Temui Lansia Vaksin di Daerah Lain, Wagub : Lakukan Pendataan mulai dari Desa

Editor Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat Rapat Koordinasi Penanganan Covid -19 secara virtual. /visi.news/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | KENDAL – Kabupaten Kendal mengaku kesulitan memenuhi cakupan vaksinasi dosis satu dan dua bagi lansia. Padahal hal itu menjadi salah satu aspek dalam menentukan level PPKM. Kendala yang dihadapi adalah, banyak warga lansia Kendal yang tidak vaksin di daerahnya sendiri.

Hal itu diungkapkan Bupati Kendal Dico Ganinduto saat Rapat Koordinasi Penanganan Covid -19 secara virtual, Senin. Dia mengatakan pihaknya mengetahui banyak warganya yang tidak vaksin di daerahnya sendiri, setelah melakukan survei di salah satu desa.

“Permasalahan yang kita temukan di lapangan, ini sudah hampir seluruh masyarakat Kendal divaksin. Mungkin di awal-awal, karena dulu di Kota Semarang lebih banyak vaksinasi dan di Kendal masih terbatas, banyak masyarakat Kendal di perbatasan yang juga divaksin di Kota Semarang dan dia masuk di Pcare Kota Semarang. Ini kendala yang kita temukan di lapangan,” jelas Dito.

Dampaknya adalah, Kabupaten Kendal yang saat ini berstatus PPKM level 2 tidak bisa memenuhi cakupan vaksinasi dosis satu sebesar 50 persen dan vaksinasi dosis dua sebesar 40 persen bagi lansia. Padahal, agar level PPKM bisa turun, suatu daerah mesti bisa memenuhi aspek tersebut.

“Jadi memang ternyata banyak masyarakat yang sudah tervaksinasi, tapi tidak masuk dalam PCare di Kabupaten Kendal. Jadi ini menjadi kendala di Kabupaten Kendal. Mohon arahannya agar kita bisa turun di level 1,” pintanya.

Merespon kendala tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen memberikan masukan agar Camat bisa menginstruksikan pemerintahan di tingkat Desa untuk melakukan pendataan. Setelah data diperoleh, tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota bisa diturunkan di lapangan. Tim melakukan vaksinasi dari rumah ke rumah bagi lansia yang belum divaksin.

Baca Juga :  Kadinsos Garut Bantah Tudingan Indikasi Penyelewengan Anggaran Program Penanganan Covid-19

“Kalau dari kemarin-kemarin itu banyak kendalanya, (salah satunya) lansia transportasinya kesulitan. Sehingga sekarang data aja dulu. Lansia yang belum tervaksin di daerah atau di kecamatan, atau bahkan mungkin di desanya masing-masing ada berapa. Sehingga nanti langsung saja digenjot oleh Kadinkes Kabupaten/ Kota. Diturunkan (tim) datengin rumahnya masing-masing,” papar Taj Yasin.

Langkah ini menurut Taj Yasin, sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil bisa membantu untuk memberikan penjelasan kepada seluruh Kepala Desa dan Lurah untuk memastikan apakah masih ada yang belum divaksin. @alfa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ganjar Berikan Waktu Seminggu, Untuk Capai Target Vaksinasi 50%

Sel Nov 23 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berusaha keras melakukan percepatan vaksinasi di tujuh daerah yang cakupannya masih kurang dari 50 persen. Hal tersebut merupakan salah satu upaya agar vaksin dapat segera disuntikkan pada masyarakat. Selain untuk mengejar percepatan, hal itu juga untuk mengejar masa berlaku vaksin. “Kemarin […]