Tips Membangun Komunikasi yang Sehat dalam Keluarga

Editor Ilustrasi keluarga di rumah./shutterstock/via suara.com/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Komunikasi adalah kunci harmonis sebuah hubungan, termasuk untuk membangun keluarga yang sehat. Melalui komunikasi yang baik, semua masalah bisa diselesaikan dan dicari solusinya.

Hal ini dibenarkan Dokter Umum, dr. Abi Noya yang menjelaskan gambaran keluarga sehat versi WHO, yaitu suatu kondisi yang komplet bebas dari penyakit, kelemahan, atau kecacatan.

Keluarga sehat juga memiliki kondisi yang sejahtera baik fisik maupun mental sehingga bisa hidup dan beraktivitas dengan baik secara sosial dan ekonomi.

“Kalau disimpulkan, keluarga sehat adalah keluarga yang memiliki kondisi kesehatan yang ideal dan komplet baik dari sisi psikologis, biologis, dan kesejahteraan sosial.”

“Segala aspek tersebut harus dijaga secara sistematik dan sinergis agar mampu menciptakan kesehatan yang optimal dalam sebuah keluarga,” ujar dr. Abi, dalam keterangan pers Lemonilo, Senin (22/11/2021), seperti dilansir suara.com.

Dokter Abi menambahkan, setiap individu dalam keluarga perlu menjalankan faktor-faktor tersebut secara bersama. Artinya, untuk menunjang kesehatan keluarga diperlukan peran serta yang berkesinambungan antara setiap anggota keluarga.

Usahakan keluarga memiliki kebiasaan momen untuk berkumpul rutin. Di momen itulah bisa digunakan untuk saling bercerita dan berkomunikasi tentang segala hal.

Sehingga orangtua tidak sekadar melarang atau membatasi screen time mulai dari TV, komputer, gadget, dan media sosial. Tapi juga mencarikan kegiatan pengganti screen time tersebut, agar anak tidak bingung.

Momen saling bercerita itu, bisa dilakukan saat kegiatan olahraga bersama, makan bersama atau menjelang waktu tidur.

“Biasakan untuk mengutamakan komunikasi yang sehat dalam keluarga. Budaya patriarki atau hirarki kadang menghambat terbentuknya komunikasi yang sehat,” tutur dr. Abi.

Sehingga baiknya terapkan komunikasi dua arah dari orangtua ke anak, dan dari anak orangtua. Jangan lagi hanya sekedar orangtua yang menceramahi, anak tidak boleh menyampaikan argumennya, dan malah dianggap membantah.

Baca Juga :  Camat Ika Gandeng Pengusaha Tanggulangi Warga Miskin

“Ketika komunikasi tidak terjalin dengan baik, maka akan timbul masalah biologis, psikologis, dan sosial. Oleh karena itu, mulai saat ini kita jaga kualitas komunikasi dengan keluarga melalui saling mendengarkan dan saling mengungkapkan,” tutup dr. Abi. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

FIFA Umumkan Nominasi Pemain Terbaik 2021, Ada Ronaldo dan Messi

Sel Nov 23 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Federasi sepak bola internasional (FIFA) mengumumkan nominasi pemain dan pelatih terbaik dengan tajuk “The Best FIFA Football Awards™ 2021 yang mulai dipilih oleh pihak yang ditunjuk hingga 10 Desember. FIFA Football Awards Media dalam keterangan resminya seperti dimuat Suara.com dari Antara, Selasa (23/11/2021) menyebutkan, untuk nominasi pemain […]