TAUSIAH: Jauhilah Sikap Sombong (3)

Editor Ilustrasi lafaz Allah./dok./net.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS –

Sombong Terhadap Makhluk

Bentuk kesombongan yang kedua adalah sombong terhadap makhluk, yakni dengan meremehkan dan merendahkannya. Hal ini muncul karena seseorang bangga dengan dirinya sendiri dan menganggap dirinya lebih mulia dari orang lain.

Kebanggaan terhadap diri sendiri membawanya sombong terhadap orang lain, meremehkan dan menghina mereka, serta merendahkan mereka baik dengan perbuatan maupun perkataan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,

ﺑِﺤَﺴْﺐِ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﺮِّ ﺃَﻥْ ﻳَﺤْﻘِﺮَ ﺃَﺧَﺎﻩُ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢَ

“Cukuplah seseorang dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim ” (HR Muslim 2564). ( Bahjatu Qulubill Abrar, hal 195)

Di antara bentuk kesombongan terhadap manusia di antaranya adalah sombong dengan pangkat dan kedudukannya, sombong dengan harta, sombong dengan kekuatan dan kesehatan, sombong dengan ilmu dan kecerdasan, sombong dengan bentuk tubuh, dan kelebihan-kelebihan lainnya.

Dia merasa lebih dibandingkan orang lain dengan kelebihan-kelebihan tersebut. Padahal kalau kita renungkan, siapa yang memberikan harta, kecerdasan, pangkat, kesehatan, bentuk tubuh yang indah? Semua murni hanyalah nikmat dari Allah Taala .

Jika Allah berkehendak, sangat mudah bagi Allah untuk mencabut kelebihan-kelebihan tersebut. Pada hakikatnya manusia tidak memiliki apa-apa, lantas mengapa dia harus sombong terhadap orang lain? Wallahul musta’an.

Hukuman Pelaku Sombong di Dunia

Dalam sebuah hadis yang sahih dikisahkan sebagai berikut ,

ﺃَﻥَّ ﺭَﺟُﻼً ﺃَﻛَﻞَ ﻋِﻨْﺪَ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺑِﺸِﻤَﺎﻟِﻪِ ﻓَﻘَﺎﻝَ ‏« ﻛُﻞْ ﺑِﻴَﻤِﻴﻨِﻚَ ‏» . ﻗَﺎﻝَ ﻻَ ﺃَﺳْﺘَﻄِﻴﻊُ ﻗَﺎﻝَ ‏« ﻻَ ﺍﺳْﺘَﻄَﻌْﺖَ ‏» . ﻣَﺎ ﻣَﻨَﻌَﻪُ ﺇِﻻَّ ﺍﻟْﻜِﺒْﺮُ . ﻗَﺎﻝَ ﻓَﻤَﺎ ﺭَﻓَﻌَﻬَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﻓِﻴﻪِ .

“Ada seorang laki-laki makan di samping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tangan kirinya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Makanlah dengan tangan kananmu!” Orang tersebut malah menjawab,
“Aku tidak bisa.” Beliau bersabda, “Apakah kamu tidak bisa?” -dia menolaknya karena sombong-. Setelah itu tangannya tidak bisa sampai ke mulutnya ” (HR Muslim no. 3766).

Baca Juga :  Mapolres Diserang: Polisi Terluka, Pelaku Tewas

Orang tersebut mendapat hukum di dunia disebabkan perbuatannya menolak perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam . Dia dihukum karena kesombongannya.

Akhirnya dia tidak bisa mengangkat tangan kanannya disebabkan sikap sombongnya terhadap perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam .

Inilah di antara bentuk hukuman di dunia bagi orang yang sombong.

Mengganti Sikap Sombong dengan Tawadu

Kebalikan dari sikap sombong adalah sikap tawadu (rendah hati). Sikap inilah yang merupakan sikap terpuji yang merupakan salah satu sifat ‘ibaadur Rahman yang Allah terangkan dalam firman-Nya,

ﻭَﻋِﺒَﺎﺩُ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻤْﺸُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻫَﻮْﻧًﺎ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺧَﺎﻃَﺒَﻬُﻢُ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠُﻮﻥَ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺳَﻠَﺎﻣًﺎ

“Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih adalah orang-orang yang berjalan di atas muka bumi dengan rendah hati (tawadu) dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (QS Al Furqaan: 63)

Diriwayatkan dari Iyadh bin Himar radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa
sallam pernah bersabda,

ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺃَﻭْﺣَﻰ ﺇِﻟَﻲَّ ﺃَﻥْ ﺗَﻮَﺍﺿَﻌُﻮﺍ ﺣَﺘَّﻰ ﻟَﺎ ﻳَﻔْﺨَﺮَ ﺃَﺣَﺪٌ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺣَﺪٍ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺒْﻎِ ﺃَﺣَﺪٌ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺣَﺪٍ

‘Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku
agar kalian bersikap rendah hati hingga tidak seorang pun yang bangga atas yang lain dan tidak ada yang berbuat aniaya terhadap yang lain” (HR Muslim no. 2865). (bersambung)@/fen/sumber: www.muslim.or.id, penulis: abu ‘athifah adika mianoki,
muroja’ah: m. a. tuasikal

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Aa Gym Minta Umat tak Paksakan Diri Dapat Syarat Mampu Haji

Kam Feb 11 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Dai KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) meminta umat Islam tidak memaksakan diri mendapatkan syarat haji “istithaah” (mampu) jika memang belum layak. “Kalau belum mampu belum wajib berhaji. Kalau kita sakit kemudian memaksakan diri itu menjadi zalim,” kata Aa Gym saat menjadi pembicara dalam diskusi Forum Perawatan Kesehatan […]