Presiden Jokowi: Kita Tak Boleh Disandera Rutinitas yang Biasa-biasa Saja

Editor Presiden Jokowi memberikan sambutan secara daring dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-45 UNS yang dipimpin Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho./visi.news/tok suwarto.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengingatkan, pentingnya Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mengutamakan kecepatan, kreativitas, dan inovasi sebagai kunci memenangi kompetisi global.

Menurut Kepala Negara, di era disrupsi digital ini UNS harus mengambil langkah-langkah yang tidak boleh biasa-biasa saja.

“Kita tidak boleh terjebak dengan cara biasa-biasa saja. Kita tidak boleh disandera oleh rutinitas yang biasa-biasa saja. Cara-cara baru harus terus dikembangkan,” kata Presiden Jokowi, dalam amanatnya ketika memberi sambutan dies natalis ke-45 UNS, di depan Sidang Senat Terbuka yang digelar secara luring dan daring, di Auditorium GPH Haryo Mataram, Jumat (12/3/2021).

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengingatkan, di usia 45 tahun banyak tantangan yang harus dijawab UNS di era disrupsi digital ini.

“Pengalaman panjang UNS selama 45 tahun dan sejak 6 Oktober 2020 telah disahkan menjadi perguruan tinggi negeri berbadan Hukum, saat ini sedang ditantang untuk berubah.

Selamat berkreasi dan berinovasi dalam menghasilkan Iptek dan mencetak talenta-talenta untuk menjawab tantangan kemanusiaan dan kemajuan bangsa,” ujar Jokowi.

Pada bagian lain amanatnya, Kepala Negara menyatakan, dengan adanya pandemi Covid-19 justru dapat dimanfaatkan untuk melakukan perubahan besar. Dia menyebutkan, antara lain dengan mengubah cara-cara penganggaran dan ukuran kinerja serta memperkenalkan program kerja baru.

“Pandemi Covid-19 telah mengajarkan kepada kita untuk mendobrak cara-cara lama yang dulu dianggap tabu, sekarang justru menjadi cara hidup baru. Digitalisasi yang dulu sulit diperkenalkan, sekarang semua institusi harus melakukannya,” tandasnya.

Presiden Jokowi menyadari, tuntutan untuk menyelaraskan diri secara cepat dengan kemajuan zaman tidak mudah. Namun, hal tersebut penting sebab jika tidak ada kemauan untuk bertransformasi, maka zaman yang akan mendisrupsi.

Baca Juga :  Indonesia Terima 500 Ribu Dosis Vaksin Janssen Dukungan dari Pemerintah Belanda

“Bagi para pelaku startup, cara-cara baru itu sudah menjadi landasan kerja mereka sejak awal. Tetapi bagi institusi yang sudah berusia 45 tahun, saya tahu seringkali tidak mudah untuk memperkenalkan cara-cara baru,” jelasnya.

Menyinggung soal kualitas lulusan perguruan tinggi, Presiden Jokowi, mengemukakan, para sarjana dituntut harus mumpuni, kompeten, dan unggul untuk kepentingan kemanusiaan dan kemajuan bangsa.

Saat ini, sambungnya, perkembangan zaman menuntut perguruan tinggi melahirkan lulusan yang dibutuhkan pasar tenaga kerja, karena terjadinya perubahan yang sangat drastis sehingga banyak jenis pekerjaan lama hilang dan tidak dibutuhkan lagi.

Dalam mengantisipasi kekhawatiran tersebut, Presiden Jokowi memandang perlu adanya perubahan program studi, perubahan kurikulum, dan perubahan karakter dosen.

“Revolusi industri jilid empat telah membuat banyak ilmu pengetahuan dan teknologi lama menjadi usang. Teori manajemen organisasi dan model bisnis juga banyak berubah. Pola komunikasi dan perilaku masyarakat juga banyak berubah. Tentu saja agenda riset juga harus banyak diadakan perubahan,” tutur Kepala Negara lagi. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

DPP Partai Demokrat Resmi Gugat Penggerak KLB ke PN Jakpus

Jum Mar 12 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat lewat tim kuasa hukumnya, Jumat (12/3/2021, resmi menggugat para penggerak kongres luar biasa (KLB) di Sibolangit, Deliserdang, Sumatra Utara, ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, atas dugaan perbuatan melawan hukum. Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra saat […]