PT Indo Kordsa Tbk Tandatangani Kontrak Kerjasama dengan TotalEnergies

Editor Kebutuhan energi Indo Kordsa akan dihasilkan sistem tenaga surya di atap yang berkapasitas 5 MWp buatan TotalEnergies. /visi.news/prnewswire
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BOGOR – PT Indo Kordsa Tbk (Indo Kordsa), anak usaha Kordsa Group dan pemasok utama bahan penguat ban premium untuk sektor otomotif di Asia Tenggara, telah menandatangani kontrak kerja sama dengan TotalEnergies. Lewat kontrak ini, TotalEnergies memasok sistem panel surya yang dipasang di atap fasilitas produksi, gudang, dan perkantoran milik Indo Kordsa, di Citeureup, Bogor, Indonesia. Dengan ditandatanganinya kerjasama ini, PT Indo Kordsa menjadi produsen tire cord pertama, bukan Cuma di Indonesia, namun juga di Asia Tenggara, yang akan memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber energi untuk pemakaian sendiri.

Kebutuhan energi Indo Kordsa akan dihasilkan sistem tenaga surya di atap yang berkapasitas 5 MWp buatan TotalEnergies
Kebutuhan energi Indo Kordsa akan dihasilkan sistem tenaga surya di atap yang berkapasitas 5 MWp buatan TotalEnergies

Indo Kordsa, sejalan dengan strategi kelestarian alam Kordsa Group, telah menetapkan bahwa salah satu prioritasnya adalah mengurangi emisi, termasuk emisi gas rumah kaca (GRK), dan mengatasi perubahan iklim. Indo Kordsa pun mencari mitra untuk memasang sistem listrik fotovoltaik (photovoltaic/PV) di atap. Melalui sistem ini, Indo Kordsa berkeinginan untuk menurunkan jejak karbon dan mencapai target-target kelestarian alam sekaligus menghemat biaya listrik. Maka, Indo Kordsa memilih TotalEnergies yang dikenal atas pengalamanya dan keahlian teknisnya dalam menyediakan solusi energi terbarukan di lokasi-lokasi yang kompleks di seluruh dunia dan di Indonesia. TotalEnergies mensupport Indo Kordsa beralih memakai energi bersih disamping mendapatkan penghematan biaya. Menurut kontrak kerja sama tersebut, TotalEnergies akan memasang, mengelola, dan memelihara sistem tenaga surya PV selama jangka waktu kontrak.

Sistem PV ini akan memiliki kapasitas total 5 megawatt-peak (MWp) dan memakai 8.830 panel PV yang terpasang di bagian atap dari lima fasilitas milik Indo Korsa. Setelah terpasang, sistem ini akan menghasilkan listrik sebesar 6.645 megawatt jam (MWh) dari tenaga surya setiap tahunnya yang akan digunakan untuk kebutuhan produksi harian Indo Korsa. Berkat sistem baru ini, Indo Kordsa mampu mengurangi sekitar 5.250 emisi CO2 setiap tahun, setara dengan menyingkirkan lebih dari 1.100 mobil dari jalanan atau menanam lebih dari 87.000 pohon per tahun.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Kota Bandung dan Sekitarnya, Jumat (19 Juni) Jumat, 19 Juni 2020

Ibrahim Ozgur Yildirim, Direktur Utama Indo Kordsa berkata, “Kami terinspirasi meningkatkan kehidupan melalui produk Indo Korsa dan memegang prinsip-prinsip perusahaan, serta menciptakan nilai tambah, tak hanya bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan, namun juga bumi. Kelestarian alam kini menjadi agenda terpenting di dunia, begitu pula bagi Kordsa. Kami berupaya mengembangkan berbagai teknologi lestari dengan sistem produksi berkelanjutan. Di sisi lain, kami juga ingin berkontribusi terhadap langkah-langkah global dalam penanganan perubahan iklim. Sejalan dengan Peta Jalan Kelestarian Alam 2050 yang dicanangkan Kordsa, kami bertekad mengurangi jejak karbon, dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Kolaborasi dengan TotalEnergies dalam pemasangan sistem PV akan memenuhi sebagian kebutuhan energi harian kami, serta menjadi langkah penting menuju pencapaian target tersebut, serta memimpin industri.”

Gavin Adda, Head, TotalEnergies Renewables Distributed Generation Asia berkata, “TotalEnergies memiliki jangkauan yang baik dan semakin berkembang di Asia. Lebih lagi, TotalEnergies meraih kepercayaan dari kalangan perusahaan seperti Indo Kordsa sebagai mitra pilihan di bidang energi. TotalEnergies menyediakan solusi yang tidak menguras belanja modal, serta memenuhi target-target kelestarian alam dan penghematan biaya. Sebagai penyedia layanan terkemuka di bidang energi surya bagi sektor komersial dan industri, kami ingin mendukung berbagai perusahaan manufaktur, seperti Indo Kordsa, dalam menurunkan jejak karbon, serta memanfaatkan solusi-solusi tenaga surya yang dirancang secara khusus oleh pakar global kami. Dengan demikian, kami mampu memenuhi kebutuhan energi perusahaan mana pun.”

TotalEnergies, energi terbarukan dan kelistrikan

Sebagai bagian dari ambisi mencapai nol emisi (net zero) pada 2050, TotalEnergies mengembangkan portofolio kegiatan usaha di sektor energi terbarukan dan kelistrikan. Pada akhir September 2021, kapasitas pembangkit listrik TotalEnergies dari energi terbarukan mencapai 10 GW. TotalEnergies akan terus memperluas bisnis hingga mencapai kapasitas produksi bruto sebesar 35 GW dari sumber terbarukan pada 2025, lalu mencapai 100 GW pada 2030. Targetnya, TotalEnergies tercantum dalam daftar lima produsen listrik tenaga bayu dan surya yang terbesar di dunia.

Baca Juga :  Gairah Sentra Bata Merah Desa Jelegong Kutawaringin

Tentang TotalEnergies Renewables Distributed Generation

TotalEnergies Renewables Distributed Generation adalah vendor terkemuka di dunia yang menyediakan solusi energi surya terdistribusi dan terpadu, termasuk sistem tenaga surya di atap, tempat parkir mobil, dan pembangkit listrik tenaga surya yang terletak di darat. Portofolionya kini mencakup berbagai proyek dengan kapasitas lebih dari 600 MW, baik yang tengah dikembangkan dan telah beroperasi di seluruh dunia. Menjangkau Asia sejak 2018, TotalEnergies Renewables Distributed Generation merupakan salah satu pelaku industri terbesar yang memiliki perkembangan terpesat di sektor pembangkit listrik energi terbarukan dan terdistribusi di Asia. Kliennya bergerak di sektor komersial dan industri. Portofolio proyek TotalEnergies Renewables Distributed Generation memiliki kapasitas 100 MW, baik yang tengah dikembangkan dan telah beroperasi. @mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Taufik Hidayat, "Anggaran Memang Direfocusing, Namun Alhamdulilah tidak Semua Program Pemprov Jabar Tersendat"

Sel Des 14 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Pandemi Covid-19, membuat berbagai sektor pembangunan menjadi terdampak serta perekonomian masyarakat menjadi carut marut. Kondisi tersebut mengakibatkan alokasi anggaran Pemprov Jawa Barat (Jabar) terpaksa harus di refocusing. Demikian dikatakan Ketua DPRD Jabar, Taufik Hidayat, Selasa (14/12/21). Dua tahun ini, katanya, anggaran Pemprov Jabar terpaksa harus […]