Prof. Dadi: Selama Pandemi Karakter Anak di Kab. Bandung Mengkhawatirkan

Editor Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bandung Prof. Dr. Dadi Pernamadi, M.Ed., menyerahkan hasil penelitian karakter siswa kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Drs. H. Ruli Hadiana, M.Ipol. /visi.news/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SOREANG – Selama pandemi Covid-19 karakter anak didik di Kabupaten Bandung semakin mengkhawatirkan akibat terlalu lama menggunakan gadget tanpa pengawasan yang memadai.

“Kita sudah melakukan penelitian di sejumlah sekolah di Kabupaten Bandungselama pandemi Covid-19, hasilnya memang sangat mengkhawatirkan. Semangat belajar mereka sudah jauh lebih menurun, lebih asik bermain game, bahkan tidak sedikit yang malas kembali ke sekolah, ” ungkap Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bandung Prof. Dr. Dadi Permadi, M.Ed. saat beraudiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bandung Drs. H. Ruli Hadiana, M.Ipol., pekan kemarin.

Untuk itu, Prof. Dadi mengatakan,  di Kabupaten Bandung harus segera diperjelas arah penguatan pendidikan karakter. “Secara insidential kita sudah sering menyampaikannya saat ada acara-acara dengan komite sekolah di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung. Tapi tentu itu saja tidak cukup, karena harus ada keterlibatan kepala sekolah juga di dalamnya. Makan, kita harapkan tahun 2022 ini, dengan semangat Bedas, para kepala sekolah juga bisa lebih proaktif dalam kegiatan yang diselenggarakan Dewan Pendidikan Kabupaten Bandung,” ungkapnya.

Prof. Dadi juga sangat menyambut baik rencana Bupati Bandung HM Dadang Supriatna yang akan kembali menerapkan Pendidikan Moral Pancasila (PMP) di sekolah-sekolah sebagai sebuah terobosan yang berani. “Kita juga sangat mendukung rencana Pak Bupati itu. Apalagi sekarang itu sudah banyak yang tidak tahu lima dasar yang menjadi ideologi bangsanya sendiri,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prof. Dadi juga mengatakan bahwa selama tahun 2021, Dewan Pendidikan Kabupaten Bandung sudah membentuk enam Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) di beberapa kecamatan. Antara lain, Baleendah, Arjasari, dan Soreang. “Rencananya, di setiap kecamatan kita bentuk FKKS untuk memudahkan komunikasi dan koordinasi dengan semua komite sekolah dan para kepala sekolah yang ada di Kabupaten Bandung,” ujar Prof. Dadi.

Baca Juga :  Ketua SC: Sugih Terpilih Secara Aklamasi Atas Dasar Musyawarah dan Mufakat

Karena menurutnya, tahun depan ada beberapa hal yang harus segera disosialisasikan, baik untuk pengurus komite sekolah maupun para kepala sekolah mengenai arah kebijakan pendidikan selama pandemi. “Baru dua kali kita sampaikan di depan kegiatan FKKS). Ada beberapa hal mendesak mengenai pendidikan karakter. Kita harapkan awal Januari 2022 bisa lebih intensif lagi kita laksanakan,” ujarnya.

Menyinggung target Bupati Bandung untuk mencapai Rata-rata Lama Sekolah (RLS) 10 tahun di tahun 2023, Prof. Dadi mengatakan, penguatannya harus di akademi komuniti. Namun, untuk menyelenggarakan akademi komuniti yang benar minimal harus ada lahan 6 hektar, dan itu sangat membebani APBD sehingga sangat sulit dilakukan di Kabupaten Bandung.

“Solusinya, lebih baik dikerjasamakan dengan pihak swasta, dengan melakukan penguatan sekolah-sekolah swasta,” pungkasnya.@asa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Wali Kota Banyak Prestasi, Mang Oded Seharusnya Meraih The Most Popular Leader on Social Media

Sel Des 14 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – keras almarhum Wali Kota Bandung, Oded M. Danial selama memimpin Kota Bandung satu per satu akhirnya mulai membuahkan hasil. Dengan landasan kolabrasi, inovasi, dan desantralisasi, pembangunan di Kota Bandung pun dirasakan dan diakui berbagai pihak. Salah satunya dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang akan menganugerahi Innovative […]