Telkom University Gelar PKM Pelatihan Robot Automasi Bagi Guru dan Santri

Editor PKM Tel-U di Kabupaten Sumedang. /visi.news/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SUMEDANG – Fakultas Teknik Elektro Telkom University (Tel-U) menggelar kegiatan pengabdian kepada masayarakat (PKM). Kegiatan yang merupakan implementasi dari salah satu unsur Tri Darma Perguruan Tinggi ini dilakukan untuk memberi edukasi masyarakat khususnya bagi guru dan santri di Ponpes Asyrofuddin di Sumedang.

Kegiatan PKM kali ini mengambil tema “Pelatihan Robot Automasi Bagi Guru dan Santri Ponpes Asyrofuddin untuk Mendukung Pesantren Menghadapi Industri 4.0”. Kegiatan tepatnya dilaksanakan di Ponpes yang berlokasi di Kp. Cipicung RT 12, RW 03, Conggeang Wetan, Kec. Conggeang, yang berada di yang berada di Kaki Gunung Tampomas Kabupaten Sumedang.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat (PKM), yang juga Dosen Fakultas Teknik Elektro Telkom University (Tel-U) Bandung, Dr. Budi Prasetya, ST., MT., saat ditemui di kampusnya, Kamis (18/11/2021), mengatakan, kegiatan ini rutin dilakukan oleh seorang dosen dalam setiap semesternya untuk menggelar PKM. Tujuannya yakni memberi wawasan, pengetahuan dan kemampuan bagi para guru dan santri tentang teknologi robot automasi di era industri 4.0.

“Ya, potensi pemberdayaan dari PKM ini, dapat membantu meningkatkan kompetensi bagi para guru dan santri pondok pesantren untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mendukung proses belajar mengajar. Tentunya, juga guna meningkatkan kesiapan santri menghadapi era Industri 4.0 di lingkungan Ponpes,” katanya.

Kegiatan PKM kali ini, katanya, dilakukan dengan melibatkan dosen-dosen dan mahasiswa Fakultas Elektro Tel-U diantaranya Kris Sujatmoko (Dosen FTE), Dharu Arseno (Dosen FTE) dan Fichram Alfiansyah (Mahasiswa). Sesuai dengan tema yang diangkat, luaran dari kegiatan ini yakni pelatihan untuk memberikan pemahaman mengenai proses automasi dan memberikan kemampuan menggunakan aplikasi-aplikasi pendukung proses automasi bagi santri dan guru di Ponpes.
“Undang-undang No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, salah satunya kewajiban perguruan tinggi yakni melaksanakan program pengabdian masyarakat. Hal ini selaras dengan tugas pokok dosen yakni pengajaran, penelitian dan pengadian masyarakat,” papar Budi.

Baca Juga :  Hasil SBMPTN 2020 Diumumkan Petang Ini, Cek Linknya di Sini

Metode dan tahapan pelaksanaan program PKM ini, katanya, terdapat beberapa tahapan yakni, analisis kebutuhan, perancangan modul penelitian, pelatihan pembelajaran jarak jauh secara daring untuk santri dan para guru. Tentunya, yang tak kalah pentingnya yakni pendampingan dalam pelaksanaan proses belajar dan mengajar secara daring pula.

“Dalam proses pendampingan saat pelaksanaan belajar dan mengajar ini, kami lakukan hampir selama 3 (tiga) bulan. Tentunya, hal itu dilakukan untuk mengetahui tingkat implementasi dari modul yang telah diajarkan dapat dipahami atau tidak oleh santri dan para pengajar ini,” ujar Budi.

Budi menambahkan, dengan adanya PKM ini para pendidik dan santri Asyrofuddin lebih siap dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Selama ini, pondok pesantren itu dikenal sangat konvensional dalam menjalankan proses belajar dan mengajar yang tidak mengenal teknologi.

“Dengan Robotic Process Automation (RPA) ini bisa memberikan pengalaman baru dan tantangan baru bagi para guru dan santri. Tentunya, dalam mengenal sebuah software yang dapat dipergunakan untuk menirukan semua jenis pekerjaan manusia yang mempergunakan komputer dengan berbagai macam aplikasi,” tuturnya.

Untuk pekerjaan-pekerjaan jenis ini, katanya, dapat diautomasi sehingga para guru dan santri bisa lebih produktif dalam melakukan pekerjaannya. “Hal inilah, menjadi kebutuhan keahlian yang dibutuhkan bagi semua orang termasuk para guru dan santri dalam revolusi industri 4.0 ini, diperlukan kreativitas, kemampuan dan kemauan dalam mengupgrade diri agar tak ketinggalan,” pungkasnya.@edk

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

LPI Dompet Dhuafa Raih Tropi Perak pada Ajang Penghargaan SNI Award 2021

Jum Nov 19 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Secara kontinu mengawal pendidikan kaum dhuafa secara humanis, Lembaga Pengembangan Insani (LPI) Dompet Dhuafa berhasil meraih Tropi Perak pada SNI Award 2021. Penganugerahan tersebut dihelat pada Kamis (18/11/2021) di Auditorium Soemitro Djojohadikoesoemo, Gedung B.J. Habibie,Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta.  “Syukur alhamdulillah, setelah melalui […]