TAUSIAH: Anjuran Nabi untuk Berbuat Baik Sebelum Pergi Haji

Editor Kegiatan umrah dan haji tutup total. Ilustrasi/via republika.co.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Nabi Muhammad saw. selalu mendorong keluarganya untuk mengerjakan ketaatan, dan menyemangati mereka untuk membekali diri dengan amalan kebajikan sebelum berangkat haji.

Di antaranya adalah ketika melewati daerah keluarga pamannya yang mengurusi air zamzam dan membagikannya kepada jemaah Haji.

Nabi bersabda, “Ayo tarim, wahai anak-anak Abdul Muthalib. Kalau saja tidak takut kalau orang-orang mengabaikan kalian dalam urusan pengurusan air minum ini maka tentu aku ikut turun bersama kalian” (HR Muslim).

Dalam hadis lain disebutkan, “Kerjakanlah dengan baik, sesungguhnya kalian sedang melakukan amalan saleh.” (HR Bukhari).

Abu Thalah Muhammad Yunus Abdussatar dalam kitabnya¬†‘Kaifa Tastafidu min al-Haramain asy-Syarifain Ayyuha az-Zair wa al-Muqim’, mengatakan, bahkan Nabi meringankan tugas para pelayan tamu Allah. Beliau mengizinkan Abbas pamannya untuk pulang menginap di Mekah pada malam- malam hari tasyrik demi melaksanakan tugas membagikan air kepada jemaah haji.

“Haji termasuk gerbang amal kebajikan, Sedangkan jumlah fakir miskin dan kaum lemah juga banyak sekali,” katanya.

Abu Thalha menyampaikan, jika kita menginginkan kebaikan yang berlipat ganda dan timbangan pahala kita bertambah berat oleh perbuatan orang lain, maka kita dapat berbuat baik kepada para jemaah haji dan mendidik keluarga kita dengan berbagai ibadah.

“Tunjukkan mereka kepada perbuatan baik. Permudah dan doronglah mereka untuk dapat berbuat baik kepada orang-orang yang membutuhkan,” katanya.

Nabi saw. telah bersabda. “Siapa yang mengajak kepada petunjuk Tuhan maka baginya pahala besar pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sama sekali. (HR Muslim).

Nabi juga bersabda kepada seseorang yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain, siapa menunjukkan kepada kebaikan maka ia memperoleh pahala sebagaimana orang yang melakukan kebaikan itu sendiri. (HR Tirmidzi).

Baca Juga :  Patung Macan Lucu Cisewu, Begini Sejarah Singkatnya

“Sebaliknya, jangan sampai kita mendorong mereka ke dalam kesesatan atau berpesan dengan suatu perbuatan dosa, atau mempermudah mereka melakukan kemungkaran,” katanya.

Nabi singguh memperingatkan perbuatan seperti ini dengan bersabda. “Siapa yang mengajak kepada kesesatan, maka baginya dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR Muslim). @fen/sumber: republika.co.id

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Seorang Luka Berat, Pohon Tumbang di Jln. Dipatiukur Timpa 5 Motor dan 7 Kios

Sen Mar 29 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Dua buah pohon besar di Jalan Hassanudin (Dipatiukur), Kelurahan Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, tumbang, Minggu (28/3/2021) sore . Informasi yang diperoleh VISI.NEWS melansir CBN.com dari Diskar PB Kota Bandung menyebutkan, pohon Angsana dan Flamboyan setinggi kurang lebih 6 meter dan 8 meter ini roboh menimpa dan […]