Sudah Ada Fatwa MUI, Masyarakat Tak Perlu Takut Vaksin

Editor Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis, mengajak masyarakat tidak perlu takut vaksin./mui.or.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEW | JAKARTA – Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis, mengajak masyarakat tidak perlu takut vaksin. Selain sudah banyak contoh vaksinasi yang berjalan sukses (tanpa risiko), juga karena sejak lama MUI sudah mengeluarkan fatwa tentang vaksin.

Dia menilai, kelompok masyarakat yang belum mau diberi vaksin perlu diedukasi dengan tepat.

“Terdapat tiga sikap masyarakat terhadap hadirnya vaksinasi. Pertama, yang setuju vaksin apa pun bahannya. Kedua, yang tidak mau vaksin apa pun bahannya. Ketiga, kelompok wait and see yang menyikapi kehalalan dan keefektivan vaksin yang disediakan” jelas Kiai Cholil dalam webinar hasil kolaborasi antara Majelis Ulama Indonesia Kementerian Komunikasi dan Informatika, Sabtu (30/10/2021) secara virtual, dilansir dari laman resmi MUI.

Pada webinar bertajuk “Bangkit dari Covid 19 dengan Nalar dan Aksi Bersama Berlandaskan Nilai-Nilai Islam dan Fatwa MUI” itu, Kiai Cholil menilai, ada sebagian masyarakat yang masih enggan vaksin karena terpengaruh teori konspirasi. Ada pula disebabkan keyakinan masing-masing bahwa adanya Covid 19 semata ujian dari Allah SWT.

“Oleh karena itu, hadirnya fatwa MUI sebagai penguat keraguan bagi masyarakat yang anti vaksin. Terhitung terdapat 12 fatwa yang dikeluarkan oleh MUI merespons persoalan umat terkait pandemi Covid-19,” ujarnya.

Dia menyampaikan, posisi MUI sebenarnya bukan mufti negara, melainkan lebih sebagai mitra pemerintah. Karena itu, fatwa MUI tidak mengikat secara utuh. Meski begitu, fatwa halal/haram MUI mampu membimbing umat terkait kehalalan produk yang akan dikonsumsi.

“MUI sudah mengeluarkan 12 fatwa selama pandemi. Terdapat fatwa mengenai status kehalalan vaksin, seperti sinovac dan astrazeneca. Jika masih khawatir, masyarakat bisa diberi edukasi untuk merujuk kepada fatwa MUI. Meskipun pada dasarnya fatwa tersebut tidak mengikat secara utuh” ungkapnya.

Baca Juga :  Aa Maung: Kekayaan Budaya Daerah Merupakan Keluhuran Bangsa

Lebih lanjut, Kiai Cholil berpesan, kehadiran vaksin adalah usaha mencegah penyebaran dampak Covid yang lebih buruk. Allah SWT, kata dia, menciptakan hukum kausalitas untuk hamba yang tidak melanggar hukum-Nya.

Selain vaksin, imbuh Kiai Cholil, penerapan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, jaga jarak, dan tidak mudah panik saat adanya wabah harus dikombinasikan dengan tawakkal dan sabar. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Krisis Papua Memanas, Dua Anak Tewas Tertembak

Rab Nov 3 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | PAPUA – Situasi di Kabupaten Intanjaya masih mencekam, setelah masyarakat sipil ikut menjadi korban di tengah-tengah peperangan antara pasukan TNI – Polri dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Seorang balita berusia dua tahun bernama Nopelianus Sondegau tewas, seusai peluru tajam menerjang tubuhnya […]