SKETSA | Binary Option

Silahkan bagikan

Oleh Syakieb Sungkar

BAGI orang yang sudah lama berinvestasi dalam bisnis saham biasanya mengenal bagaimana karakteristik saham-saham yang diperdagangkan di bursa. Misalnya ketika harga minyak goreng naik, maka saham-saham yang terkait dengan bisnis minyak goreng akan naik pula. Sebagai contoh emiten saham Grup Salim, yakni PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk. Perusahaan yang bergerak dalam perkebunan kelapa sawit dan memproduksi minyak goreng, yang disingkat sebagai LISP, mengalami kenaikan selama 2 minggu pertama bulan Maret 2022. Padahal selama bulan Desember sampai Februari saham itu pergerakannya tenang-tenang saja. Begitu ada Perang Ukraina, minyak goreng tiba-tiba langka, dan harganya naik, maka harga saham LISP kemudian meroket.

Gambar 1 – Pergerakan saham LISP di bulan Maret 2022.

Kenaikan mendadak saham LISP dan saham-saham sawit lainnya di bulan Maret tidak dapat diramalkan, bahkan oleh orang yang berpengalaman sekalipun. Siapa yang menyangka bahwa Putin tiba-tiba menyerang Kiev sehingga jalur transportasi dan distribusi bahan makanan menjadi macet. Akibatnya orang di dunia memburu bahan pangan: kedelai, gandum, dan pada akhirnya minyak goreng. Karenanya, para pemain saham yang baik biasanya melihat fundamental ekonomi dari perusahaan yang membackup suatu emiten saham, apakah itu suatu perusahaan sehat atau sebaliknya, emiten abal-abal. Kalau seandainya tiba-tiba saham yang dipegang atau dimilikinya itu naik, berarti suatu rejeki nomplok belaka. Investor membeli saham atas pertimbangan jangka panjang, dalam hitungan tahun, bukan hit and run. Hal itu berlaku juga pada investasi dengan menyimpan uang dalam valuta asing tertentu, apakah itu dolar atau remimbi, pertimbangannya didasarkan pada analisis jangka panjang. Tetapi akhir-akhir ini ada jenis investasi yang mengajak investornya menebak kenaikan suatu saham atau valas dalam hitungan detik, namanya Binary Option.

Gambar 2 – Penawaran investasi Binary Option.

Kalau kita mengetik “Binary Option” pada mesin pencari kata, maka akan muncul 5 merek dagang Binary Option bertengger di layar Google. Paling atas adalah Quotex, yang hari ini sedang diributkan oleh Bareskrim dan paling bawah adalah IQ Option, perusahaan yang sudah ada sejak lebih dari 10 tahun yang lalu. Mendaftar menjadi anggota investor atau member permainan Binary Option itu mudah sekali. Cukup kita mengklik salah satu pilihan Brokers di atas, maka google akan membawa kita ke form pendaftaran. Dengan mengisikan nama, alamat, e-mail dan nomor handphone, maka kita sudah sah menjadi member. Investasi awal sangat murah, yaitu 10 dolar, dan pembayarannya bisa menggunakan kartu kredit.

Baca Juga :  Persija Jakarta Juara Piala Menpora

Begitu kita membayar, maka langsung disodorkan item-item yang boleh dipilih untuk ditebak, apakah itu sebuah grafik valas yang akan berubah dalam beberapa menit ke depan. Misalnya kita memilih mata uang Yen, dengan perkiraan naik atau turun, maka sudah dapat dipastikan pilihan kita itu akan benar. Tanpa perlu mengetahui fundamental ekonomi dari valas, tanpa perlu mempelajari ekonomi makro. Dan kita akan mendapat 10% dari nilai tebakan. Mengapa demikian? Karena perusahaan Binary Option itu sudah mengatur agar kita pasti menang apapun tebakan kita, naik atau turun – pada masa awal kita bermain. Sehingga, kita sebagai ‘investor’ (yang sebetulnya adalah sebagai penjudi) akan tertarik untuk menaikkan taruhan. Binary Option sudah menduga bahwa dengan memilih salah satu: naik atau turun – hanya dua pilihan (biner) sederhana, dan kemudian menang, maka watak rakus kita akan terpancing muncul. Sekaligus sifat jumawa kita keluar, karena tiba-tiba merasa menjadi orang genius: hanya mengklik Smartphone, uang di akun kita bertambah 10%.

Tidak lama kemudian seorang wanita dari belahan dunia sana, Amerika atau Australia, dengan berbahasa Indonesia, akan menghubungi Smartphone kita, menyapa kita dan selanjutnya membujuk untuk terus ‘berinvestasi’ serta menambah deposit. Di kantor pusat Binary Option, di bumi sebelah sana sebenarnya ada seorang operator yang sedang mengamat-amati kebodohan kita yang sedang memilih (tepatnya menerka) nilai valas yang akan naik atau turun melalui layar Smartphone. Grafik-grafik yang mereka berikan bukanlah grafik yang sebenarnya, tetapi grafik berbeda antara satu pemain dengan pemain lainnya, tergantung kebutuhan – dalam rangka menipu para pemain yang kemaruk itu. Begitu deposit kita sudah cukup besar, maka tibalah saatnya untuk digaruk, yaitu dengan membuat tebakan kita terlihat salah.

Namun cara-cara kasar seperti itu tidak menarik orang untuk bermain Binary Option. Karenanya perusahaan Binary Option menanamkan para agennya untuk menarik minat para calon investor. Mereka membuat sistem Multi Level Marketing (MLM) dengan cara member get member. Barang siapa dapat merekomendasikan orang lain menjadi member, maka orang tersebut akan mendapat komisi 10% dari investasi member baru tersebut, dan beberapa % lagi dari setiap nilai transaksi yang dimainkan oleh orang yang kita rekomendasikan menjadi member tersebut. Nilai 10% itu tidak mutlak, semuanya tergantung pada policy perusahaan Binary Option, dan juga aturan-aturan yang bisa berubah setiap waktu. Semakin banyak member yang dimiliki, maka semakin besar komisi yang didapat. Komisi juga bisa diatur bertingkat-tingkat, artinya kalau member yang kita rekomendasikan itu dapat merekrut member baru, maka kita masih mendapat persentase dari anggota yang direkrut oleh orang tersebut. Jadinya member get member bisa beranak bercucu dan kalau digambar level komisinya akan seperti ranting pohon Beringin.

Baca Juga :  Madrid Juara, Zidane Makin Edan

Seorang teman misalnya, sekali waktu mengajak makan di sebuah restoran Italia kesukaan saya di pinggir jalan Kemang Raya. Tidak biasanya ia bermurah hati untuk mentraktir Ribeye Steak beserta Risotto Scamorza, Funghi dan Tartufo, lengkap dengan satu botol Red Wine yang lezat. Rupanya ia ingin memperlihatkan bahwa bermain Binary Option telah menghasilkan untung besar dan ingin mengajak saya ikut mendaftar sebagai member. Sambil menunjukkan menu-menu yang ada di layar Smartphone dan mendemonstrasikan jumlah ‘uang’ yang ada di dalam akunnya. Saya memberikan tanda petik pada kata uang, karena belakangan teman saya mengalami kesulitan meng-cash-kannya ketika jumlah akunnya bertambah besar. Rupanya Binary Option hanya mengijinkan kalau teman saya itu memindahkan uang dalam jumlah yang kecil saja ke akun pribadinya pada Bank yang ada di Indonesia.

Gambar 3 – Display Aplikasi Binary Option.

Cara-cara persuasif dengan mentraktir dan presentasi dinilai lambat dan tidak efektif, karena membutuhkan waktu serta biaya untuk membujuk, mentraktir dan sebagainya. Belum lagi kalau si calon member ogah-ogahan, perlu waktu lagi untuk dihubungi via WA dan segala macam percakapan via telpon yang membosankan. Karenanya, perusahaan Binary Option membuat strategi lain yaitu suatu cara yang disebut sebagai Crazy Rich. Crazy Rich dinilai lebih murah karena penyerapan membernya sangat cepat dan banyak. Apalagi siaran gosip stasiun TV yang selalu haus berita itu akan siap menyiarkannya secara gratis. Karena memberitakan kisah seorang anak muda yang miskin dan papa kemudian tiba-tiba menjadi orang super kaya dalam waktu singkat, itu luar biasa. Setiap hari akan muncul kisah ada-ada saja dari Crazy Rich ini di TV: membeli mobil Ferrari semudah menjentikkan jempol, memiliki binatang piaraan yang sangat mahal, menginformasikan bahwa gaji pembantu si Crazy Rich dalam orde puluhan juta rupiah, mempunyai sepatu Snicker edisi khusus yang jumlahnya kurang dari 10 di dunia, jam tangan mewah, tas bermerek, dan sebagainya.

Baca Juga :  'Nyetatus' Gaji Kecil di FB, Guru Honorer Dipecat Kepsek

Semua tayangan itu sebetulnya untuk memancing penonton agar bertanya usaha apa yang dilakukan si Crazy Rich sehingga bisa kaya dengan cepat dan mudah. Begitu jerat sudah digelar, maka berduyun-duyun orang yang terinspirasi, menyetorkan uangnya untuk bermain Binary Option, suatu judi tingkat nasional berkedok investasi permainan valas secara online. Jenis investasi yang baru belakangan hari dinyatakan dilarang oleh Otoritas Jasa Keuangan, setelah banyak orang mengadu karena tertipu. Apalagi ada orang yang dengan suka cita menyerahkan uangnya sebesar Rp 20 Milyar untuk dikelola oleh si Crazy Rich tersebut. Dengan harapan koceknya dapat berlipat ganda dalam waktu cepat. Masalahnya, ketika menyerahkan uang tersebut, si investor tidak bilang-bilang kepada kita, dan baru nangis Bombay setelah sadar uangnya lenyap.

Apa yang diambil masuk ke rekening si Crazy Rich sebetulnya adalah uang komisi yang merupakan prosentase dari sistem penipuan yang besar. Kalau di dalam rekening si Crazy Rich yang katanya berjumlah ratusan Milyar atau beberapa Trilyun, bisa dibayangkan berapa puluh atau ratus Trilyun uang yang sudah diraup oleh perusahaan induk Binary Option itu sendiri. Suatu penyerapan uang rakyat yang begitu besar dan masuk dalam kategori kerugian negara, mengingat Indonesia sekarang sedang susah, serta butuh uang untuk menunjang kehidupan orang banyak. Seandainya kita bisa menarik pelajaran dari ini semua, sebaiknya berhati-hatilah menayangkan kisah kehidupan orang kaya, karena barangkali di dalamnya terkandung suatu strategi untuk menipu orang. Kalau tidak berniat menipu pun, kok rasanya tidak pantas ya memamerkan kekayaan di hadapan publik, apalagi di media massa. Cobalah rendah hati – low profile high profit.***

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

ULASAN BOLA | Bruno Moreira vs Bruno Cantanhede, Bruno Mana yang Lebih Jago?

Sab Mar 19 , 2022
Silahkan bagikanCatatan Fendy Sy. Citrawarga DUEL seru alias “big match” bakal tersaji pada lanjutan kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 Pekan ke-32, Sabtu (19/3/2022) nanti malam, Persebaya Surabaya menantang Persib Bandung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, siaran langsung Indosiar. Bajul Ijo –julukan Persebaya– saat ini berada di posisi 4 dengan […]