kesehatan, dilakukan tindakan hukuman ringan berupa di suruh menyanyi Indonesia Raya di tempat, membaca Pancasila, dan yang paling berat hukuman physik berupa push up 10 kali. @qia.

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Menko PMK: UNS Berhasil Mengambil Sisi Positif Wabah Covid-19

Jum Feb 19 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menyatakan, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo telah berhasil mengambil sisi positif dari wabah Covid-19 dengan menciptakan karya inovasi, khususnya berupa alat kesehatan (alkes), obat-obatan herbal, alat pelindung diri (APD), dan lain-lain. “Belum tentu UNS semangat melakukan penelitian […]