Terancam Tergusur di Pemilu 2024, Ini Tanggapan Anggota Fraksi PPP DPRD Jabar

Editor Anggota Fraksi PPP DPRD Jabar, H. Ruhyat Nugraha. /visi.news/eko aripyanto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS |BANDUNG – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024 mendatang, sejumlah lembaga survei dan pengamat politik terus melakukan analisa politik terkait dengan berbagai peluang para calon peserta politik, termasuk yang diperediksi bakal lolos syarat parliamentary threshold (PT).

Dihubungi VISI.NEWS Kamis (09/12/21), salah seorang pengamat politik, Yusfi mengatakan, jika pemerintah menaikan syarat PT menjadi 5 hingga 7 persen maka, ada sejumlah partai politik yang saat ini memiliki kursi di DPR-RI, terancam hilang di Pemilu Serentak 2024 mendatang.

“Partai Persatuan Pembangunan (PPP) misalnya, partai tersebut terancam tak masuk syarat ambang batas atau PT di Pemilu Serentak 2024, tentunya dengan beberapa pertimbangan,” katanya.

Pertama, lanjut Yusfi, publik melihat bahwa PPP saat ini tidak mempunyai legasi apapun, bahkan tidak melihat adanya prestasi yang menonjol yang kemudian dilakukan PPP dalam konteks akrobat politik untuk meraup suara di 2024.

“Kedua adalah, jumlah legislator mulai dari pusat hingga daerah berkurang setengahnya dibanding periode lalu, jika berpengaruh pada jumlah kursi, maka akan berpengaruh terhadap motor penggerak kampanye,” ujarnya.

Dan ketiga, Yusfi mengungkapkan, PPP saat ini tidak mempunyai figur yang kuat dan menonjol yang bisa mencuri perhatian publik di partai berlambang ka’bah tersebut, maka wajar jika terdapat perspek syarat PT PPP tahun 2024 tidak masuk.

“Atas dasar itu, PPP akan sangat berat untuk meraup suara terutama dari kelompok milenial. Sebagai contoh, di pemilu 2019, PPP nyaris tidak masuk, dan hanya mendapatkan 4,52 persen suara nasional,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Fraksi PPP DPRD Jabar, H. Ruhyat Nugraha menjelaskan, berbagai hasil riset atau analisa lembaga survei dan kacamata politik yang dilontarkan oleh pengamat politik dinilai sah-sah saja, namun apa yang kemudian terjadi pada Pemilu Serentak 2024, belum tentu sesuai dengan hasil riset survei atau analisa tersebut.

Baca Juga :  Puan Maharani Dorong Pemerintah Segera Susun Aturan Pelaksanaan Teknis UU TPKS

“Berbagai kemungkinan memang bisa saja terjadi, namun hingga saat ini, terlepas naik atau tidaknya PT yang akan ditetapkan pemerintah, PPP optimis akan menjadi salah satu partai yang lolos syarat PT,” tegasnya.

Terlebih, Ruhyat memaparkan, disetiap momen jelang gelaran pemilu, PPP kerap diprediksi tidak lolos syarat PT, namun hasil menyebutkan PPP tetap menjadi salah satu partai yang memiliki kursi di parlemen mulai pusat hingga daerah, meskipun jumlah kursi mengalami turun naik.

“Insyaallah PPP akan selalu disayangi Umat Islam, kami meyakini PPP akan selalu ada keterwakilan di parlemen setiap periodenya, sebagai contoh di 2004, 2009 hingga jelang 2014, PPP kerap diprediksi tidak lolos, namun faktanya lain,” paparnya.

Terakhir, PPP akan terus berikhtiar guna meraup suara masyarakat, selain itu harus diketahui bahwa, PPP memiliki suara diakar rumput yang sangat solid, memiliki potensi suara bebasis massa yang banyak di sejumlah wilayah, dan PPP selalu dido’a kan banyak umat islam terutama alim ulama.

“Insyallah PPP akan selalu hadir dan bersuara di DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kota Kabupaten pada setiap periodenya, ikhtiar lahir bathin kunci utama perjuangan PPP,” pungksnya.@eko

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kemenag: Oknum Diduga Pelaku Tindak Asusila terhadap Santriwati Sudah Ditahan

Kam Des 9 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Oknum yang diduga pelaku tindak asusila terhadap santriwati pada salah satu pesantren di Bandung sudah diamankan Polda Jawa Barat. Plt Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag Thobib Al-Asyhar mendukung langkah hukum yang diambil kepolisian. Menurutnya, peristiwa ini mencuat sejak enam bulan lalu. “Sejak kejadian […]