Selama Pandemi, APBD Kab. Pangandaran Alami Penurunan

Editor Perkantoran Pemerintah di Kabupaten Pangandaran./visis.news/muslih jerry supriyanto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, selama pandemi Covid-19 mengalami penurunan dari beberapa sektor.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pangandaran, Hendar Suhendar mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi sepanjang tahun 2020 lalu tentu saja berdampak pada kondisi keuangan daerah.

“Tak terkecuali kondisi keuangan APBD Kabupaten Pangandaran. Sejumlah sektor yang menjadi andalan mengalami penurunan,” kata Hendar di ruang kerjanya, Rabu (6/1/2021).

Dari hitungan sementara, tambahnya, merujuk data realisasi pendapatan di tahun anggaran 2020, APBD Pangandaran mengalami kenaikan.

Pendapatan dalam APBD, jelasnya, setidaknya ada tiga pos yaitu pendapatan asli daerah, dana transfer, dan pendapatan lain-lain yang sah.

“Kalau untuk pendapatan asli daerah dan dana transfer memang mengalami penurunan dibanding tahun 2019,” jelasnya.

Disebutkan, PAD tahun 2020 turun 8,64 persen atau Rp 9,9 miliar dibanding tahun 2019. Realisasi PAD 2020 sebesar Rp 104,8 miliar sedangkan pada tahun 2019 sebesar Rp. 114,8 miliar.

Selanjutnya, realisasi dana transfer yang terdiri dari bagi hasil pusat, DAU dan DAK turun 13,25 persen atau Rp.115,5 miliar.

Dan Dana transfer 2020 terealisasi Rp 749,5 miliar, turun dibandingkan dengan realisasi tahun 2019 sebesar Rp 864 miliar.

“Penurunan itu dapat tertolong oleh upaya Pemkab Pangandaran yang berhasil menggenjot di sektor pendapatan lain-lain yang sah,” tambahnya.

Dijelaskan, pendapatan lain-lain yang sah tahun 2020 naik 41.49 persen atau Rp 205, 7 miliar dibandingkan dengan tahun 2019. Realisasi pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp 701,6 miliar sedangkan realisasi tahun 2019 hanya sebesar Rp 495,8 miliar.

Dikatakan, kenaikan pos pendapatan yang terdiri dari bagi hasil pajak provinsi, bankeu provinsi, BOS, dana desa, dan dana insentif daerah itu secara otomatis mendongkrak pendapatan daerah secara keseluruhan.

Baca Juga :  Dadang-Sahrul Hari ini Dilantik, Kiat "Bergerak" dalam Kemenangan Pilkada 2020 Kab. Bandung

“Alhamdulillah realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Pangandaran tahun 2020 naik 5.52 persen atau Rp 81,3 miliar dibandingkan dengan realisasi tahun 2019,” ungkapnya.

Realisasi Pendapatan Daerah 2020 terealisasi Rp 1,55 triliun atau 78,4 persen dari target Rp 1,98 triliun. Jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2019 naik 5,52 persen atau Rp.81,3 miliar.

“Pendapatan daerah tahun 2019 terealisasi sebesar Rp 1,47 triliun dari target Rp 1,56 triliun,” imbuhnya lagi. @mjr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Garut Tingkat Pertama Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Jawa Barat

Rab Jan 6 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Garut menduduki tingkat pertama di Jawa Barat kasus kematian Covid-19. Berdasarkan angka, jumlah kematian di kabupaten Garut mencapai 113 kasus kematian. Demikian diungkapkan Bupati Garut, Ruddy Gunawan dalam kunjungan kerjanya di D├ęsa Depok, Rabu (6/1/2021). Bupati yang juga Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Garut, menghimbau seluruh warga Garut […]